Gubernur Pramono Sebut Estimasi Kerugian Akibat Demo Ricuh di Jakarta Capai Rp55 Miliar, Ini Rinciannya

Berdasarkan laporan yang diterimanya, kerugian terbesar dialami Transjakarta dengan nilai sekitar Rp41,6 miliar.

Ady Anugrahadi
Oleh Ady Anugrahadi - Reporter
Gubernur Pramono Sebut Estimasi Kerugian Akibat Demo Ricuh di Jakarta Capai Rp55 Miliar, Ini Rinciannya
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo mengungkap alasan di balik keputusannya tak menemui demonstran, menyebutnya sebagai ruang ekspresi. Cari tahu strategi di balik sikapnya yang menarik perhatian publik. (Merdeka.com)

Gubernur Pramono Anung, mengungkap estimasi total kerugian akibat aksi unjuk rasa yang berujung ricuh beberapa hari terakhir di DKI Jakarta mencapai Rp55 miliar.

"Total estimasi kerusakan ada Rp55 miliar," kata Pramono di Balaikota Jakarta, Senin (1/9).

Berdasarkan laporan yang diterimanya, kerugian terbesar dialami Transjakarta dengan nilai sekitar Rp41,6 miliar. Infrastruktur MRT diperkirakan rusak mencapai Rp3,3 miliar, sedangkan kerusakan CCTV dan fasilitas pendukung lainnya sebesar Rp5,5 miliar.

"MRT Jakarta kerusakan infrastrukturnya Rp3,3 miliar, Transjakarta kurang lebih Rp41,6 miliar. Kemudian kerusakan CCTV infrastruktur lainnya Rp5,5 miliar, sehingga total kerusakan Rp55 miliar," jelasnya.

22 Halte Transjakarta Jadi Sasaran

Pramono menyebutkan, sebanyak 22 halte Transjakarta terdampak. Dari jumlah tersebut, enam halte ludes terbakar dan dijarah.

Sementara 16 halte lainnya mengalami kerusakan akibat vandalisme, kaca pecah, kursi hancur, serta coretan di dinding.

"Akibat unjuk rasa ada 22 halte Transjakarta baik yang BRT maupun non-BRT serta satu pintu tol yang terdampak. Dari sejumlah tersebut, 6 halte Transjakarta terbakar dan dijarah. Kemudian ada 16 halte Transjakarta yang dirusak dan dilakukan coret-coret vandalisme," ujar Pramono.

Perbaikan Ditarget Rampung 9 September

Pemprov DKI bergerak cepat melakukan pembersihan sejak Sabtu. Perbaikan ditarget selesai pada 8–9 September.

"Mudah-mudahan baik yang rusak sedang maupun rusak berat bisa kita selesaikan tanggal 8 atau 9 September," kata Pramono.

Meski fasilitas rusak parah, layanan Transjakarta tidak berhenti beroperasi. Per 1 September pagi, 14 koridor sudah kembali normal.

"Memang ada sedikit hambatan, tetapi kami yakin sekarang ini pasti sudah normal," jelasnya..

Rekomendasi