Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Rudy Mas'ud, telah menyerahkan bantuan kemanusiaan sebesar Rp 1,5 miliar kepada Pemerintah Provinsi Aceh. Bantuan ini merupakan wujud kepedulian masyarakat Kaltim terhadap korban musibah yang melanda Aceh dan wilayah Sumatera lainnya. Penyerahan dilakukan langsung kepada Wakil Gubernur Aceh dan Wali Kota Banda Aceh.
Rombongan Kaltim tiba di Bandara Sultan Iskandar Muda, Kabupaten Aceh Besar, pada Sabtu, 3 Januari, untuk menyerahkan donasi tersebut. Setelah serah terima, rombongan melanjutkan perjalanan ke Kabupaten Pidie Jaya untuk menyalurkan bantuan lebih lanjut kepada masyarakat yang terdampak langsung. Inisiatif ini merupakan bagian dari program "Kaltim Peduli Bencana".
Bantuan ini menjadi penyaluran ketiga dari Kaltim untuk wilayah Sumatera yang dilanda bencana, menunjukkan komitmen berkelanjutan dari Pemerintah Provinsi dan masyarakat Kaltim. Sebelumnya, Kaltim juga telah mengalokasikan dana APBD sebesar Rp 7,5 miliar untuk tiga provinsi, termasuk Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara.
Advertisement
Advertisement
Solidaritas Kaltim untuk Aceh dalam Musibah
Gubernur Rudy Mas'ud menyampaikan duka cita dan empati mendalam atas musibah yang menimpa Aceh. Ia berharap musibah ini dapat segera dilalui bersama oleh seluruh masyarakat yang terdampak. Penyerahan Bantuan Kaltim untuk Aceh ini menjadi simbol kuat persaudaraan antarprovinsi.
Bantuan senilai Rp 1,5 miliar tersebut diterima langsung oleh Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, dan Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa'aduddin Djamal, di Bandara Sultan Iskandar Muda. Kehadiran para pemimpin daerah ini menunjukkan pentingnya koordinasi dalam penyaluran bantuan.
Setelah penyerahan simbolis, rombongan dari Kaltim tidak berhenti di situ. Mereka melanjutkan perjalanan ke Kabupaten Pidie Jaya, daerah yang juga sangat membutuhkan uluran tangan, untuk memastikan bantuan tersalurkan secara merata kepada masyarakat terdampak. Langkah ini menegaskan komitmen Kaltim dalam membantu pemulihan.
Advertisement
Advertisement
Program Kaltim Peduli Bencana dan Donasi Berkelanjutan
Donasi sebesar Rp 1,5 miliar ini berasal dari masyarakat Kalimantan Timur, yang dikumpulkan melalui program "Kaltim Peduli Bencana". Program ini dikoordinir secara langsung oleh Pemerintah Provinsi Kaltim, memastikan transparansi dan efektivitas penyaluran. Inisiatif ini mencerminkan semangat gotong royong yang kuat.
Penyaluran bantuan ini merupakan yang ketiga kalinya dilakukan oleh Kaltim untuk wilayah Sumatera yang terdampak bencana. Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Kaltim telah menyalurkan bantuan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sebesar Rp 7,5 miliar. Dana tersebut dialokasikan untuk tiga provinsi, yaitu Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara.
Selain bantuan finansial, Kaltim juga menyalurkan bantuan kemanusiaan melalui relawan yang dikoordinir oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaltim. Upaya terpadu ini menunjukkan keseriusan Kaltim dalam memberikan dukungan komprehensif bagi daerah yang membutuhkan.
Advertisement
Advertisement
Apresiasi dari Aceh dan Penguatan Hubungan Persaudaraan
Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada masyarakat Kaltim atas kepedulian dan bantuan yang telah diberikan. Ia menegaskan bahwa hubungan antara Aceh dan Kalimantan Timur telah terjalin lama sebagai satu bangsa serumpun. Bantuan Kaltim untuk Aceh mempererat ikatan ini.
Fadhlullah juga menyoroti bahwa ini adalah bantuan ketiga dari Kaltim, dengan total bantuan sebelumnya mencapai Rp 7,5 miliar dan kini ditambah lagi Rp 1,5 miliar. "Terima kasih kepada seluruh masyarakat Kaltim. Insya Allah bantuan ini akan kami salurkan kepada masyarakat yang membutuhkan," ujarnya. Pernyataan ini menunjukkan kepercayaan penuh Aceh terhadap Kaltim.
Beberapa pejabat Kaltim yang turut serta dalam rombongan antara lain Ketua TP PKK Kaltim Hj Sarifah Suraidah Harum, Kepala Dinas Kominfo Muhammad Faisal, Kepala BPBD Kaltim Buyung Dodi Gunawan, dan Kepala Biro Kesra Dasmiah. Kehadiran mereka menegaskan dukungan penuh dari berbagai elemen pemerintahan Kaltim.
Advertisement
Sumber: AntaraNews