Kisah pahlawan nasional Ki Bagus Hadikusumo yang makamnya hilang
Merdeka.com - Dalam rangka memperingati Hari Pahlawan tanggal 10 November 2015 lalu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan gelar pahlawan nasional kepada 5 tokoh yang telah dianggap berjasa besar bagi Bangsa Indonesia. Presiden Jokowi mengeluarkan Keppres Nomor 116/TK/ Tahun 2015.
Adapun 5 tokoh yang diberi gelar pahlawan nasional oleh Presiden Jokowi di antaranya almarhum Bernard Wilhem Lapian (Tokoh Provinsi Sumatera Utara), almarhum Mas Isman (Tokoh Provinsi Jawa Timur), dan almarhum Komjen (Pol) Dr H Moehammad Jasin (Tokoh Jawa Timur). Kemudian almarhum I Gusti Ngurah Made Agung (Tokoh Provinsi Bali) dan almarhum Ki Bagus Hadikusumo (Tokoh Provinsi Yogyakarta).
Pemberian gelar pahlawan nasional dilaksanakan di Istana Negara oleh Presiden Jokowi. Karena sudah almarhum, yang menerima gelar adalah ahli waris masing-masing.
Yang menarik, salah satu dari lima pahlawan nasional tersebut ternyata makamnya sudah tidak ada, yakni almarhum Ki Bagus Hadikusumo, yang merupakan mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah.
Pusara Ketua Muhammadiyah era 1944 hingga 1953, Ki Bagus Hadikusumo, yang diangkat menjadi pahlawan nasional sejak 5 November 2015, kini lenyap. Entah apa penyebabnya makam Ki Bagus berada di Pakuncen Wirobrajan hilang.
Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir mengaku prihatin atas hilangnya makam tokoh Muhammadiyah tersebut. Menurutnya ziarah kubur yang selama ini tidak banyak dilakukan oleh warga Muhammadiyah lantaran dikhawatirkan mengkeramatkan kuburan.
�Ziarah kubur kan sunah pula, diperbolehkan. Yang tidak boleh mengeramatkan kuburan tadi,� kata Haedar Nasir di kantor PP Muhammadiah, Jakarta, Selasa (10/11) lalu.
Haedar Nashir mengakui selama ini tradisi di kalangan warga Muhammadiyah memang tidak mengenali makam para tokoh Muhammadiyah. "Mungkin saking puritannya," imbuhnya. (mdk/war)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya