Isak tangis pecah di ruang rapat Komisi XIII DPR RI saat Leni Damanik, ibu dari almarhum Mikael Histon Sitanggang (15), menyampaikan kesaksiannya.
Leni hadir untuk menuntut keadilan atas kematian putranya yang tewas setelah dianiaya oleh oknum TNI, Sertu Reja Pahlevi. Ia merasa sangat terpukul karena pelaku hanya dijatuhi hukuman 10 bulan penjara oleh pengadilan militer.
Advertisement
Kronologi Penganiayaan dan Perjuangan Mencari Keadilan
Peristiwa tragis ini bermula pada Mei 2024 di Medan, saat Mikael yang masih duduk di bangku SMP hendak membeli makanan bersama temannya. Di tengah perjalanan, mereka terjebak dalam situasi tawuran warga yang sedang ditertibkan oleh aparat. Nahas, Mikael ditangkap oleh oknum Babinsa tersebut, dipukul, dan ditendang hingga jatuh ke bawah jembatan sedalam dua meter .
Leni menceritakan bahwa setelah jatuh, anaknya kembali dipukul saat mencoba merangkak naik dan ditinggalkan begitu saja di lokasi kejadian.
Meskipun sempat dibawa ke klinik dan rumah sakit, nyawa Mikael tidak tertolong setelah mengalami masa kritis. Perjuangan Leni mencari keadilan pun tidak mudah ia sempat diarahkan bolak-balik antara Polsek dan Denpom, hingga akhirnya mendapatkan pendampingan dari LBH Medan untuk membawa kasus ini ke Jakarta.
Advertisement
Kekecewaan Mendalam Atas Putusan Hakim Militer
Kekecewaan Leni memuncak saat putusan pengadilan dibacakan pada 20 Oktober 2025. Majelis hakim menjatuhkan vonis 10 bulan penjara dengan alasan pelaku masih muda dan tenaganya masih dibutuhkan oleh kesatuan TNI. Leni menilai alasan tersebut sangat melukai perasaannya sebagai seorang ibu yang telah kehilangan anak selamanya.
"Jika hukum tidak mampu menghadirkan keadilan bagi anak saya, saya khawatir ia juga akan gagal melindungi anak-anak lain di masa depan," tegas Leni di hadapan anggota dewan sembari menyerahkan foto mendiang putranya.
"Nyawa anak saya seolah diganti dengan hukuman 10 bulan penjara. Bagi saya sebagai ibu, itu bukan sekadar angka. Itu adalah rasa keadilan yang terasa sangat jauh dari hati Nurani," Ujar Leni Damanik
Leni berharap Komisi XIII DPR RI dapat mengawal kasus ini agar hukum tidak membeda-bedakan antara warga sipil dan aparat berseragam, demi tegaknya keadilan di Indonesia.
Reporter Magang - Mochamad Aidil Akbar