Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Jaksa beberkan kongkalikong politisi Golkar suap ketua Pengadilan Tinggi Manado

Jaksa beberkan kongkalikong politisi Golkar suap ketua Pengadilan Tinggi Manado Sidang suap hakim Pengadilan Tinggi Manado. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Anggota Komisi XI DPR Aditya Anugrah Moha didakwa memberi suap 120.000 dolar Singapura kepada Ketua Pengadilan Tinggi Manado, Sudiwardono. Pemberian suap bertujuan agar Sudi memutus bebas upaya banding yang diajukan Marlina Moha Siahaan, ibu kandung Aditya.

"Mendakwa Aditya Anugrah Moha telah memberikan sejumlah hadiah atau janji berupa uang kepada Sudiwardono sebagai penyelenggara negara, Ketua Pengadilan Tinggi Manado," ujar Jaksa Penuntut Umum pada KPK, Dody Sukomono saat membacakan surat dakwaan milik Aditya di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Rabu (28/2).

Pemberian suap berawal saat Marlina, ibu Aditya, divonis bersalah oleh Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Manado dan dijatuhi pidana penjara 5 tahun denda Rp 200 juta serta mewajibkan membayar uang pengganti Rp 1 miliar. Marlina dinyatakan bersalah karena telah melakukan tindak pidana korupsi terhadap Tunjangan Pokok Aparatur Pemerintah Desa Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara.

Atas putusan tersebut, baik jaksa penuntut umum ataupun pihak kuasa hukum Marlina ajukan fikir-fikir untuk menentukan langkah hukum selanjutnya. Pada tanggal 21 Juli, ketua tim kuasa hukum Marline bertemu dengan Aditya guna membahas hasil putusan Pengadilan Tipikor. Saat itu, Aditya yang saat ini menjabat sebagai anggota Komisi XI DP itu meminta tim kuasa hukum ajukan banding.

"Pada tanggal 21 Juli pukul 19.00 WITA, ketua tim penasihat hukum Marlina, Feri Satria, bertemu dengan terdakwa membahas putusan Pengadilan Negeri. Terdakwa meminta agar tim penasihat hukum ajukan banding," ujar Dody.

Tiga hari setelah pertemuan itu, 24 Juli, kuasa hukum Marlina mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi Manado. Dua hari kemudian, dalam satu acara di Mahkamah Agung, Sudi dihampiri Hakim Tinggi, Palu yang menyatakan ada saudaranya yakni Marlina meminta bantuan Sudi menangani perkaranya yang saat ini tengah melakukan upaya banding. Sudi kemudian diberikan nomor kontak Aditya untuk berkomunikasi lebih lanjut.

Sudi dan Aditya akhirnya berkomunikasi. Dalam komunikasinya, Aditya meminta agar Pengadilan Tinggi tidak melakukan penahanan terhadap ibunya. Permintaan Aditya diamini Sudi.

"Ya nanti saya bantu ibumu tidak ditahan namun harus ada perhatian," ucap Sudi saat itu.

Uang 80.000 dolar Singapura dikirim ke rumah Sudi di Yogyakarta. Permintaan Aditya terealisasi dengan tidak ditahannya Marlina. Namun, ada permintaan lain dari Politisi Golkar tersebut. Dia minta agar sang ibu terbebas dari segala pidana. Atas permintaan tersebut, Sudi menambah biaya.

"Kalau ingin bebas tambah lagi 40.000 dolar Singapura," ujar Jaksa Mayhafi.

Uang tersebut diberikan Aditya. Namun baru terealisasi 30.000 dolar Singapura. Sedangkan 10.000 dolar Singapura belum diberikan sampai Sudi menepati janji membebaskan Marlina dari pidana.

Atas perbuatannya, Aditya didakwa melanggar Pasal 6 ayati 1 dan atau Pasal 13 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 Jo Pasal 64 KUHP.

(mdk/noe)
ATAU
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP
Bupati Sidoarjo Sempat Lolos OTT, KPK Buka Suara

Bupati Sidoarjo Sempat Lolos OTT, KPK Buka Suara

OTT terkait kasus dugaan korupsi pemotongan insentif ASN Sidoarjo yang mencapai Rp2,7 Miliar.

Baca Selengkapnya
Didukung Koalisi Besar, Gerindra Optimistis Suara Prabowo di Sumsel Lampaui 68 Persen

Didukung Koalisi Besar, Gerindra Optimistis Suara Prabowo di Sumsel Lampaui 68 Persen

Bergabungnya Partai Golkar dan PAN dalam koalisi pendukung Prabowo sebagai Calon Presiden 2024 membawa angin segara kepada pengurus Partai Gerindra di daerah.

Baca Selengkapnya
Calegnya Diduga Terlibat Politik Uang, Demokrat: Sudah Ditangani Bawaslu, Kita Hormati

Calegnya Diduga Terlibat Politik Uang, Demokrat: Sudah Ditangani Bawaslu, Kita Hormati

"Sudah ditangani oleh pihak Bawaslu. Kita hormati prosesnya," Ketua DPD Partai Demokrat DKI Jakarta, Mujiyono

Baca Selengkapnya
Kamu sudah membaca beberapa halaman,Berikut rekomendasi
video untuk kamu.
SWIPE UP
Untuk melanjutkan membaca.
Politikus PDIP Duga Ada Upaya Akali Hasil Pemilu untuk Ketua DPR dan Paksakan 1 Partai Dekat Penguasa Lolos

Politikus PDIP Duga Ada Upaya Akali Hasil Pemilu untuk Ketua DPR dan Paksakan 1 Partai Dekat Penguasa Lolos

Partai ini disebut-sebut masih dekat dengan penguasa di Istana.

Baca Selengkapnya
Perjalanan Hidup De Gadjah: Tak Punya Cita-cita Terjun ke Dunia Politik, Kini Pimpin Gerindra Bali

Perjalanan Hidup De Gadjah: Tak Punya Cita-cita Terjun ke Dunia Politik, Kini Pimpin Gerindra Bali

Di jajaran Ketua-ketua partai politik di Bali, Made Muliawan Arya bisa disebut sebagai yang paling muda usianya.

Baca Selengkapnya
Pelaku Pemerkosaan Libatkan Anak Pejabat di Gowa Bertambah Satu, Ini Perannya

Pelaku Pemerkosaan Libatkan Anak Pejabat di Gowa Bertambah Satu, Ini Perannya

Satu pelaku pemerkosaan terhadap seorang wanita di Danau Mawang diamankan berinisial AR.

Baca Selengkapnya
Ini Jagoan Gerindra Buat Pilkada DKI Jakarta 2024

Ini Jagoan Gerindra Buat Pilkada DKI Jakarta 2024

Sejumlah partai politik mulai memunculkan nama-nama yang digadang-gadang maju Pilkada DKI.

Baca Selengkapnya
Bawaslu Terima Laporan Dugaan Penggelembungan Suara di Mojokerto

Bawaslu Terima Laporan Dugaan Penggelembungan Suara di Mojokerto

Laporan itu berasal dari calon anggota legislatif (caleg) DPRD Kabupaten Mojokerto Dapil III dari Partai Demokrat, yaitu Surasa dan Ananda Ubaid Sihabuddin Arg

Baca Selengkapnya
Caleg DPR RI Partai Demokrat Ditetapkan sebagai Tersangka Kasus Dugaan Politik Uang

Caleg DPR RI Partai Demokrat Ditetapkan sebagai Tersangka Kasus Dugaan Politik Uang

Calon Legislatif (Caleg) DPR RI Partai Demokrat Syarifuddin Dg Punna ditetapkan sebagai tersangka kasus politik uang.

Baca Selengkapnya