Pembalap muda Fermin Aldeguer dari tim Gresini Racing harus merelakan kemenangan di sprint race MotoGP Indonesia. Balapan sengit ini berlangsung di Sirkuit Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, pada Sabtu (04/10).
Aldeguer yang tampil dominan sepanjang balapan, secara mengejutkan disalip di lap terakhir. Ia mengakui bahwa "overthinking" menjadi penyebab utama kegagalannya mempertahankan posisi terdepan.
Momen krusial terjadi ketika Marco Bezzecchi dari Aprilia Racing berhasil melakukan manuver di tikungan ke-10. Ini menggagalkan podium tertinggi Aldeguer yang sudah di depan mata.
Advertisement
Advertisement
Fermin Aldeguer menunjukkan performa impresif sejak awal sprint race MotoGP Indonesia. Memulai balapan dari posisi kedua, pembalap Spanyol ini langsung melesat ke posisi terdepan setelah start yang apik. Ia berhasil mempertahankan keunggulannya dengan baik.
Sepanjang 12 lap yang berlangsung, Aldeguer terus mendominasi jalannya balapan. Ia secara konsisten mempertajam catatan waktunya, menciptakan jarak yang cukup signifikan dengan para pesaingnya. Penampilannya kala itu menjanjikan kemenangan perdana di kelas MotoGP.
Kecepatan dan konsistensi Fermin Aldeguer membuat banyak pihak percaya bahwa ia akan meraih podium tertinggi. Ia tampak nyaman di posisi terdepan, mengendalikan ritme balapan dengan percaya diri. Ini menjadi bukti potensi besar yang dimilikinya di ajang balap motor paling bergengsi.
Advertisement
Advertisement
Namun, drama terjadi saat balapan memasuki lap terakhir. Fermin Aldeguer mengaku mulai merasa ragu ketika Marco Bezzecchi terus mengejar dan memangkas selisih waktu. Kondisi ini memicu "overthinking" di benaknya.
"Saya mulai berpikir banyak hal, tapi tanpa kehilangan fokus. Saya berpikir dengan kecepatan 29 hingga 30 tapi Bezzecchi datang dengan sangat cepat," kata Fermin Aldeguer dalam konferensi pers seusai balapan. Keraguan ini sedikit banyak memengaruhi konsentrasinya.
Dalam kondisi tersebut, Bezzecchi memanfaatkan celah dan melakukan manuver di tikungan ke-10. Aldeguer tidak mampu mempertahankan posisinya, sehingga harus merelakan kemenangan. "Kami kehilangan posisi pertama meski saya mencoba untuk bisa mengambil alih posisi terdepan kembali dan dia mempertahankan posisinya dengan baik," tambahnya.
Advertisement
Advertisement
Meskipun gagal meraih kemenangan, posisi kedua di sprint race merupakan pencapaian signifikan bagi Fermin Aldeguer. Ini adalah podium perdananya di kelas MotoGP, sebuah prestasi membanggakan bagi pembalap yang baru promosi ini. Ia menunjukkan potensi besar di kancah balap dunia.
Aldeguer mengungkapkan kebahagiaannya meskipun tidak meraih juara pertama. "Ketika saya menunjukkan kepada tim dan melihat orang-orang bahagia setelah balapan yang sengit ini sejujurnya saya bahagia," ujarnya. Dukungan tim menjadi motivasi tersendiri baginya.
Pembalap asal Spanyol ini akan kembali beraksi di balapan utama MotoGP Mandalika. Ia akan memulai balapan dari urutan kedua, bertekad untuk memberikan penampilan terbaiknya. Pengalaman dari sprint race diharapkan menjadi pelajaran berharga untuk balapan selanjutnya.
Advertisement
Sumber: AntaraNews