Kepala BPIP: Jadikan Ramadan sebagai Momentum Merawat Sejarah dan Gotong Royong

Pesan tersebut disampaikan oleh Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Yudian Wahyudi ketika ditemui selepas melaksanakan ziarah di Makam KH Soleh Darat. KH Soleh Darat merupakan salah seorang ulama kenamaan abad 19 yang dikenal luas sebagai guru-guru pahlawan dan pendiri bangsa.

Rita
Oleh Rita - Reporter
Kepala BPIP: Jadikan Ramadan sebagai Momentum Merawat Sejarah dan Gotong Royong
Kepala BPIP Yudian Wahyudi Ketika Ziarah di Makam KH Soleh Darat. ©2022 Merdeka.com

"Bulan Ramadan memiliki keterkaitan erat dengan sejarah perjuangan dan kemerdekaan bangsa Indonesia. Untuk itu, selain kita manfaatkan untuk meningkatkan spiritualitas kita, bulan ramadhan juga harus kita jadikan sebagai momentum untuk merawat sejarah, salah satunya melalui ziarah makam tokoh-tokoh bangsa".

Pesan tersebut disampaikan oleh Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Yudian Wahyudi ketika ditemui selepas melaksanakan ziarah di Makam KH Soleh Darat. KH Soleh Darat merupakan salah seorang ulama kenamaan abad 19 yang dikenal luas sebagai guru-guru pahlawan dan pendiri bangsa, di antaranya KH Hasyim Asyari, KH Ahmad Dahlan dan RA Kartini.

Kegiatan ziarah ini merupakan aktivitas rutin yang dilakukan oleh Kepala BPIP ketika melakukan kunjungan kerja ke daerah. Ia melihat keberadaan makam-makam pahlawan atau tokoh-tokoh bangsa yang tersebar di seluruh Indonesia sebagai sebuah simpul imajiner yang mengikat dimensi kesejarahan, masa depan dan persatuan bangsa.

"Jika kita lihat, letak makam pahlawan yang tersebar di seluruh Indonesia, bahkan banyak pahlawan yang dimakamkan bukan di daerah kelahiran atau basis perjuangannya, menunjukkan bahwa bangsa ini diikat oleh keberadaan pahlawan-pahlawan tersebut," ungkapnya.

Selain melaksanakan ziarah dan doa bersama, Kepala BPIP juga membagi-bagikan sembako kepada juru kunci dan masyarakat sekitar makam KH Sholeh Darat. "Berbagi bukan hanya merupakan bentuk solidaritas, tetapi juga merupakan perilaku yang mencerminkan sikap gotong royong," jelas Yudian.

Tampak hadir bersama Kepala BPIP, Bupati Kabupaten Blora, H. Arief Rohman dan Rektor Universitas Islam Negeri Wali Songo Semarang, Imam Taufiq. Turut mendampingi Kepala BPIP, Kepala Biro Fasilitasi Pimpinan, Hubungan Masyarakat dan Administrasi BPIP, Sunoto Setyo.

Rekomendasi