Hotel Bintang Lima di Hangzhou Gelar Festival Kuliner Indonesia, Hadirkan Chef Otentik

Hotel Le Meridien Hangzhou Binjiang menggelar festival 'Taste of Indonesia' selama dua pekan, menyajikan beragam kuliner Indonesia otentik yang dimasak langsung oleh chef dari Tanah Air. Penasaran dengan menu istimewanya?

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Hotel Bintang Lima di Hangzhou Gelar Festival Kuliner Indonesia, Hadirkan Chef Otentik
Hotel Le Meridien Hangzhou Binjiang menggelar festival 'Taste of Indonesia' selama dua pekan, menyajikan beragam kuliner Indonesia otentik yang dimasak langsung oleh chef dari Tanah Air. Penasaran dengan menu istimewanya? (AntaraNews)

Hangzhou, China – Hotel bintang lima Le Meridien Hangzhou Binjiang tengah menjadi sorotan dengan gelaran festival kuliner bertajuk "Taste of Indonesia". Acara istimewa ini menyajikan beragam masakan khas Nusantara yang dimasak langsung oleh koki profesional dari Tanah Air, berlangsung selama dua pekan penuh.

Festival yang dimulai pada 21 November hingga 7 Desember 2025 ini menawarkan pengalaman "all you can eat" kepada para pengunjung setiap hari Rabu hingga Minggu. Dengan harga 218 RMB (sekitar Rp518 ribu), tamu hotel dan masyarakat umum dapat menikmati kelezatan kuliner Indonesia yang autentik dan kaya rasa.

Inisiatif ini bertujuan memperkenalkan kekayaan gastronomi Indonesia kepada publik di China, sekaligus memperkuat hubungan budaya melalui cita rasa. Kehadiran chef langsung dari Indonesia menjadi jaminan kualitas dan keaslian setiap hidangan kuliner Indonesia yang disajikan.

Konsul Jenderal RI di Shanghai, Berlianto Situngkir, menyoroti pentingnya festival ini sebagai sarana diplomasi kuliner. Menurutnya, "Kita dapat belajar dari pengalaman kuliner mengenai Indonesia karena di Indonesia setiap pulau punya kekhasan bumbu sendiri," mencerminkan keragaman budaya dan sejarah yang kaya.

Berlianto juga menekankan peran penting bumbu-bumbu seperti lada, kayu manis, kapulaga, pala, dan cengkih. Rempah-rempah ini bukan hanya penyedap masakan, tetapi juga komoditas utama dalam "jalur rempah" yang telah menghubungkan berbagai negara dari Asia hingga Eropa, termasuk Indonesia dan China, selama berabad-abad.

Pengalaman kuliner Indonesia ini diharapkan dapat memberikan pemahaman lebih dalam tentang Indonesia. Melalui cita rasa, pengunjung diajak menjelajahi warisan budaya yang terjalin erat dengan sejarah perdagangan rempah global.

General Manager Hotel Le Meridien Hangzhou Binjiang, Joey Jung, mengungkapkan antusiasmenya terhadap masakan Indonesia. "Saya sangat suka makanan Indonesia tapi saya tidak dapat menemukan restoran Indonesia di sini, jadi kami berpikir bagaimana kalau kita bawa saja 'chef' dari Indonesia ke sini untuk memasak makanan Indonesia dan memperkenalkannya ke masyarakat di sini?" kata Joey.

Joey Jung, yang berasal dari Korea Selatan, mengaku nasi goreng dan sate adalah makanan Indonesia favoritnya, karena "orang Korea juga suka makanan pedas seperti orang Indonesia." Keinginan untuk berbagi pengalaman kuliner ini mendorongnya untuk menyelenggarakan festival kuliner Indonesia yang unik ini.

Chef Yuli Hariyanto, Executive Sous Chef JW Marriot Surabaya, dipercaya untuk meracik menu-menu Nusantara. Ia secara khusus memilih hidangan yang dianggap ikonik dan mewakili kekayaan kuliner Indonesia. "Saya sendiri yang membuat menunya, saya pilih yang memang ikonik dari Indonesia," kata Yuli kepada ANTARA.

Beragam masakan Nusantara disajikan, mulai dari hidangan pembuka hingga penutup. Berikut adalah beberapa menu andalan yang dapat dinikmati pengunjung dalam festival kuliner Indonesia ini:

  • Gado-gado
  • Rujak buah (mangga, pepaya, belimbing, timun dengan saus kacang)
  • Ikan bumbu jimbaran
  • Nasi goreng kambing
  • Rendang
  • Tumis buncis jagung
  • Opor ayam
  • Sambal goreng hati
  • Ikan sambal dabu-dabu
  • Bebek goreng surabaya
  • Kari tahu dan kentang
  • Bakso
  • Soto ayam
  • Sate maranggi, sate ayam, sate kambing
  • Kue pukis pandan
  • Kolak pisang

Chef Yuli Hariyanto menjelaskan bahwa festival ini merupakan bagian dari program pertukaran chef rutin yang diadakan oleh grup Marriot. Tujuannya adalah mempromosikan masakan dari berbagai negara ke cabang-cabang hotel di seluruh dunia, termasuk kuliner Indonesia.

Salah satu adaptasi yang dilakukan Chef Yuli adalah mengurangi tingkat kepedasan sambal, mengingat preferensi rasa lokal. "Hanya memang di sini katanya kurang suka pedas, jadi untuk sambal saya kurangi pedasnya," ungkap Yuli, sambil menunggu respons pengunjung untuk penyesuaian lebih lanjut.

Meskipun menghadapi kendala bahasa dengan koki lokal, Yuli yang pernah bekerja di Jepang selama 6,5 tahun ini mengaku terbantu oleh "kitchen language" atau bahasa tubuh. "Tantangan di dapur pasti ada karena saya tidak bisa bahasa Mandarin dan mereka tidak bisa bahasa Indonesia, tapi ada 'kitchen language' seperti bahasa tubuh misalnya saya minta untuk memotong mereka paham kalau saya tunjukkan seperti ini," jelasnya.

Yuli juga tidak banyak kesulitan dalam mencari bumbu dan bahan masakan Indonesia di Hangzhou, kecuali terasi yang harus ia bawa langsung dari Indonesia. Selama festival berlangsung, Yuli tidak hanya memasak tetapi juga menularkan resep dan teknik memasak masakan Indonesia kepada koki-koki lokal, sebelum ia kembali ke Tanah Air pada 3 Desember 2025.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi