Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Irwasum sebut 5 tahun terakhir 126 polisi terlibat narkoba dipecat

Irwasum sebut 5 tahun terakhir 126 polisi terlibat narkoba dipecat Irwasum Mabes Polri cek tahanan narkoba di Semarang. ©2016 merdeka.com/parwito

Merdeka.com - Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Mabes Polri Komjen Pol Dwi Priyatno mengungkapkan Polri tidak akan mentolelir anggota Polri yang terlibat dalam kasus narkoba. Baik itu terlibat sebagai pengguna, pengedar maupun bandar.

Untuk itu, Mabes Polri tidak akan segan-segan melakukan pemecatan terhadap anggota Polri yang terbukti terlibat dengan jaringan narkoba. Buktinya, menurut mantan Kapolda Jateng Dwi Priyanto ini, selama kurun waktu lima tahun terakhir, Mabes Polri telah memecat sebanyak 126 anggota Polri yang terlibat kasus narkoba.

"Banyak yang dipecat. Waktu saya masih Kapolda di sini ada 17 itu seingat saya. Jadi lima tahun terakhir di Indonesia ada 126 anggota yang di PTDH karena narkoba. Ada 126 selama lima tahun terakhir. Ada datanya di Propam Mabes Polri," ungkap Dwi Priyatno usai mengecek tahanan narkoba di Gedung Satuan Tahanan dan Barang Bukti (Sat Tahti) di Mapolrestabes Semarang, Jalan Dr Soetomo, Kota Semarang, Jawa Tengah, Kamis (22/9).

Dwi Priyatno menjelaskan, sesuai dengan pernyataan Presiden Jokowi bahwa di Indonesia sudah pada kondisi darurat narkoba, tentunya kasus narkoba sesuai dengan perintah Kapolri Jenderal Tito Karnavian program pemberantasan kasus narkoba menjadi salah satu prioritas utama di Mabes Polri.

"Bapak Presiden kan sudah menyatakan bahwa Indonesia dalam kondisi darurat narkoba. Maka, saya perintahkan kepada internal Polri untuk tidak sekali-kali terlibat dalam kasus narkoba," ujar pria kelahiran Purbalingga, Jawa Tengah ini.

Selain itu, kedatangan dirinya di Mapolrestabes Semarang ini untuk melihat langsung sampai sejauh mana kinerja anggota Polri. Sebab, sesuai dengan perintah Kapolri anggota Polri harus jujur, terpercaya dan modern.

"Sampai sejauh mana program Kapolri jujur, terpercaya, modern sesuai perintah Pak Kapolri. Kita juga mengevaluasi dan mengawasi katanya ada penyimpangan-penyimpangan. Kita yang akan meluruskan. Termasuk revolusi mental dan sebagainya, pembenahan, pengawasan juga ditingkatkan," ungkap mantan Kapolda Metro Jaya itu.

Dwi Prayitno berjanji akan mengumumkan hasil temuan-temuan selama dirinya melakukan kegiatan Pengawasan dan Pemeriksaan (Wasrik) di beberapa Polda, Polres, Polrestabes di seluruh Indonesia nantinya.

"Baru besok diumumkan. Ada temuan bidang SDM berapa. Ya pengevaluasian internal. Kita berharap kan internal ini supaya bisa melaksanakan tugas dengan baik. Supaya lebih profesional. Jangan sampai ada penyimpangan-penyimpangan," katanya. (mdk/dan)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP