Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan, berdasarkan pengecekan ke Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) belum ada penelitian resmi yang membuktikan keberadaan kandungan energi di pulau yang menjadi sengketa Aceh dan Sumatera Utara.
Mensesneg mengatakan sempat beredar isu bahwa wilayah empat pulau tersebut mengandung sumber daya energi besar yang memicu perebutan kepentingan.
"Padahal, kami cek ke ESDM, belum pernah ada penelitian di tempat-tempat tersebut memiliki kandungan energi," ujar Prasetyo di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (1/6).
Dia juga mengajak seluruh pihak untuk bersikap waspada dan mawas diri dalam menerima informasi. Menurut Mensesneg, penyelesaian damai yang dicapai saat ini membuktikan bahwa komunikasi dan niat baik antarpihak mampu meredam potensi konflik.
"Karena ternyata apa yang berkembang di masyarakat, sekarang bisa terselesaikan dengan baik," katanya.
Advertisement
Politikus Gerindra ini mengemukakan penyelesaian sengketa empat pulau di perbatasan Provinsi Aceh dan Sumatera Utara berhasil dicapai berkat sikap kenegarawanan pemimpin daerah.
Seusai menghadiri konferensi pers penyelesaian konflik empat pulau tersebut, Prasetyo mengatakan bahwa Gubernur Aceh Muzakir Manaf dan Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution mengutamakan kepentingan nasional dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
"Beliau-beliau berdua, para gubernur, tokoh-tokoh negarawan yang berpikir untuk kepentingan bersama-sama dalam bingkai NKRI," ujar
Ia mengingatkan agar masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang menyimpang dari substansi permasalahan, terlebih yang berkembang tanpa dasar fakta yang kuat.
"Ini juga warning buat kita. Jangan karena ada masalah, kemudian isunya digeser ke mana-mana, nanti terjadi saling gesekan, saling tidak percaya satu sama lain," ujarnya.