Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat (27/2/2026) menunjukkan potensi pelemahan. Kondisi ini dipicu oleh aksi ambil untung atau profit taking yang dilakukan pelaku pasar menjelang akhir pekan. Pembukaan perdagangan hari ini mencatat IHSG melemah 23,95 poin atau 0,29 persen, berada di posisi 8.211,31.
Bersamaan dengan itu, kelompok 45 saham unggulan yang tergabung dalam indeks LQ45 juga mengalami penurunan. Indeks LQ45 tercatat turun 2,99 poin atau 0,36 persen, menempatkan posisinya pada level 834,90. Pelemahan ini mengindikasikan adanya tekanan jual yang cukup signifikan di pasar saham domestik.
Menurut Liza Camelia Suryanata, Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia, kombinasi dari beberapa faktor menjadi penyebab utama kerentanan pasar domestik. Ia menjelaskan bahwa risiko fiskal, sensitivitas terhadap headline rating, serta arus dana terkait rebalancing membuat pasar lebih rentan terhadap profit-taking dibandingkan kawasan lain.
Advertisement
Advertisement
Faktor Domestik dan Risiko Fiskal yang Membayangi
Dari sisi domestik, pasar saham Indonesia masih berada di bawah tekanan akibat peringatan dari S&P Global Ratings. Lembaga pemeringkat ini menyoroti kenaikan beban bunga utang pemerintah yang sangat mungkin telah melampaui ambang 15 persen dari pendapatan negara. Kondisi ini meningkatkan risiko potensi aksi rating negatif terhadap Indonesia.
Kekhawatiran investor semakin bertambah seiring dengan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Januari 2026 yang tercatat sebesar Rp54,6 triliun. Meskipun pemerintah berhasil menghimpun dana sebesar Rp50,8 triliun dari penerbitan global bonds dalam denominasi Euro dan Yuan offshore, defisit ini tetap memicu kehati-hatian di kalangan investor. Penerbitan global bonds tersebut mencatatkan bid-to-cover 3,4 kali dan yield 4-5 persen, menunjukkan permintaan yang solid.
Liza Camelia Suryanata juga menambahkan bahwa tekanan terhadap IHSG diperberat oleh faktor teknikal rebalancing MSCI. Efektif setelah penutupan perdagangan 27 Februari 2026, saham INDF keluar dari MSCI Global Standard dan masuk ke MSCI Small Cap. Selain itu, saham ACES dan CLEO juga keluar dari MSCI Small Cap, yang turut mempengaruhi pergerakan indeks.
Advertisement
Advertisement
Sentimen Global dan Ketidakpastian Kebijakan
Di ranah global, pergerakan pasar saham dipengaruhi oleh kombinasi sentimen yang kompleks. Ketidakpastian seputar kecerdasan buatan (AI), pergeseran ekspektasi suku bunga, risiko geopolitik, dan kebijakan tarif menjadi perhatian utama investor. Narasi AI kembali mencuat dengan pasar mempertanyakan kemampuan belanja modal (capex) besar di sektor AI dalam menghasilkan return sesuai ekspektasi.
Standar kejutan positif bagi Nvidia dinilai sangat tinggi setelah kenaikan lebih dari 1.400 persen sejak Oktober 2022. Dari sisi kebijakan moneter, pasar sepenuhnya telah memperhitungkan pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin (bps) oleh bank sentral AS The Fed pada September 2026. Dengan inflasi inti PCE AS sebesar 3 persen, jeda kebijakan moneter dinilai masuk akal, meskipun calon Chairman The Fed Kevin Warsh belum tentu bersikap dovish.
Selain itu, ketidakpastian kebijakan perdagangan turut membayangi pasar global setelah Mahkamah Agung (MA) AS mengubah kerangka hukum tarif. Pemerintah AS tetap mengejar potensi tarif baru hingga 15 persen melalui jalur hukum alternatif. Pada saat yang sama, pembicaraan teknis lanjutan antara AS dan Iran dijadwalkan di Wina, Austria, pada pekan depan, dengan Presiden AS Donald Trump memperingatkan konsekuensi jika tidak ada kemajuan berarti.
Advertisement
Advertisement
Pergerakan Bursa Regional dan Global
Bursa saham AS di Wall Street mayoritas melemah pada Kamis (26/2/2026). Indeks S&P 500 melemah 0,54 persen ke 6.908,86, dan indeks Nasdaq melemah 1,16 persen ke 25.034,37. Namun, indeks Dow Jones berhasil menguat tipis 0,03 persen ke 49.499,20.
Sementara itu, bursa saham regional Asia pada pagi hari ini menunjukkan pergerakan bervariasi. Indeks Nikkei melemah 226,39 poin atau 0,39 persen ke level 58.527,00. Indeks Shanghai juga melemah 0,82 poin atau 0,02 persen ke 4.145,81. Di sisi lain, indeks Hang Seng menguat 69,98 poin atau 0,27 persen ke 26.451,00, dan indeks Straits Times melemah 2,04 poin atau 0,04 persen ke 4.962,34.
Sumber: AntaraNews
Advertisement