Kisah ODGJ Tiduran di Jalan Lintas Barat Sumatra, Bikin Panik Dikira Korban Kecelakaan

Setelah didekati, warga pun tidak menemukan luka apa pun pada tubuh pria itu. Gerak-geriknya justru menunjukkan tanda-tanda gangguan kejiwaan.

Yosephin Suci Wulandari
Kisah ODGJ Tiduran di Jalan Lintas Barat Sumatra, Bikin Panik Dikira Korban Kecelakaan
Kisah ODGJ Tiduran di Jalan Lintas Barat Sumatra, Bikin Panik Dikira Korban Kecelakaan (Merdeka.com)

Seorang pria ditemukan tergeletak tak bergerak di ruas Jalan Lintas Barat Sumatera, Pekon Tambahrejo Barat, Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu, Lampung pada Selasa (16/12) sore. Aksi pria itu pun sempat membuat warga setempat mau pun warga yang tengah melintas menjadi panik. Pria tersebut sempat dikira menjadi korban kecelakaan lalu lintas. 

Setelah didekati, warga pun tidak menemukan luka apa pun pada tubuh pria itu. Gerak-geriknya justru menunjukkan tanda-tanda gangguan kejiwaan.

Karena dapat membahayakan penggendara yang melintas, dan dapat menimbulkan kecelakaan, warga pun menghubungi pihak kepolisian.  Petugas yang datang pun mengevakuasi pria itu dengan pendekatan persuasif dan humanis, sebelum  akhirnya dibawa ke Polaek Gadingrejo.

Kapolres Pringsewu AKBP M. Yunnus Saputra, mengatakan pria tersebut merupakan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Pihak kepolisian pun menghubungi keluarga Robana. 

"Namanya Robana, warga Pekon Bandar Kejadian, Kecamatan Wonosobo, Kabupaten Tanggamus, Lampung," katanya Rabu (17/12). 

Kisah ODGJ Tiduran di Jalan Lintas Barat Sumatra, Bikin Panik Dikira Korban Kecelakaan
Kisah ODGJ Tiduran di Jalan Lintas Barat Sumatra, Bikin Panik Dikira Korban Kecelakaan istimewa

Tak lama berselang, pihak keluarga pun datang menjemput dan membenarkan bahwa yang bersangkutan telah lama mengalami gangguan kejiwaan dan memiliki kebiasaan tidur di sembarang tempat, bahkan di badan jalan.

"Pengobatan sudah dilakukan, tetapi kondisinya sering kambuh dan yang bersangkutan kerap pergi meninggalkan rumah," jelas Yunnus.

Yunnus pun meminta kepada keluarga agar dapat lebih mengawasi Robana, pasalnya yang dilakukan dapat membahayakan diri sendiri dan orang lain bahkan pengguna jalan.

Tak hanya itu, Yunnus pun mengapresiasi kepedulian masyarakat yang cepat bertindak dan melapor. berjanji bahwa kepolisian untuk selalu hadir dalam setiap situasi yang berkaitan dengan keselamatan dan kemanusiaan.

"Masyarakat jangan ragu memanfaatkan layanan 110. Partisipasi warga sangat membantu dalam mencegah kejadian yang lebih fatal," tandasnya.

Rekomendasi