FOTO: Melihat Lebih Dekat PLTS Atap di Masjid Istiqlal untuk Kurangi Emisi Karbon dan Hemat Biaya Listrik (Merdeka.com)
Masjid Istiqlal, sebagai salah satu masjid terbesar di Asia Tenggara, tidak hanya dikenal karena arsitekturnya yang megah, tetapi juga karena upayanya dalam menjaga keberlanjutan lingkungan.
Pemasangan sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap di masjid ini merupakan langkah signifikan dalam mengurangi jejak karbon. Dengan memanfaatkan energi terbarukan, masjid ini berkomitmen untuk mengurangi ketergantungan pada sumber energi fosil yang berkontribusi terhadap perubahan iklim.
Sistem PLTS atap di Masjid Istiqlal terdiri dari 504 unit modul surya dengan jumlah kapasitas mencapai sekitar 150 kWp. Total kapasitas ini menghasilkan pengurangan emisi karbon sebesar 119 ton per tahun. Angka ini sangat signifikan, setara dengan emisi yang dihasilkan oleh 414 pohon dalam setahun.
Dengan kata lain, setiap tahun, masjid ini berkontribusi pada peningkatan kualitas udara dan pengurangan polusi karbon, yang merupakan langkah penting dalam melawan perubahan iklim. Pengurangan emisi karbon ini tidak hanya bermanfaat bagi lingkungan, tetapi juga mencerminkan tanggung jawab sosial masjid terhadap masyarakat.
Dengan mengurangi emisi, Masjid Istiqlal menunjukkan bahwa institusi keagamaan dapat berperan aktif dalam isu-isu lingkungan yang mendesak saat ini.
Selain manfaat lingkungan, sistem PLTS atap ini juga memberikan keuntungan finansial bagi Masjid Istiqlal. Dengan memanfaatkan energi matahari, masjid ini dapat menghemat biaya listrik sekitar 20%.
Penghematan ini terjadi karena masjid tidak lagi sepenuhnya bergantung pada listrik dari sumber energi konvensional, yang biasanya lebih mahal dan berdampak negatif terhadap lingkungan. Penghematan biaya listrik ini memungkinkan masjid untuk mengalokasikan anggaran yang lebih besar untuk kegiatan sosial dan program-program keagamaan. Dengan demikian, tidak hanya lingkungan yang diuntungkan, tetapi juga masyarakat yang dilayani oleh masjid. Ini menunjukkan bahwa keberlanjutan dapat berjalan seiring dengan misi sosial dan keagamaan.
Secara keseluruhan, sistem PLTS atap di Masjid Istiqlal memberikan kontribusi signifikan dalam pengurangan jejak karbon dan penghematan biaya listrik. Dengan mengurangi ketergantungan pada energi fosil, masjid ini tidak hanya berperan dalam menjaga lingkungan tetapi juga memberikan manfaat ekonomis bagi operasionalnya. Inisiatif ini menjadi contoh nyata bahwa institusi keagamaan dapat berkontribusi dalam upaya global untuk mencapai keberlanjutan dan mengurangi dampak perubahan iklim.