Indonesia Urutan Keempat Terbesar dalam Konten Pornografi Anak, 48 Persen Anak Alami Perundungan Online

Selain kasus pornografi anak, Meutya juga mengungkap tingginya angka perundungan online dan paparan judi online di kalangan anak-anak Indonesia.

Muhammad Genantan Saputra
Indonesia Urutan Keempat Terbesar dalam Konten Pornografi Anak, 48 Persen Anak Alami Perundungan Online
Ilustrasi pornografi. (Image by vectorjuice on Freepik) (@ 2023 merdeka.com)

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengungkapkan bahwa Indonesia mencatat lebih dari 5,5 juta konten pornografi anak dalam empat tahun terakhir. Dengan angka tersebut, Indonesia menempati urutan keempat terbesar di dunia dalam jumlah konten pornografi anak.

Hal ini disampaikan Meutya dalam acara pengesahan Peraturan Pemerintah tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (28/3), yang dihadiri oleh Presiden Prabowo Subianto.

"Bapak Presiden, memperhatikan kondisi saat ini di mana banyak kejahatan terhadap anak, ditemukan lebih dari 5.500.000 kasus konten pornografi anak di Indonesia dalam empat tahun terakhir. Angka ini sayangnya menempatkan Indonesia sebagai negara keempat terbesar di dunia dalam kasus ini," ujar Meutya.

Selain kasus pornografi anak, Meutya juga mengungkap tingginya angka perundungan online dan paparan judi online di kalangan anak-anak Indonesia.

"Sebanyak 48 persen anak-anak Indonesia mengalami perundungan online, serta 80.000 anak di bawah usia 10 tahun telah terpapar judi online," ungkapnya.

Ingatkan Anak untuk Rajin Belajar dan Jauhi Hal Negatif

Menanggapi data tersebut, Presiden Prabowo Subianto mengingatkan para siswa SD, SMP, dan SMA untuk rajin belajar serta menjauhi hal-hal negatif yang dapat merusak masa depan mereka.

"Hati-hati semua anak-anak, jangan ikut-ikut hal-hal yang negatif, kalian harus belajar yang baik," ujar Prabowo.

Menurutnya, anak-anak Indonesia adalah masa depan bangsa, sehingga pemerintah berkomitmen untuk menyiapkan masa depan yang lebih baik bagi mereka.

"Masa depan Anda cerah, masa depan Indonesia cerah, dan kami semua di sini bekerja untuk menyiapkan masa depan anak-anak yang lebih baik," pungkasnya.

Rekomendasi