Gubernur Jambi Al Haris mengajak pejabat di lingkungan pemerintah provinsi setempat untuk membangun kesadaran spiritual. Ajakan ini disampaikan melalui kegiatan ibadah tengah malam (qiamulail) pada malam ke-23 Ramadhan 1447 Hijriah. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat iman dan ketakwaan para abdi negara.
Acara qiamulail tersebut berlangsung di Kota Jambi, Jumat dini hari, dengan diikuti puluhan pejabat eselon II dan III. Tujuannya adalah agar hati semakin bersih dan iman semakin kuat dalam menjalankan tugas melayani masyarakat. Gubernur berharap petunjuk Allah SWT selalu menyertai setiap langkah kebijakan yang diambil.
Rangkaian ibadah dimulai sekitar pukul 01.00 WIB, diawali dengan tausiah, salat sunah tasbih, salat tahajud berjamaah, dzikir, dan doa bersama. Suasana khusyuk menyelimuti kegiatan ini hingga menjelang waktu sahur. Inisiatif ini diharapkan dapat menumbuhkan nilai kejujuran, tanggung jawab, dan keikhlasan.
Advertisement
Advertisement
Pentingnya Qiamulail bagi Aparatur Pemerintah
Gubernur Jambi, Al Haris, menekankan pentingnya ibadah qiamulail bagi para pejabat Pemprov Jambi. Melalui kegiatan ini, diharapkan hati para abdi negara menjadi lebih bersih. Ini juga bertujuan untuk memperkuat iman mereka saat mengemban amanah melayani masyarakat.
Ibadah sunah tengah malam ini dianggap sebagai kesempatan emas untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan. Terutama bagi pejabat yang memegang tanggung jawab besar dalam pelayanan publik. Kesadaran spiritual yang kuat menjadi landasan utama dalam setiap pengambilan keputusan.
Gubernur berharap kegiatan qiamulail ini dapat menumbuhkan kesadaran spiritual di kalangan aparatur pemerintah. Dengan demikian, tugas-tugas yang diemban akan selalu dilandasi nilai kejujuran. Selain itu, tanggung jawab dan keikhlasan juga akan menjadi panduan utama.
Advertisement
Advertisement
Ramadhan sebagai Momentum Peningkatan Ibadah
Bulan Ramadhan dianggap sebagai waktu yang sangat tepat untuk memperbaiki diri dan memperkuat hubungan dengan Allah SWT. Berbagai ibadah malam, termasuk qiamulail, menjadi sarana efektif untuk mencapai tujuan tersebut. Ini adalah kesempatan berharga bagi setiap individu, khususnya para pejabat.
Al Haris mengibaratkan 10 malam terakhir Ramadhan seperti babak final dalam sepak bola. Sementara itu, 10 malam awal adalah babak penyisihan dan 10 malam pertengahan adalah semifinal. Analogi ini bertujuan untuk memotivasi para pejabat agar lebih giat beribadah di penghujung Ramadhan.
Para pejabat diajak untuk menjadikan Ramadhan sebagai momentum untuk memperbanyak amal ibadah. Selain itu, bulan suci ini juga menjadi kesempatan untuk mempererat kebersamaan di lingkungan pemerintahan. Kebersamaan ini penting untuk membangun sinergi yang lebih baik.
Advertisement
Advertisement
Memperkuat Integritas dan Pelayanan Publik
Kegiatan qiamulail yang diikuti puluhan pejabat eselon II dan III Pemprov Jambi ini diharapkan membawa dampak positif. Para pejabat diharapkan tidak hanya kuat dalam menjalankan tugas pemerintahan. Namun, mereka juga memiliki jiwa spiritual yang kokoh.
Jiwa spiritual yang kuat ini akan menjadi landasan penting dalam setiap kebijakan yang diambil. Kebijakan yang dilandasi nilai-nilai agama cenderung lebih adil dan berpihak pada kepentingan masyarakat. Ini merupakan bentuk komitmen terhadap integritas.
Suasana khusyuk yang mewarnai rangkaian ibadah menunjukkan keseriusan para aparatur. Mereka berupaya memperkuat spiritualitas demi pelayanan publik yang optimal. Dengan demikian, masyarakat akan merasakan manfaat dari kepemimpinan yang berlandaskan moral.
Advertisement
Sumber: AntaraNews