Kondisi Satu Keluarga Ditemukan Meninggal Kemping di Posong Temanggung, Tak Ada Bekas Muntah hingga Tenda Tertutup Rapat

Hasil penyelidikan awal kematian satu keluarga itu akibat keracunan makanan dan gas hasil pembakaran.

Muhamad Agil Aliansyah
Oleh Muhamad Agil Aliansyah - Reporter
Kondisi Satu Keluarga Ditemukan Meninggal Kemping di Posong Temanggung, Tak Ada Bekas Muntah hingga Tenda Tertutup Rapat
Autopsi Satu Keluarga Meninggal Kemping di Temanggung (Antaranews.com)

Kepolisian telah melakukan olah tempat kejadian perkara terkait kematian satu keluarga dalam tenda di kawasan Kledung, Kabupaten Temanggung. Kepolisian mengamankan sejumlah barang bukti untuk pemeriksaan forensik.

Barang bukti tersebut meliputi lima unit telepon seluler, satu unit mobil, satu kamera, satu set kompor gas portabel, serta satu tungku tanah liat untuk pembakaran briket.

Kepolisian juga menyita sisa makanan berupa daging, sosis, sayuran, dan nasi putih yang diduga digunakan untuk kegiatan memasak di lokasi kejadian.

"Peralatan memasak ditemukan dalam keadaan tidak menyala,” kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Temanggung, Iptu I Komang Mahendra Deputra, di Temanggung, Jumat (29/5), demikian dikutip dari Antara.

Komang menjelaskan kompor gas portabel ditemukan di luar tenda atau di area teras pintu masuk. Selain itu, kondisi pintu tenda serta ventilasi di sisi kiri dan kanan ditemukan dalam keadaan tertutup rapat.

“Hasil pemeriksaan di lokasi tidak ditemukan bekas muntahan atau tanda mencurigakan lainnya. Di dalam tenda hanya terdapat dua kasur dan kantong tidur,” ujar Komang.

Kepolisian telah memeriksa empat saksi dari pihak pengelola tempat wisata tersebut untuk mendalami kasus itu.

Dugaan Penyebab Kematian

Kepolisian menduga satu keluarga itu meninggal akibat keracunan makanan atau gas hasil pembakaran. Hasil pemeriksaan awal tim dokter forensik menunjukkan dua dugaan penyebab kematian korban.

"Dugaan sementara ada dua, yakni keracunan makanan dan keracunan gas hasil pembakaran,” kata Komang.

Keempat korban masing-masing berinisial MHM (52), M (43), AEH (17), dan BAH (21) merupakan warga Desa Panjang, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang.

Komang menjelaskan proses autopsi telah dilakukan pada Kamis (28/5) dan selesai pada siang hari. Dari empat korban, hanya satu jenazah berinisial AEH yang dilakukan autopsi menyeluruh atas persetujuan keluarga.

“Korban AEH dipilih karena dianggap paling sehat dan merupakan seorang atlet,” ujar dia.

Komang mengatakan hasil autopsi lengkap masih menunggu pemeriksaan dari Bidang Kedokteran dan Kesehatan serta Direktorat Laboratorium Forensik Polda Jawa Tengah yang diperkirakan memerlukan waktu dua hingga lima hari.

Rekomendasi