Gunung Guntur Masih Terbakar, Pendakian Ditutup Sementara

Jumat, 25 Oktober 2019 16:52 Reporter : Mochammad Iqbal
Gunung Guntur Masih Terbakar, Pendakian Ditutup Sementara Kebakaran Lahan di Gunung Guntur. ©2019 Merdeka.com/Mochammad Iqbal

Merdeka.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut terpaksa menutup sementara gunung guntur dari aktivitas pendakian. Penutupan dilakukan karena hingga saat ini masih terjadi kebakaran lahan di sekitar Gunung Guntur.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan pada BPBD Kabupaten Garut, Tubagus Agus Sofyan mengatakan masih terlihat titik api di kawasan Gunung Guntur hingga saat ini.

"Jadi untuk sementara Gunung Guntur ditutup untuk sementara untuk pendaki," ujar Agus saat dikonfirmasi, Jumat (25/10).

Agus menuturkan, ditutupnya Gunung Guntur untuk pendaki karena asap hasil kebakaran juga bisa membahayakan pendaki. Selain itu, api sangat mungkin bergerser ke lokasi yang biasa digunakan pendaki untuk membangun tenda.

"Mau tidak mau harus kami tutup agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan kepada para pendaki, apakah tempat campingnya terbakar atau terganggunya pernafasan mereka," kata dia.

Pihaknya bersama tim gabungan dari TNI, Polri, relawan dan masyarakat masih melakukan upaya pemadaman dengan berbagai metode. "Selain di Gunung Guntur, titik api juga sempat terlihat di wilayah Gunung Karacak dan upaya pemadaman juga sedang dilakukan," ucapnya.

Warga Khawatir Longsor

Warga yang tinggal di kaki Gunung Guntur, khususnya Desa Pasawahan berharap agar kebakaran yang terjadi di Gunung Guntur segera padam. Harapan tersebut bukan tanpa alasan. Karena takut saat hujan terjadi longsor atau banjir.

"Itu yang tebakar saya lihat bukan ilalang, tapi pepohonan tegakan yang ada di sekitar Gunung Guntur dan yang bisa mengikat tanah dari longsor juga menyerap air. Kalau itu habis terbakar, kami yang tinggal di kaki gunung bisa kena dampaknya secara langsung saat hujan tiba atau mungkin sebelum hujan," ungkap Aef (35).

Aef menyebut selama ini saat hujan turun, air yang mengalir dari atas gunung membawa material pasir dan batu karena kondisinya yang gundul. Dengan terbakarnya kawasan hutan di Gunung Guntur, bukan tidak mungkin material pasir dan batu akan dibawa api.

"Longsor sangat mungkin terjadi kalau pepohonan di atas habis karena tidak ada lagi yang mengikat pasir. Selama ini kan tidak ada upaya penanaman juga dari pemerintah maupun BKSDA. Penggali pasir juga masih ada walau secara manual," tutunya.

Warga di sekitar Cipanas sejak Kamis (24/10) sudah sangat khawatir saat melihat kebakaran dahsyat di sekitar Gunung Guntur. "Ada juga warga yang sengat naik ke atas untuk membantu proses pemadaman agar segera padam," tandas Aef. [ray]

Topik berita Terkait:
  1. Kebakaran Gunung
  2. Garut
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini