Kontroversi Arteria Dahlan, Sebut Emil Profesor Sesat Hingga Maki Kemenag 'bangsat'

Kamis, 10 Oktober 2019 11:30 Reporter : Mardani
Kontroversi Arteria Dahlan, Sebut Emil Profesor Sesat Hingga Maki Kemenag 'bangsat' Arteria Dahlan. ©2017 dok foto dok ri

Merdeka.com - Anggota DPR dari Fraksi PDIP, Arteria Dahlan ramai menjadi perbincangan. Namanya menjadi perbincangan hangat netizen di media sosial.

Sebabnya, dalam acara 'Mata Najwa' yang membahas Perppu KPK, tadi malam, Arteria kerap tampil mengebu-gebu bahkan cenderung emosional terhadap lawan bicara.

Dia sempat terlibat adu mulut dengan beberapa narasumber. Salah satunya dengan ahli ekonomi yang juga guru besar ekonomi Professor Dr Emil Salim.

Arteria hampir selalu menyelak omongan Emil. Keduanya sempat terlibat debat panas. Bahkan Arteria sempat menunjuk nunjuk dan menyebut Emil Salim seorang profesor yang sesat.

1 dari 2 halaman

Sebut Emil Salim Profesor Sesat

Awalnya Arteria tengah membeberkan perlunya Dewan Pengawas KPK. Arteria membeberkan soal harta rampasan yang dirampas KPK dari hasil korupsi. Namun, menurut dia, tak masuk kas negara.

"Ini gunanya Dewan Pengawas, itu ada buktinya, kemana uang itu," katanya dalam acara 'Mata Najwa', Rabu (9/10) malam.

Arteria juga mengklaim mengetahui soal petugas KPK gadungan sesungguhnya adalah petugas KPK sesungguhnya. "Ternyata saat pemeriksaan itu semua orang dipanggil, kamu mau dipanggil atau enggak, kalau mau enggak dipanggil serahin itu harta-harta kamu. Tiba-tiba begitu ketahuan dan ketangkap itu (disebut) KPK gadungan, padahal bukan KPK gadungan. Namanya mau saya sebutin ada semua," katanya sambil menunjukkan lembaran kertas.

Dia lantas mengatakan ada sejumlah kasus yang tak pernah diangkat. Di Sumbar misalnya, ada kasus Rp 6 triliun dana bencana.

"Lalu ada (kasus) KONI, pasar, enggak pernah diangkat, sitaan enggak pernah diangkat, siapa yg menerima," katanya.

"Kita hargai capaian KPK tapi kita enggak boleh tutup mata kalau harus ada perbaikan," katanya.

Emil lantas berbicara. Dia mengatakan di dalam UU, KPK memiliki kewajiban menyampaikan laporan tiap tahun. Namun, tiba-tiba Arteria menyelak dan menyatakan hal itu tak pernah dikerjakan oleh KPK.

"Di dalam aturan UU KPK ada kewajiban menyampaikan laporan, tiap tahun," katanya.

"Enggak pernah dikerjakan. Mana prof?" kata Arteria.

"Saya di DPR, enggak boleh begitu prof. Saya di DPR, saya yang tahu prof. Mana, Prof sesat. Ini namanya sesat, sesat prof," kata Arteria.

2 dari 2 halaman

Sebut Kemenag Bangsat

Tak cuma kali ini, Arteria menuai polemik. Tahun lalu, dia juga sempat ramai menjadi perbincangan karena menyebut Kemenag 'bangsat'.

Hal itu dia katakan saat membahas kasus penipuan ibadah Umrah dalam rapat dengar pendapat Komisi III DPR dengan Jaksa Agung HM Prasetyo.

"Berikutnya mengenai masalah travel yang bodong tadi Pak. Saya satu komisi satu bulan sama ini pak, ini masalah dapil. Pak. Yang dicari jangan kayak tadi Bapak lakukan inventarisasi, pencegahannya Pak. Ini Kementerian Agama 'bangsat' Pak semuanya Pak," Kata Arteria di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (28/3/2018).

Akibat ucapan itu, Arteria dilaporkan Menteri Agama Lukman Hakim Syaifuddin ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR. Sebab banyak pihak yang tersinggung dengan ucapan Arteria di dalam rapat Komisi III dengan Jaksa Agung.

"Kami memahami bahwa anggota Dewan punya hak imunitas, apapun ucapannya salam persidangan tidak bisa dituntut di muka hukum tapi dari sisi etik itu bsia dikaji MKD," kata Lukman di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (16/4/2018).

"Karena ini institusi. Kalau saya selaku person enggak ada masalah. Kalau institusi banyak pihak terluka," lanjutnya.

Arteria Dahlan kemudian meminta maaf atas ucapannya tersebut. "Kalau ada ketersinggungan, mohon maaf. Kalau saya menyinggung Pak Menteri dan temen-temen Kemenag. Gak apa-apa saya katakan kalau pilihan kita semua mengatakan diksi ya, diksi kita bangsatnya beririsan ada yang tersinggung, saya katakan saya mohon maaf," katanya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (29/3/2018).

Saat itu, Arteria mengaku sudah sering mengingatkan Kemenag untuk menyelesaikan masalah travel bodong yang sudah banyak memakan korban. Namun hingga kini belum juga mendapatkan jawaban yang jelas.

Politisi PDIP ini merasa tidak dapat membiarkan umat yang ingin beribadah haji atau umrah menjadi terganggu dan tertipu karena adanya agen travel bodong. Dia pun berharap Menteri Agama Lukman Hakim Syaifuddin bisa mengerti klarifikasi dari ucapannya kemarin.

"Banyak juga korban-korban jatuh terus. Setiap saat setiap menit yang penyelesaian mohon maaf masih jauh dari harapan jauh dari rasa keadilan masih jauh dari rasa kemanusiaan. Mereka enggak baper. Padahal mereka lebih luka. Dan saya yakin Pak Menteri dan Pak Dirjen semua itu kan sahabat kami semua. Mudah-mudahan penjelasan klarifikasi ini bisa menjelaskan semua," katanya. [dan]

Baca juga:
Ini Video Arteria Dahlan Tunjuk-Tunjuk dan Sebut Emil Salim Sesat
Arteria Dahlan: Emil Salim Ekonom, Tapi Bicara Seolah Ahli Hukum
Profil Arteria Dahlan, Anggota DPR Tunjuk-Tunjuk & Sebut Emil Salim Profesor Sesat
Arteria Dahlan: Yang Enggak Sopan Saya atau Emil Salim?
Sosok Emil Salim, Profesor yang Ditunjuk-tunjuk & Disebut Arteria Dahlan Sesat

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini