Jadi Klaster Corona, Penutupan Warung Makan Kepala Manyung di Semarang Diperpanjang
Merdeka.com - Satuan gugus tugas (Satgas) covid-19 kecamatan Semarang Barat, Semarang memperpanjang penutupan salah satu warung makan kepala manyung yang berada di kelurahan Krobokan Semarang hingga 18 September 2020. Penutupan selama 6 hari, terhitung mulai 12 September hingga 18 September 2020.
"Ada dua orang positif covid-19 yang sebelumnya data pasien 18 orang update jadi 20 tadi malam. Maka kami putuskan perpanjang penutupan warung makan, sambil petugas BPBD, Damkar melakukan penyisiran penyemprotan disinfektan lagi," kata Lurah Krobokan Sarno, Sabtu (12/9).
Dia menyebut warung makan kepala manyung di wilayah Krobokan tersebut ramai pengunjung setelah Pemda setempat terapkan era kebiasaan baru. Sejumlah pengunjung dari luar provinsi Jawa Tengah berdatangan ke warung makan tersebut dengan tingkat kedisiplinan kurang.
"Saya pernah tegur sama gugus tugas setempat, tapi kerabat pemilik warung tidak menghiraukan. Sudah kami minta untuk semua pengunjung discrening pakai thermogun, cuci tangan, jaga jarak masih saja saya lihat berjubel pengunjungnya," ungkapnya.
Atas kejadian ini, pihaknya mewanti-wanti para pengelola toko hingga rumah makan atau pusat keramaian lainnya memperketat penerapan protokol kesehatan pencegahan covid-19. Sarno memastikan akan berkoordinasi dengan Satpol PP Kota Semarang bakal menerapkan sanksi ketika ada yang membandel.
"Kami langsung peringatkan dulu, kalau membandel dan terlalu nekat abai protokol kesehatan kami akan proses penutupan. Ini untuk kepentingan masyarakat, demi pencegahan covid-19. Kami tekankan pengelola itu untuk membantu," tegasnya.
Sementara itu, terkait seorang ibu hamil yang terpapar covid-19 saat ini sudah melahirkan bayi pada Jumat (11/9) malam, kondisinya dalam keadaan sehat. "Bayinya laki-laki lahir dengan sehat. Untuk ibunya sekarang sedang menjalani karantina di rumah dinas Wali Kota Semarang," ungkapnya.
Direktur Utama RSUD KRMT Wongsonegoro, Susi Herawati mengatakan seorang ibu hamil yang terpapar covid-19 saat ini sudah melahirkan bayi dalam keadaan sehat pada Jumat (11/9) malam. Terkait nama seorang ibu hamil, pihaknya belum bisa memberikan identitasnya. Meski dalam kondisi positif Covid-19, dia memastikan bahwa kondisi ibu maupun bayinya saat ini sehat.
"Ibunya dan bayinya sekarang sehat. Identitasnya tidak bisa kami sebutkan karena yang berhak tahu keluarganya saja," tutupnya.
(mdk/cob)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya