Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, baru-baru ini mendesak Jakarta untuk tidak gentar terhadap Ancaman Tarif AS. Desakan ini terkait perdagangan dengan Teheran yang disebutnya tetap menguntungkan kedua belah pihak.
Pernyataan tersebut disampaikan Boroujerdi dalam sebuah wawancara khusus di Jakarta pada hari Jumat. Ia menegaskan bahwa Washington tidak memiliki hak untuk mendikte kebijakan negara-negara berdaulat seperti Indonesia.
Menurut Boroujerdi, hubungan ekonomi Iran dengan Indonesia dan negara lain terus berlanjut. Ini terjadi meskipun ada tekanan signifikan dari Amerika Serikat.
Advertisement
Advertisement
Boroujerdi optimistis terhadap ketahanan ekonomi Iran. Ia menyatakan bahwa lebih dari 100 negara masih mempertahankan hubungan ekonomi dengan Iran. Negara-negara ini tidak menghadapi masalah serius akibat sikap Washington.
“Saya katakan kepada Indonesia untuk tidak takut. Mereka tidak bisa berbuat apa-apa,” ujar Boroujerdi. Ia menambahkan bahwa setiap perusahaan dan negara yang memiliki hubungan reguler dengan Iran akan sangat diuntungkan.
Ia juga mengakui bahwa sanksi dan Ancaman Tarif AS memang menciptakan tantangan bagi Iran. Namun, tantangan ini bukanlah hal baru bagi Teheran. Iran telah berada di bawah sanksi berat AS selama lebih dari 47 tahun.
Advertisement
Meskipun ada pembatasan, ekonomi dan kemampuan teknologi Iran terus berkembang. Boroujerdi menyoroti kemajuan dalam pendidikan, teknologi, dan industri. Ini menunjukkan perkembangan signifikan dibandingkan puluhan tahun lalu.
Advertisement
Boroujerdi menekankan bahwa negara-negara besar tidak dapat memaksa negara lain untuk mematuhi tindakan sepihak. Ia berpendapat bahwa Ancaman Tarif AS serupa telah mengganggu ekonomi global dalam beberapa tahun terakhir.
“Semua negara merdeka percaya bahwa Amerika Serikat bukanlah raja dunia. Mereka tidak bisa mendikte aturan kepada negara-negara merdeka seperti Indonesia,” tegasnya.
Menurutnya, banyak negara telah menderita akibat ketegangan perdagangan. Tantangan lain terkait tarif dan sengketa geopolitik juga turut memperburuk situasi.
Advertisement
Presiden AS Donald Trump pada Januari mengumumkan tarif 25 persen. Tarif ini diberlakukan pada negara-negara yang terus berdagang dengan Iran.
Advertisement
Duta Besar Iran menyerukan Indonesia dan negara-negara lain untuk memperluas kerja sama bilateral dan multilateral dengan Iran. Langkah ini penting untuk menghadapi ketidakpastian ekonomi global.
“Jika mereka ingin melewati era sulit ini, mereka harus memperluas kerja sama,” katanya. Ia menambahkan bahwa negara-negara harus menunjukkan kepada Amerika Serikat bahwa mereka tidak dapat memaksakan aturan kepada seluruh dunia.
Boroujerdi menegaskan bahwa Amerika Serikat adalah satu negara di antara banyak negara berdaulat. “Amerika Serikat adalah satu negara. Ia bisa bekerja sama dengan negara lain, tetapi tidak bisa membuat aturan untuk dunia modern,” pungkasnya.
Advertisement
Sumber: AntaraNews