Gubernur Sumut Perintahkan Tingkatkan Penanganan Corona di 12 Wilayah

Sabtu, 17 Juli 2021 05:07 Reporter : Uga Andriansyah
Gubernur Sumut Perintahkan Tingkatkan Penanganan Corona di 12 Wilayah Berat Badan Turun 8 Kg, Ini Cerita Gubernur Edy Setelah Dua Tahun Lebih Pimpin Sumut. Instagram/@edy_rahmayadi ©2021 Merdeka.com

Merdeka.com - Sebanyak 12 kabupaten kota di Sumatera Utara (Sumut) masuk ke dalam kategori level tiga situasi pandemi Covid-19. Gubernur Sumut Edy Rahmayadi meminta 12 wilayah tersebut perlu mengambil langkah-langkah khusus untuk menekan penyebaran Covid-19.

Daerah-daerah yang masuk level tiga antara lain Kabupaten Deli Serdang, Simalungun, Karo, Tapanuli Utara, Pematang Siantar, Binjai, Serdang Bedagai, Padang Sidempuan, Tebing Tinggi, Humbang Hasundutan, Pakpak Bharat dan Nias. 12 kepala daerah di wilayah itu diminta untuk melakukan penanganan ekstra untuk menurunkan angka penyebaran Covid-19.

"Dengan segala hormat saya meminta penanganan penyebaran Covid-19 lebih ditingkatkan lagi. Kita tidak ingin ada lagi daerah yang naik ke level empat. Apabila kesulitan, hubungi kami, sebisa mungkin akan dibantu," kata Edy saat rapat virtual, Jumat (16/7).

Pada Kamis (15/7) ada penambahan kasus Covid-19 yang signifikan di 12 daerah tersebut yakni Deli Serdang bertambah 182 kasus, Simalungun 50 kasus, Karo 25 kasus, Tapanuli Utara 47 kasus, Pematang Siantar 27 kasus, Binjai 21 kasus, Serdang Bedagai 19 kasus, Humbang Hasundutan 24 kasus, Pakpak Bharat empat kasus dan Nias dua kasus. Penambahan kasus ini terus terjadi pada dua minggu terakhir dan membuat 12 daerah masuk dalam kriteria level tiga.

Berdasarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 15 daerah yang masuk ke level tiga perlu melakukan tindakan seperti pembatasan jam operasional bagi warung makan, kafe, restoran tidak diperbolehkan makan atau minum di tempat. Sedangkan untuk pusat perbelanjaan jam operasional dibatasi hingga pukul 20.00 WIB dengan kapasitas pengunjung 50 persen.

"Memang ini sulit. Kita semua sedang sulit. Tapi apabila kita disiplin bersama-sama maka ini akan dilewati. Lalu akan ada kelonggaran bagi masyarakat untuk berkegiatan kembali," ucap Edy.

Sementara itu, anggota penanganan bidang kesehatan satgas Covid-19 Sumut, Restuti Handayani Saragih menuturkan, 12 daerah tersebut perlu memperkuat testing, tracing dan treatment (3T).

"Targetnya itu adalah 15 orang kontak erat yang per kasus konfirmasi positif. Ini dilakukan agar penyebaran bisa dihentikan sedini-dininya setelah ada kasus konfirmasi positif," ucapnya.

Selain itu, Bed Occupancy Rate (BOR) dan program vaksinasi juga menjadi perhatian dalam penurunan kasus di daerah level tiga. Dari 12 kabupaten/kota yang masuk level tiga ada empat daerah dengan status BOR hati-hati (50 persen hingga 75 persen). Sedangkan untuk vaksin, sampai saat ini Sumut sudah mencapai 14,93 persen vaksin dosis tahap pertama (1.705.477 orang) dan 6,21 persen yang sudah dosis kedua (708.661. orang).

"Kemarin penambahan kasus kita (Sumut) berada di angka tertinggi 1.227 kasus. Rekor tertinggi selama pandemi, jadi daerah yang berada di level 3 perlu memperhatikan BOR-nya. Apalagi yang sudah masuk ke kategori hati-hati. Rumah sakit di masing-masing daerah perlu mengalokasikan 30 persen tempat tidur untuk perawatan pasien Covid-19," pungkasnya. [cob]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini