Indonesia-Prancis Sepakati Deklarasi Visi Menuju 100 tahun Hubungan Diplomatik

Kunjungan kenegaraan Presiden Macron ke Indonesia juga bertepatan dengan peringatan 75 tahun hubungan diplomatik kedua negara.

Lizsa Egeham
Oleh Lizsa Egeham - Reporter
Indonesia-Prancis Sepakati Deklarasi Visi Menuju 100 tahun Hubungan Diplomatik
Indonesia-Prancis Sepakati Deklarasi Visi Menuju 100 tahun Hubungan Diplomatik (Merdeka.com)

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Presiden Prancis Emmanuel Macron menyepakati Deklarasi Visi Bersama menuju 100 tahun hubungan diplomatik Indonesia–Prancis di tahun 2050. Kesepakatan ini dicapai dalam pertemuan bilateral kedua kepala negara di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (28/5).

"Hari ini kami sepakat untuk melangkah lebih jauh lagi dengan mengadopsi deklarasi visi bersama menuju 100 tahun hubungan Indonesia-Prancis di tahun 2050. Ini juga menunjukkan komitmen kita untuk meningkatkan kerja sama kita di bidang strategis," kata Prabowo.

Kunjungan kenegaraan Presiden Macron ke Indonesia juga bertepatan dengan peringatan 75 tahun hubungan diplomatik kedua negara. Sejak 2011, Indonesia dan Prancis telah menjalin kemitraan strategis, yang kini diperkuat melalui kolaborasi di berbagai sektor prioritas.

"Kunjungan kenegaraan ini juga memiliki suatu makna khusus karena ini tepat dengan 75 tahun hubungan diplomatik antara Indonesia - Prancis. Juga antara kedua negara sudah ada hubungan yang lebih khusus lagi yaitu kemitraan strategis yang telah kita luncurkan pada tahun 2011," ujar Prabowo.

Kedua negara juga meluncurkan deklarasi strategis di bidang kebudayaan dan ekonomi kreatif sebagai pedoman pengembangan kolaborasi sosial dan ekonomi.

"Sebagai negara yang sama-sama memiliki tradisi budaya yang kuat, kami juga meluncurkan deklarasi strategis di bidang kebudayaan Indonesia-Prancis sebagai pedoman bagi kerja sama di berbagai bidang kebudayaan dan ekonomi kreatif yang berkontribusi terhadap pembangunan ekonomi dan sosial," tutur Prabowo.

Lebih lanjut, Presiden Macron akan melanjutkan kunjungannya ke Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, pada Kamis (29/5/2025). Di sana, kedua negara dijadwalkan menandatangani perjanjian persahabatan Indonesia-Prancis.

"Ada besok perjanjian yang akan ditandatangani di Borobudur, persahabatan antara Indonesia dan Prancis. Itu bukan hanya satu kata saja, tetapi memang semakin kuat dari tahun ke tahun. Dan ini menjadi suatu kenyataan dewasa ini," ujar Macron.

Presiden Macron menekankan, hubungan bilateral kedua negara telah berkembang luar biasa dalam satu dekade terakhir. Ia juga menyoroti kerja sama strategis di bidang ekonomi, teknologi, keamanan, pertahanan, dan transisi energi.

"Ini merupakan satu peluang luar biasa untuk memberi marka baru dalam kemitraan strategis... dengan kerjasama di bidang ekonomi, teknologi, dan keamanan."

"Dengan adanya juga career strike group dan kedekatan antara kita. Baik di bidang pertahanan energi, transisi energi, transportasi mineral kritis, dan saya ingin mengedepankan aspek budaya," imbuh Macron.

Presiden Macron turut menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat yang diberikan oleh pemerintah Indonesia dalam kunjungan resminya ini.

"Jadi terima kasih banyak sebesar-besarnya Bapak Presiden atas sambutan ini, atas kesempatan berdiskusi yang baru saja kita lakukan, dan untuk upaya kita bersama dalam dua hari mendatang ini," pungkas Macron.

Rekomendasi