Sanksi AS
-
News •Kuba Luncurkan Reformasi Ekonomi Besar-besaran, Hadapi Tekanan AS dan Pulihkan PariwisataPresiden Kuba Miguel Diaz-Canel mengumumkan paket reformasi ekonomi komprehensif untuk merevitalisasi perekonomian negara, mengurangi sentralisasi, dan memberikan otonomi lebih besar, meskipun menghadapi tekanan dari AS.
-
News •Sanksi AS Tak Jamin Kendali Selat Hormuz, Otoritas Teluk Persia Tegaskan SikapOtoritas Selat Teluk Persia Iran menolak keras sanksi AS yang baru dijatuhkan, menegaskan bahwa tindakan tersebut tidak akan memberikan kendali Washington atas Selat Hormuz yang strategis.
-
News •AS-Iran Segera Teken Kesepakatan Gencatan Senjata 60 Hari, Buka Kembali Selat Hormuz Demi Perundingan NuklirAmerika Serikat dan Iran bersiap meneken kesepakatan gencatan senjata 60 hari, membuka Selat Hormuz dan memungkinkan Teheran menjual minyak, sekaligus membuka jalan bagi perundingan nuklir krusial.
-
News •AS Jatuhkan Sanksi Terhadap Empat Individu Terkait Flotilla GazaDepartemen Keuangan AS resmi menjatuhkan Sanksi AS Flotilla Gaza kepada empat individu yang diduga terlibat dalam armada pro-Hamas yang berupaya masuk ke Jalur Gaza.
-
News •Dubes Iran Klaim Kemenangan Perang 40 Hari, AS Terima 10 Tuntutan Gencatan Senjata TeheranDuta Besar Iran untuk Indonesia mengklaim kemenangan negaranya setelah 40 hari berperang melawan AS dan Israel, dengan AS "terpaksa" menerima 10 tuntutan gencatan senjata yang diajukan Teheran, menjadi dasar negosiasi mendatang.
-
News •Iran Desak Indonesia Abaikan Ancaman Tarif AS, Tegaskan Washington Tak Bisa Mendikte Negara MerdekaDuta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, mendesak Jakarta untuk tidak gentar terhadap Ancaman Tarif AS terkait perdagangan dengan Teheran, menegaskan Washington tak bisa mendikte negara merdeka. Simak alasannya.
-
News •Beijing Tegas Bantah Klaim Trump soal Taiwan, Sebut Urusan Dalam NegeriKementerian Luar Negeri China secara tegas membantah klaim Donald Trump mengenai Taiwan, menegaskan bahwa isu Taiwan adalah urusan dalam negeri yang tidak mentolerir campur tangan pihak luar. Bantahan China soal Taiwan ini menunjukkan ketegangan yang meni
-
News •Fakta Unik: China Tetap Lanjutkan Kerja Sama Energi dengan Rusia, Acuhkan Ancaman Trump yang Ingin Hentikan Pembelian MinyakChina tegaskan akan terus melanjutkan Kerja Sama Energi China Rusia, mengabaikan ancaman Presiden AS Donald Trump yang ingin Beijing berhenti membeli minyak dari Moskow.