Imperialisme AS Era Trump Percepat Lahirnya Tatanan Dunia Baru, FPCI Soroti Peran Indonesia
Ketua FPCI Dino Patti Djalal mengungkapkan kebijakan imperialisme AS di era Trump telah mempercepat kemunculan Tatanan Dunia Baru. Indonesia perlu memahami ambisinya di tengah transisi global ini.
Ketua sekaligus Pendiri Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI), Dino Patti Djalal, menyatakan bahwa kebijakan imperialisme yang diterapkan Amerika Serikat (AS) di bawah Pemerintahan Presiden Donald Trump telah mempercepat perubahan dalam Tatanan Dunia Baru. Pernyataan ini disampaikan Dino dalam Diskusi Publik FPCI bertajuk "Outlook on Geopolitical Trends & Indonesian Foreign Policy in 2026" di Jakarta pada Senin, 19 Januari.
Mantan Duta Besar RI untuk AS itu menjelaskan bahwa ketika orang-orang berbicara tentang imperialisme, hal itu dinilai tidak terlepas dari strategi penaklukan secara paksa dan agresif terhadap wilayah dan sumber daya negara lain. Kebijakan tersebut juga meliputi penerapan hubungan yang tidak setara dengan negara lain, menindas, dan tidak memperhatikan hukum internasional.
Dino menilai kebijakan tersebut telah mempercepat terjadinya proses perubahan dalam Tatanan Dunia Baru. Oleh karena itu, masyarakat Indonesia saat ini menantikan respons dari pemerintah Indonesia terhadap lahirnya tatanan dunia berikutnya tersebut dan seberapa besar ambisi Indonesia di tengah momen penting dalam hubungan internasional ini.
Kebijakan Imperialisme AS dan Dampaknya pada Tatanan Dunia
Dino Patti Djalal, pendiri Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI), menyoroti bagaimana kebijakan luar negeri AS di era Donald Trump telah jauh melampaui ekspektasi awal. Kebijakan ini dinilai telah mempercepat transisi menuju Tatanan Dunia Baru.
Imperialisme, dalam pandangan Dino, tidak hanya sebatas penaklukan paksa terhadap wilayah dan sumber daya negara lain. Ini juga mencakup penerapan hubungan yang tidak setara, menindas, serta mengabaikan hukum internasional.
Dino Patti Djalal, yang juga mantan Duta Besar RI untuk AS, menegaskan bahwa Amerika Serikat di bawah pemerintahan Trump secara terang-terangan menerapkan kebijakan semacam itu. Hal ini secara signifikan memengaruhi dinamika global.
Faktor Pendorong Perubahan Tatanan Dunia
Dari sudut pandang FPCI, Dino mengatakan ada beberapa hal yang mendorong perubahan dalam tatanan dunia berikutnya. Faktor-faktor tersebut meliputi institusi, hukum-norma internasional, distribusi kekuasaan, dan peran dari kekuatan-kekuatan tersebut.
Tatanan regional juga menjadi penentu penting dalam evolusi ini. Dino menjelaskan bahwa tatanan dunia adalah penjumlahan dari tatanan regional.
Ketika tatanan regional berubah, tatanan dunia juga berubah sampai batas tertentu. Perubahan ini mencakup pola konflik, kerja sama, persaingan, dan semua metrik geopolitik lainnya.
Peran Indonesia di Tengah Transisi Global
Bagi kalangan pembuat kebijakan luar negeri Indonesia, pertanyaan krusial muncul mengenai pemahaman akan momen penting ini. Dunia benar-benar sedang bertransisi ke sesuatu yang lain, dan Indonesia perlu memahami apa ambisinya.
Setiap momen, kata Dino, selalu menghasilkan sesuatu. Oleh karena itu, masyarakat Indonesia menantikan respons dari pemerintah Indonesia terhadap lahirnya tatanan dunia berikutnya tersebut.
Respons tersebut diharapkan dapat menunjukkan seberapa besar ambisi Indonesia di tengah momen penting dalam hubungan internasional. Ini adalah kesempatan bagi Indonesia untuk menegaskan posisinya di kancah internasional.
Perpecahan Barat dan Pergeseran Kekuatan Global
Dino juga menambahkan bahwa peristiwa geopolitik paling signifikan saat ini adalah perpecahan di antara negara-negara Barat. Negara-negara Barat merupakan kelompok yang paling terorganisir di antara kelompok lainnya.
Barat sebelumnya telah menentukan agenda dunia, mengatur berbagai hal, membentuk dan mengendalikan, serta melindungi dan melestarikan tatanan dunia. Namun, Barat saat ini tengah mengalami kehancuran dan tidak tahu bagaimana menanggapi apa yang sedang terjadi.
Fakta bahwa Barat kehilangan kendali dan tidak tahu harus berbuat apa dengan kegilaan kebijakan luar negeri AS, menurut Dino, dengan jelas menandakan bahwa di dalam Tatanan Dunia Baru, posisi Barat akan berubah dari posisinya saat ini.
Sumber: AntaraNews