KBRI Cairo beri penghargaan 201 mahasiswa RI berprestasi di Al-Azhar

Senin, 17 September 2018 01:35 Reporter : Iqbal Fadil
KBRI Cairo beri penghargaan 201 mahasiswa RI berprestasi di Al-Azhar Dubes RI di Cairo beri penghargaan untuk mahasiswa Al Azhar. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Sebanyak 201 mahasiswa asal Indonesia yang menempuh pendidikan S-1 di Universitas Al Azhar Mesir meraih penghargaan dari KBRI Cairo. Penghargaan ini merupakan apresiasi terhadap capaian nilai indeks prestasi akademik terbaik saat studi di universitas Islam ternama di dunia ini.

Penghargaan ini diberikan langsung Duta Besar Indonesia untuk Mesir, Helmy Fauzi di Auditorium Markaz Lughah Syech Zayed, Nasr City, Cairo, Minggu (16/9). Selain piagam, para mahasiswa berprestasi ini juga mendapatkan dana insentif. Bagi 16 orang peraih nilai mumtaz (terbaik/cumlaude) diberikan dana 700 pound Mesir. Sedangkan 185 mahasiswa peraih nilai jayyid jiddan (sangat memuaskan) diberi dana insentif 500 pound Mesir.

Dalam sambutannya, Dubes Helmy mengaku bangga melihat capaian mahasiswa Indonesia di Mesir. Menurutnya, mendapatkan nilai akademik tinggi di Universitas Al Azhar terbilang sulit. Apalagi, mahasiswa harus menguasai bahasa arab dengan baik. "Tanpa kesungguhan dan keseriusan serta kerja keras yang tidak pernah kenal lelah, semua prestasi tinggi ini tidak akan dapat diraih," kata dia melalui siaran pers yang diterima merdeka.com di Jakarta.

Oleh karena itu, lanjut Dubes Helmy, prestasi akademik ini harus bisa dipertahankan. Terlebih, tahun ajaran perkuliahan baru akan segera dimulai. "Upayakan agar prestasi ini menular kepada para mahasiswa Indonesia lainnya sehingga mereka mau belajar lebih giat, serta memfokuskan sebagian besar waktu untuk menuntut ilmu," harap dia.

Hingga akhir Agustus 2018, Kantor Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) KBRI mencatat setidaknya ada 5.955 mahasiswa Indonesia yang menimba ilmu di Mesir. Diprediksi, untuk tahun 2018 ini, jumlah mahasiswa Indonesia yang lolos seleksi dan akan memulai studi di Universitas Al-Azhar sebanyak 2.010 orang. Dan hanya sebagian kecil dari mereka berstatus sebagai penerima beasiswa.

Terkait hal ini, pihak KBRI Cairo terus mengupayakan agar mahasiswa Indonesia di Mesir mendapatkan beasiswa dari pemerintah pusat. Hingga kini, Atdikbud KBRI Cairo, Usman Syihab gencar mengupayakan Mesir menjadi salah satu negara tujuan studi program 5.000 doktor dari Kementerian Agama. Selain itu, guna membantu mahasiswa magister dan doktoral di Mesir, KBRI Cairo memberi bantuan dana persiapan sidang tesis sebesar 2.500 pound Mesir (program magister) dan 3.000 pound Mesir (program doktoral).

"Pastinya, penghargaan terhadap mahasiswa Al-Azhar berprestasi ini adalah bukti nyata perhatian pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla terhadap dunia pendidikan dan sekaligus harapannya dapat memacu peningkatan prestasi mahasiswa di Mesir," jelas Dubes Helmy.

Festival Pencak Silat

Sehari sebelumnya, KBRI Cairo juga menggelar Festival Pencak Silat di Pusat Pemuda Algezira, Cairo, Sabtu (15/9) malam. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari mempromosikan seni bela diri tradisional nusantara di Negeri Seribu Menara ini.

Acara Festival Pencak Silat sendiri dimeriahkan oleh beragam atraksi silat dari Perguruan Tapak Suci seperti loncat api. Para pesilat yang tampil pun mayoritas berasal dari warga Mesir. Alhasil, ratusan warga Cairo yang memadati Roman Theater, tempat festival berlangsung, kerap berdecak kagum dengan jurus-jurus silat yang dipertunjukkan.

dubes ri di cairo beri penghargaan untuk mahasiswa al azhar

Festival Pencak Silat yang diselenggarakan KBRI Cairo ©2018 Merdeka.com

Selain Duta Besar Indonesia untuk Mesir, Helmy Fauzi, festival juga dihadiri Utusan kantor Menteri Pemuda dan Olah Raga Mesir Muhammad Elsafty, Direktur Pusat Pemuda Algezira Amjad Zaghlul, dan lebih dari 500 peserta didik pencak silat Tapak Suci serta pengunjung, yang mayoritas merupakan warga Mesir.

Saat membuka kegiatan, Dubes Helmy mengatakan, sekalipun merupakan seni bela diri tradisional, pencak silat telah dikenal luas hingga mancanegara, termasuk di Mesir. Karena itu, lanjut dia, seni bela diri ini perlu dijaga dan dirawat bersama. "Raihan medali emas dalam Asian Games 2018 membuktikan pencak silat adalah warisan budaya Indonesia untuk dunia," ujarnya.

Menurut Dubes Helmy, pencak silat sudah menjadi salah satu sarana diplomasi budaya Indonesia di Mesir. Dalam catatan KBRI Cairo, pencak silat mulai diperkenalkan pada masyarakat Mesir melalui Pusat Kebudayaan Indonesia (Puskin) sejak tahun 2011. Sejak saat itu, seni bela diri ini terus berkembang. Tercatat lebih dari 400 siswa yang belajar dan memperdalam bela diri Pencak Silat di Puskin.

"Angka ini jelas memperlihatkan minat warga Mesir mendalami seni bela diri ini terus meningkat dari hari ke hari," urai Dubes Helmy. [bal]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Mesir
  3. Mahasiswa Inspiratif
  4. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini