Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo baru-baru ini memimpin sebuah apel besar yang melibatkan ribuan pengemudi ojek daring (ojol) di Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Acara ini bertujuan untuk memperkuat sinergi antara kepolisian dan masyarakat dalam menjaga keamanan. Dalam kesempatan tersebut, Kapolri secara langsung meminta bantuan para ojol untuk turut serta menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayahnya.
Permintaan ini disampaikan sebagai bagian dari upaya kolektif untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman dan responsif terhadap berbagai insiden. Para ojol diharapkan menjadi mata dan telinga kepolisian di jalanan. Mereka diminta untuk aktif menginformasikan setiap peristiwa yang mencurigakan atau kejadian darurat yang mereka temui selama bertugas.
Sinergitas ini dipandang krusial untuk mempercepat penanganan informasi yang diterima oleh pihak kepolisian. Dengan demikian, diharapkan setiap tindak kejahatan atau kecelakaan dapat ditangani lebih cepat dan efektif. Kolaborasi ini menunjukkan pengakuan terhadap peran penting ojol dalam struktur sosial dan keamanan.
Advertisement
Advertisement
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menekankan pentingnya peran ojol dalam menjaga kamtibmas, khususnya di jalan raya. Mereka memiliki mobilitas tinggi dan jangkauan luas. Ini menjadikan ojol sebagai mitra strategis bagi kepolisian dalam pengawasan lingkungan.
"Termasuk juga bagaimana membantu dalam hal menginformasikan terkait peristiwa-peristiwa yang terjadi di jalan, baik itu kecelakaan maupun peristiwa kejahatan," ujar Kapolri dalam keterangan yang dikonfirmasi di Jakarta, Sabtu. Pernyataan ini menegaskan harapan kepolisian terhadap kontribusi aktif para ojol.
Sinergisitas antara kepolisian dan ojol ini diharapkan dapat mempercepat respons terhadap informasi. Dengan adanya laporan cepat dari para ojol, pihak berwajib bisa segera bergerak. Hal ini sangat penting untuk mengungkap kejahatan yang meresahkan masyarakat dan menjaga ketertiban umum.
Advertisement
Kolaborasi ini juga bertujuan untuk menciptakan rasa aman bagi seluruh pengguna jalan. Kehadiran ojol yang responsif dapat mengurangi potensi tindak kriminalitas. Mereka menjadi garda terdepan dalam pengawasan lingkungan sekitar dan memberikan informasi awal yang krusial.
Advertisement
Selain peran keamanan, Kapolri juga menyoroti kontribusi ojol dalam menggerakkan perekonomian. Mereka telah menjadi elemen penting, baik di tingkat daerah maupun nasional. Keberadaan ojol menciptakan lapangan kerja dan mempermudah akses layanan bagi masyarakat.
"Ini menjadi satu rantai tersendiri yang tentunya bisa mendukung pertumbuhan ekonomi," kata Kapolri. Pandangan ini menunjukkan pengakuan pemerintah terhadap dampak positif sektor transportasi daring. Sektor ini terus berkembang pesat dan memberikan kontribusi signifikan terhadap kesejahteraan.
Lebih lanjut, Kapolri juga mengapresiasi inisiatif Polda Jabar yang memberikan pelatihan bantuan hidup dasar (BHD) kepada para ojol. Pelatihan ini sangat vital untuk meningkatkan kemampuan ojol dalam situasi darurat. Mereka bisa memberikan pertolongan pertama pada korban kecelakaan atau kondisi medis lainnya.
Advertisement
Pelatihan BHD ini sangat penting untuk menyelamatkan nyawa masyarakat dalam waktu kritis atau 'golden time'. Dengan bekal ini, ojol tidak hanya menjadi pengantar barang atau penumpang. Mereka juga bisa menjadi penyelamat di saat-saat genting sebelum bantuan medis tiba dan memberikan pertolongan pertama yang efektif.
Sumber: AntaraNews