Iriawan tepis digeser jadi asisten Kapolri karena kasus Novel

Iriawan tepis digeser jadi asisten Kapolri karena kasus Novel. Iriawan mensyukuri rotasi tersebut. Menurut dia, rotasi tersebut bentuk kepercayaan pimpinan kepadanya.

Nur Habibie
Oleh Nur Habibie - Reporter
Iriawan tepis digeser jadi asisten Kapolri karena kasus Novel
Kapolda Metro Jaya Irjen Mochammad Iriawan. ©2016 merdeka.com/yayu

Kapolda Metro Jaya Muhammad Iriawan dirotasi menjadi Asisten Operasi Kapolri. Pergeseran itu tertuang dalam Surat Telegram Polri dengan nomor ST/1768/VII/2017 tertanggal 20 Juli 2017.Iriawan mensyukuri rotasi tersebut. Menurut dia, rotasi tersebut bentuk kepercayaan pimpinan kepadanya."Alhamdulillah. Makasih ya," kata Iriawan saat menghadiri acara Halal Bihalal Kapolri bersama Ormas Islam di gedung SMESCO, Pancoran, Jakarta Selatan, Kamis (20/7).Dia menegaskan pergantian jabatan tersebut karena adanya penyegaran di badan kepolisian. Termasuk soal belum kelarnya beberapa kasus yang penyidikannya saat ini masih berjalan seperti kasus penyiraman air keras ke penyidik KPK, Novel Baswedan."Nggak ada apa-apa. Enggak ada," katanya.Menurut mantan Kadivpropam ini jabatan itu adalah amanah. Sehingga dia berjanji akan menjalankan tugas di posisi baru dengan sebaik mungkin."Amanah akan saya jalankan maksimal seperti saya jadi Kapolda Metro Jaya. Tentunya itu kepercayaan pimpinan kepada saya, itu saja," ujarnya.Dalam Surat Telegram Polri dengan nomor ST/1768/VII/2017 tertanggal 20 Juli 2017 telah terbit. Dalam surat keputusan terbaru Kapolda Metro Jaya, Irjen M Iriawan digeser dari jabatannya menjadi Asisten Operasi Kapolri.Posisi yang ditinggal oleh Iriawan, nantinya akan digantikan oleh Irjen Pol Idham Azis yang sebelumnya menjabat Kadivpropam Mabes Polri. Sedangkan posisi Kadiv Propam diisi oleh Brigjen Martuani Sormin yang sebelumnya jabat Kapolda Papua Barat.Diketahui, hari ini tepat 100 hari proses hukum penyidikan kasus penyiraman dialami Novel Baswedan. Namun hingga kini penyidikan tersebut belum terungkap.

Rekomendasi