Hujan Lebat Rendam 25 Ruas Jalan di Samarinda, BPBD Pastikan Tak Ada Kerusakan Fasum

Hujan lebat Samarinda pada Sabtu pagi merendam 25 ruas jalan dan permukiman, dengan ketinggian air bervariasi. BPBD memastikan tidak ada fasilitas umum yang rusak.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Hujan Lebat Rendam 25 Ruas Jalan di Samarinda, BPBD Pastikan Tak Ada Kerusakan Fasum
Hujan lebat merendam 25 ruas jalan di Samarinda, Kalimantan Timur, menyebabkan genangan air hingga 50 cm di berbagai titik, namun kondisi berangsur surut. (AntaraNews)

Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat mengguyur Kota Samarinda, Kalimantan Timur, sejak Sabtu pukul 05.00 WITA. Kondisi ini menyebabkan genangan air meluas di 25 titik jalan dan kawasan permukiman di seluruh kota.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda, Suwarso, menyatakan bahwa timnya telah melakukan pemantauan intensif di lapangan. Meskipun genangan air terpantau di banyak lokasi, kondisi air berangsur surut seiring dengan meredanya hujan.

Data dari Pusat Pengendalian Operasi BPBD Samarinda menunjukkan bahwa ketinggian muka air di jalan raya bervariasi, mulai dari 20 sentimeter hingga mencapai 50 sentimeter di beberapa titik terdalam. Kejadian ini sempat mengganggu aktivitas warga pada pagi hari.

Genangan air akibat hujan lebat Samarinda ini sangat terasa di berbagai kawasan padat kendaraan. Beberapa ruas jalan utama yang terdampak cukup parah antara lain Jalan Ir. H. Juanda, Jalan Pangeran Antasari, dan Jalan Tengkawang.

Jalan-jalan tersebut merupakan jalur sibuk yang sering dilalui warga, terutama pada akhir pekan. Kondisi ini menyebabkan kemacetan dan memperlambat mobilitas masyarakat yang hendak beraktivitas.

Selain itu, genangan air juga meluas ke wilayah seperti Jalan Rapak Indah, Jalan Suryanata, hingga kawasan Kampung Pinang. Area-area ini memang dikenal sering menjadi langganan banjir saat curah hujan tinggi.

BPBD terus memantau perkembangan di lokasi-lokasi tersebut untuk memastikan penanganan yang cepat dan efektif. Koordinasi dengan pihak terkait juga dilakukan untuk mengatasi dampak genangan air.

Akses menuju wilayah utara Samarinda juga tidak luput dari dampak cuaca ekstrem ini. Genangan air terpantau di Jalan Lempake, kawasan Gunung Kapur, hingga Jalan Padat Karya di Sempaja.

Jalan-jalan penghubung antar-kecamatan, seperti Jalan Kadrie Oning, Jalan HM Ardans, dan sekitar SMP/SMA 1, turut dilaporkan terendam air. Kondisi ini tentunya mengganggu aktivitas pagi hari bagi para pengguna jalan dan pelajar.

Wilayah permukiman juga merasakan dampak signifikan dari tingginya debit air hujan yang turun tanpa henti. Genangan terjadi di Jalan Pasundan, Jalan Damanhuri, hingga Jalan Sukorejo di Lempake.

Tidak hanya itu, banjir juga merendam akses jalan di Jalan KS Tubun, Jalan Mugirejo, Jalan Gerilya, hingga Jalan Mujahidin yang merupakan kawasan padat penduduk. Jalur vital di wilayah Samarinda Seberang hingga Loa Jalan Ilir, seperti Jalan Cipto Mangunkusumo, Jalan Apt. Pranoto, hingga Jalan HM Rifadin, juga mengalami genangan.

Selain masalah genangan air, cuaca ekstrem yang terjadi pada Sabtu pagi ini juga memicu insiden lain di beberapa lokasi. Petugas mencatat adanya pohon tumbang di Jalan Harapan Jaya, RT 27, kawasan Guntung Lai, Tanah Merah.

BPBD juga menerima laporan mengenai pagar pembatas ruko yang roboh akibat cuaca buruk. Insiden ini terjadi di Jalan Bung Tomo, tepatnya di depan Masjid Al Syabirin, meskipun tidak ada korban jiwa yang dilaporkan.

Suwarso menegaskan, "Meskipun genangan air meluas di puluhan titik, BPBD memastikan bahwa tidak ada fasilitas umum yang mengalami kerusakan akibat peristiwa ini." Ini menunjukkan bahwa dampak infrastruktur masih terkendali.

Saat ini, fokus utama petugas adalah memastikan saluran drainase berfungsi optimal agar genangan air yang tersisa dapat segera kering sepenuhnya. Upaya pembersihan dan normalisasi saluran terus dilakukan untuk mencegah genangan serupa di masa mendatang.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi