John Herdman Bela Ramadhan Sananta, Sebut Perannya Mirip Olivier Giroud di Timnas Indonesia
Pelatih Timnas Indonesia John Herdman pasang badan membela Ramadhan Sananta dari kritik, membandingkan perannya dengan Olivier Giroud. Temukan mengapa kontribusi Ramadhan Sananta sangat vital bagi tim Garuda!
Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, memberikan pembelaan kuat terhadap penampilan striker Ramadhan Sananta. Pembelaan ini muncul setelah Sananta menerima banyak kritikan dari warganet karena gagal mencetak gol dalam kemenangan 4-0 melawan Saint Kitt dan Nevis pada Jumat lalu. Pertandingan tersebut berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, di mana Sananta bermain selama 72 menit tanpa menyumbangkan gol.
Herdman menyatakan bahwa kritik yang dilayangkan kepada Ramadhan Sananta di media sosial tidak pantas. Ia menekankan bahwa standar penilaian terhadap pemain harus lebih baik sebagai sebuah bangsa. Menurutnya, peran Sananta lebih dari sekadar mencetak gol, melainkan krusial dalam membuka ruang dan menjadi lini pertama dalam pressing tim.
Pelatih asal Inggris itu bahkan membandingkan peran Ramadhan Sananta dengan Olivier Giroud, striker timnas Prancis di Piala Dunia 2018. Giroud, meski tidak mencetak gol, dianggap sebagai pemain penting yang kontribusinya sangat dihargai oleh timnya. Herdman menegaskan bahwa Sananta juga memiliki peran serupa di Timnas Indonesia.
Kritik dan Pembelaan John Herdman atas Ramadhan Sananta
Ramadhan Sananta menjadi sasaran kritik pedas setelah pertandingan melawan Saint Kitt dan Nevis, di mana ia tidak berhasil mencatatkan namanya di papan skor. Banyak warganet menganggap penampilannya kurang maksimal karena absennya gol dari seorang striker. Namun, John Herdman dengan tegas membantah pandangan tersebut, menyebut komentar di media sosial tidak pantas.
Herdman menjelaskan bahwa kontribusi seorang striker tidak selalu diukur dari jumlah gol yang dicetak. Ia menyoroti peran taktis yang dimainkan Ramadhan Sananta di lapangan. "Beberapa komentar di media sosial tidak pantas. Kita harus punya standar yang lebih baik sebagai bangsa. Perannya adalah membuka ruang, menjadi lini pertama dalam pressing," kata Herdman di Stadion Madya Gelora Bung Karno, Jakarta.
Perbandingan dengan Olivier Giroud menjadi poin utama dalam pembelaan Herdman. "Jika Anda lihat Olivier Giroud, dia pernah tidak mencetak gol di Piala Dunia (2018), tapi tidak dikritik karena kontribusinya untuk tim," tambah Herdman. Ini menunjukkan bahwa Herdman melihat adanya kesamaan fundamental dalam gaya bermain dan kontribusi kedua pemain.
Herdman menegaskan bahwa Ramadhan Sananta adalah tipe pemain yang bermain untuk tim, bukan semata-mata mencari gol pribadi. Pembelaan ini diharapkan dapat meredakan tekanan pada Sananta dan mengedukasi publik tentang aspek-aspek lain dalam sepak bola yang sering terabaikan.
Peran Vital Ramadhan Sananta di Lapangan
Lebih lanjut, John Herdman memuji pergerakan tanpa bola yang dilakukan oleh Ramadhan Sananta. Menurutnya, pergerakan ini sangat bermanfaat bagi pemain-pemain lain di Timnas Indonesia. Sananta secara efektif menciptakan ruang bagi gelandang dan penyerang lain untuk melakukan penetrasi dan menciptakan peluang.
"Pergerakannya membuka ruang bagi Ole Romeny, Ragnar, Beckham, dan lainnya," jelas Herdman. Ini menunjukkan bahwa Sananta berperan sebagai 'pemecah' pertahanan lawan, menarik perhatian bek sehingga rekan-rekannya memiliki lebih banyak kebebasan bergerak. Kontribusi ini seringkali tidak terlihat dalam statistik, namun sangat krusial dalam strategi tim.
Herdman berharap para suporter dapat lebih tenang dan menghargai kerja keras Ramadhan Sananta. Ia menekankan bahwa Sananta sangat bangga menjadi orang Indonesia dan sulit melihat kritik berlebihan terhadap pemain yang telah memberikan segalanya untuk tim. "Kita harus menjadi lebih baik sebagai bangsa," ujarnya, menyerukan dukungan yang lebih konstruktif.
Kontribusi taktis Ramadhan Sananta, seperti kemampuan membuka ruang dan menjadi lini pertama dalam pressing, adalah elemen penting dalam sistem permainan yang diterapkan Herdman. Tanpa peran ini, efektivitas serangan Timnas Indonesia bisa berkurang secara signifikan, meskipun tidak terekam dalam jumlah gol.
Statistik dan Kontribusi Ramadhan Sananta di Klub dan Timnas
Meskipun mendapat kritik, catatan statistik Ramadhan Sananta menunjukkan bahwa ia adalah penyerang yang produktif. Di musim ini, Sananta telah mencetak empat gol dan dua assist untuk klub barunya, DPMM FC, yang berkompetisi di Liga Malaysia. Angka ini membuktikan kemampuannya dalam memberikan kontribusi langsung terhadap gol timnya.
Untuk Timnas Indonesia senior, striker kelahiran Daik, Sumatera Utara ini juga memiliki rekam jejak yang cukup baik. Sananta telah mengumpulkan 17 caps dengan torehan enam gol. Statistik ini menunjukkan bahwa ia adalah pilihan reguler dan telah membuktikan diri sebagai pencetak gol di level internasional.
"Kami membutuhkan Ramadhan Sananta," kata Herdman, menegaskan pentingnya keberadaan Sananta dalam skuadnya. Pernyataan ini bukan hanya pembelaan, tetapi juga pengakuan atas nilai taktis dan kontribusi yang dibawa Sananta ke dalam tim, terlepas dari ekspektasi publik yang hanya berfokus pada gol.
Dengan kombinasi kemampuan mencetak gol di level klub dan kontribusi taktis yang vital di Timnas, Ramadhan Sananta adalah aset berharga bagi sepak bola Indonesia. Penting bagi semua pihak untuk melihat performanya secara holistik, tidak hanya dari satu aspek saja.
Sumber: AntaraNews