Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kekeringan parah, 67.320 warga di Wonogiri kekurangan air bersih

Kekeringan parah, 67.320 warga di Wonogiri kekurangan air bersih Ilustrasi. ©2015 merdeka.com/gede nadi jaya

Merdeka.com - Status darurat kekeringan di Kabupaten Wonogiri diperpanjang, setidaknya 67.320 warga yang tersebar di delapan kecamatan kekurangan air bersih. Hujan yang diharapkan pun tak kunjung turun di daerah yang sebagian besar merupakan pegunungan tandus itu.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat memperpanjang status darurat kekeringan yang sebelumnya diberlakukan mulai Juli hingga 31 Oktober lalu, menjadi 30 November 2015. Keputusan tersebut diambil karena hingga memasuki bulan November hujan belum turun.

Kepala BPBD Wonogiri, Bambang Haryanto mengatakan, dari hasil pemetaan Stasiun Klimatologi di Semarang, hujan diprediksi baru akan turun di Wonogiri pada pertengahan November dan secara merata akan terjadi pada akhir November.

"Status darurat kekeringan kami perpanjang sampai 30 November. Kami masih akan memberikan bantuan air bersih ke delapan kecamatan yang mengalami krisis air bersih," ujar Bambang, Rabu (4/11).

Menurut dia, sejumlah wilayah yang paling parah dilanda krisis air bersih di Wonogiri bagian selatan, yaitu Kecamatan Paranggupito, Giritontro, Giriwoyo, Pracimantoro, Eromoko dan Kecamatan Manyaran.

Bambang menambahkan, selama empat bulan terakhir sudah mengirimkan bantuan air bersih ke delapan kecamatan sebanyak 3.628 tangki. Masing-masing tangki berisi antara 6.000 liter sampai 8.000 liter air bersih yang merupakan bantuan dari berbagai instansi dan perorangan.

"Kebutuhan air bersih per hari untuk sekitar 67.320 jiwa itu 538 tangki air bersih, biayanya sekitar Rp 94,2 juta. Semakin panjang masa kemarau, akan semakin besar pula biaya yang dibutuhkan," tutup dia. (mdk/cob)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP