Kejati Periksa 10 Saksi Kasus Dugaan Korupsi Pembangunan Jembatan di Tasikmalaya

Jumat, 23 November 2018 16:57 Reporter : Aksara Bebey
Kejati Periksa 10 Saksi Kasus Dugaan Korupsi Pembangunan Jembatan di Tasikmalaya Ilustrasi Korupsi. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Tim Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat memeriksa sepuluh saksi terkait dugaan korupsi proyek pembangunan jembatan di ruas jalan Ciawi-Singaparna (Cisinga), Kabupaten Tasikmalaya. Para saksi itu diperiksa setelah tim Kejati Jabar menggeledah Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Tasikmalaya,

Kasi Penyidikan Kejati Jabar Januar Reza mengatakan, dalam waktu dekat akan ada tersangka. Namun, pihaknya sedang fokus melakukan pemeriksaan terhadap saksi dan memperkuat alat bukti.

"Kasusnya sekarang sudah masuk penyidikan. Kita masih pemeriksaan saksi-saksi," kata Januar Reza, saat dihubungi wartawan, Jumat (23/11).

Untuk diketahui, pembangunan jembatan dilakukan pada tahun 2017 oleh Pemkab Tasikmalaya dengan nilai anggaran Rp 25 miliar. Hanya saja, dalam pelaksanaan pekerjaannya diduga terjadi mark up biaya serta dan tidak sesuai spesifikasi.

Dari laporan masyarakat itu, Kejati dan tim ahli sudah mengecek jembatan tersebut. Nilai kerugian dalam kasus itu mencapai Rp 1 miliar lebih.

"(Pengerjaan) jembatan enggak dilaksanakan dengan baik kan risiko," ucapnya.

Di singgung mengenai kemungkinan mantan Bupati Tasikmalaya yang kini menjabat sebagai Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum dipanggil sebagai saksi, Reza menyebut hal itu bergantung hasil penyelidikan.

Hanya saja, kata dia, sejauh ini Kejati belum melihat keterlibatan Uu dalam proyek tersebut. "Selama penyidik menemukan ada keterkaitan ya kita panggil, tapi sampai saat ini belum," katanya.

Diberitakan sebelumnya, Kantor Dinas PUPR Kabupaten Tasikmalaya digeledah petugas Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat. Kasipenkum Kejati Jabar Raymond Ali mengatakan bahwa pihaknya pun menggeledah rumah seorang penyedia barang berinisial ER dan kantor PT PGA.

"Belum ada yang ditetapkan tersangka. Ini masih penyidikan umum," katanya saat dihubungi, Senin (12/11)

Dari penggeledahan yang dilakukan, petugas mengamankan sejumlah barang bukti. Di Kantor Dinas PUPR, ada 73 dokumen atau surat beserta 4 buah hardisk disita. Lalu, di kantor PT PGA ada 20 dokumen atau surat beserta cap dan sebuah laptop. [gil]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini