Konservasi Alam Badui: Konsistensi Masyarakat Adat Menjaga Ekosistem Hulu Banten

Masyarakat Badui di Lebak, Banten, menunjukkan konsistensi luar biasa dalam konservasi alam Badui, menjaga ekosistem hulu dan mencegah bencana ekologis demi kelangsungan hidup manusia.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Konservasi Alam Badui: Konsistensi Masyarakat Adat Menjaga Ekosistem Hulu Banten
Masyarakat Badui di Lebak, Banten, menunjukkan konsistensi luar biasa dalam konservasi alam Badui, menjaga ekosistem hulu dan mencegah bencana ekologis demi kelangsungan hidup manusia. (AntaraNews)

Masyarakat Badui di pedalaman Kabupaten Lebak, Banten, secara konsisten menjaga kelestarian alam untuk mencegah potensi bencana ekologis. Upaya ini dilakukan demi kelangsungan hidup manusia serta menghindari kerusakan ekosistem yang bisa menimbulkan korban jiwa. Komitmen ini telah berlangsung turun-temurun, menjadikan wilayah adat mereka sebagai benteng alami bagi lingkungan.

Tetua Adat Badui Tangtu Tanggungan 12, Saidi Yunior, menegaskan bahwa sejak dahulu hingga kini, mereka selalu menjaga alam dan hutan tutupan. Konsistensi ini bertujuan untuk memastikan kelanjutan kehidupan manusia di masa depan. Wilayah permukiman hak tanah ulayat Badui seluas 5.200 hektare merupakan kawasan hulu penting di Provinsi Banten.

Kawasan ini memiliki puluhan aliran sungai yang menjadi sumber kehidupan bagi banyak pihak. Oleh karena itu, menjaga kelestarian dan kehijauan hak tanah ulayat adat sangat krusial. Kondisi air di sejumlah aliran sungai tetap bersih dan jernih berkat upaya konservasi alam Badui yang berkelanjutan.

Masyarakat Badui memegang teguh kearifan lokal yang diwariskan leluhur untuk menjaga keseimbangan alam. Mereka menyadari betul bahwa kerusakan lingkungan di kawasan hulu akan berdampak luas hingga ke wilayah hilir. Konservasi alam Badui bukan sekadar tradisi, melainkan filosofi hidup yang terintegrasi dalam setiap aspek kehidupan mereka.

Hutan larangan atau hutan tutupan di wilayah Badui dijaga ketat agar tetap hijau dan tidak mengalami kerusakan. Jika kawasan alam dan hutan ini rusak, dipastikan akan terjadi bencana ekologis yang parah. Bencana tersebut bahkan bisa menimbulkan kerusakan besar hingga ke seluruh wilayah Banten.

Selain hutan, masyarakat Badui juga berkomitmen menjaga 47 gunung yang tersebar di Provinsi Banten. Mereka memastikan gunung-gunung tersebut tidak dirusak atau dialihfungsikan menjadi kawasan industri. Tindakan ini merupakan bentuk tanggung jawab mereka terhadap alam dan kehidupan.

Saidi Yunior kembali menegaskan bahwa masyarakat adat Badui diberikan amanah oleh leluhur untuk menjaga alam. Amanah ini bertujuan agar alam dan hutan tetap hijau serta mampu memberikan kehidupan bagi manusia. Badui merupakan kawasan hulu Banten yang memiliki peran vital sebagai penyuplai air.

Upaya konservasi alam Badui yang dilakukan masyarakat adat mendapat apresiasi tinggi dari pemerintah daerah. Bupati Lebak, Mochamad Hasbi Asyidiki, menyatakan bahwa masyarakat Badui patut dihormati atas konsistensi mereka. Dedikasi ini sangat membantu dalam mencegah potensi bencana alam di wilayah tersebut.

Masyarakat Badui memiliki peran penting dalam menjaga alam, mengingat kerusakan hutan dan lingkungan dapat berdampak pada habitat serta ekosistem binatang dan manusia. Pemerintah daerah, melalui Bupati Hasbi, juga berkomitmen untuk melindungi alam dan hutan. Tujuannya adalah mencegah eksploitasi seperti pertambangan yang dapat merusak kehidupan manusia.

Sebagai bagian dari tradisi dan bentuk silaturahmi, masyarakat Badui akan merayakan Seba 2026. Kepala Desa Kanekes Lebak, Jaro Oom, menjelaskan bahwa perayaan Seba 2026 akan dihadiri oleh 1.525 orang, terdiri dari Badui Luar dan Badui Dalam. Mereka akan mengunjungi Bupati Lebak Mochamad Hasbi Asyidiki dan Gubernur Banten Andra Soni.

Jaro Oom berharap ritual perayaan Seba dapat berjalan lancar tanpa hambatan. Setelah rangkaian acara selesai, seluruh peserta dapat kembali ke permukiman hak ulayat adat dengan selamat. Tradisi Seba ini juga menjadi momen untuk memperkuat hubungan antara masyarakat adat dan pemerintah dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi