Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa secara resmi dikukuhkan sebagai Dewan Pembina Kehormatan Paguyuban Mas Tentara Republik Indonesia Pelajar (TRIP) Jawa Timur. Acara penting ini berlangsung di Surabaya pada Minggu, 9 November, menjelang peringatan Hari Pahlawan.
Pengukuhan tersebut menjadi momentum strategis untuk membangkitkan dan memperkuat semangat kejuangan di kalangan generasi penerus bangsa. Khofifah menegaskan bahwa semangat perjuangan ini perlu terus disyiarkan agar tidak mengalami pasang surut, terutama di tengah dinamika zaman.
"Hari ini kita bangun penguatan semangat kejuangan menjelang Hari Pahlawan," kata Gubernur Khofifah dalam keterangannya. Ia menambahkan, "Ini sesuatu yang kalau tidak kita syiarkan, kalau bahasa pesantren itu, yazidu wa yankus, bisa bertambah dan berkurang, jadi ini pasang surut."
Advertisement
Advertisement
Gubernur Khofifah menekankan bahwa momentum pengukuhan ini adalah waktu yang tepat untuk memperkuat semangat perjuangan generasi penerus bangsa. Ia menganggap penguatan dari generasi ke-2, ke-3, dan ke-4 Paguyuban Mas TRIP sangat relevan saat ini.
Sebagai bentuk nyata dari penguatan tersebut, Gubernur Khofifah mengajak anggota Paguyuban Mas TRIP untuk berkeliling ke sekolah-sekolah menengah atas (SMA) Negeri Taruna serta organisasi kemasyarakatan (ormas) kepemudaan di Jawa Timur. Tujuannya adalah untuk menyampaikan peran TRIP dan memberikan pengetahuan kepada para siswa.
"Mungkin nanti ada yang berkenan melakukan kunjungan sekaligus penguatan di SMA Taruna yang ada di Jatim. Nanti bisa keliling ke sekolah, menyampaikan peran TRIP, memberikan pengetahuan kepada anak-anak di SMA Taruna," ujarnya.
Advertisement
Khofifah menyebut bahwa Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mencatat ada 11 sekolah di Indonesia yang menyiapkan calon pemimpin masa depan, dan lima di antaranya merupakan SMA Taruna di Jawa Timur. SMA Taruna di Malang bermitra dengan TNI Angkatan Laut, di Kediri dengan Angkatan Darat, di Madiun dengan Angkatan Udara, dan di Banyuwangi dengan Kepolisian Republik Indonesia (Polri).
Advertisement
Khofifah juga menyampaikan harapannya agar para siswa SMA Taruna ini dapat menjadi juru bicara keindonesiaan, kenusantaraan, dan kebhinnekaan. Ia percaya bahwa penguatan dari Mas TRIP akan memperkuat semangat kebangsaan serta menumbuhkan rasa cinta tanah air di kalangan generasi muda.
Ia menambahkan bahwa kebhinnekaan Indonesia harus diikat dengan nilai-nilai Pancasila agar persatuan dan kesatuan bangsa tetap terjaga. "Kita harus bersama-sama bersiap bahwa kebhinnekaan harus diikat dengan Pancasila, jadi tidak cukup Bhinneka Tunggal Ika tetapi diikat dengan Pancasila," tegasnya.
Menurut Khofifah, keberagaman profesi dan peran masyarakat adalah pintu yang berbeda namun memiliki tujuan yang sama, yakni menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). "Artinya, kita masuk dari pintu yang berbeda tetapi tujuannya sama membangun kebersatuan, persatuan, dan persaudaraan."
Advertisement
Advertisement
Sementara itu, Ketua Umum Paguyuban Mas TRIP Jawa Timur Destry Damayanti mengatakan bahwa Mukernas tahun ini terasa lebih istimewa karena bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan 10 November. "Penyelenggaraan ini menjadi spesial karena berdekatan dengan Hari Pahlawan 10 November," kata Destry.
Destry mengenang bagaimana TRIP berjuang mempertahankan kemerdekaan, membantu TRI (Tentara Republik Indonesia) melawan Belanda meskipun dengan peralatan yang minim. Ia berharap semangat perjuangan para anggota TRIP masa lalu terus diwariskan dari generasi ke generasi.
"Semangat perjuangan inilah yang kami ingin terus jalankan, menjalankan amanah orang tua kami, perjuangan yang diteruskan sampai ke akhir zaman mulai generasi 2, 3 hingga 4," tuturnya.
Advertisement
Destry menambahkan bahwa tantangan masa kini bukan lagi penjajahan fisik, melainkan penjajahan dalam bentuk kebodohan dan kemiskinan. "Untuk itu, generasi muda harus berani mengambil sikap dan selalu berpedoman bahwa semua yang dilakukan untuk kebaikan Indonesia tercinta," pungkasnya.
Sumber: AntaraNews