Penyanyi jebolan Indonesian Idol 2021, Femila Sinukaban, kini melebarkan sayapnya ke dunia akting dengan membintangi film layar lebar berjudul "Wasiat Warisan". Film produksi Pariban Indo Media (PIM) Production ini menjadi penanda debut akting Femila di industri perfilman nasional. Kesempatan ini membawa Femila pada pengalaman baru yang penuh tantangan dan pembelajaran.
Dalam gala perdana yang digelar di Jakarta pada Rabu (26/11), Femila berbagi pengalamannya memerankan karakter Maria. Ia mengungkapkan bahwa perannya ini penuh dengan perjuangan, terutama dalam upaya menguasai dialek Batak Toba yang sangat berbeda dari bahasa ibunya. Peran ini menuntut totalitas Femila dalam berakting.
Meskipun memiliki marga Sinukaban yang merupakan bagian dari Suku Batak, Femila mengakui bahwa latar belakangnya sebagai Batak Karo menjadi tantangan tersendiri. Ia harus bekerja keras untuk mendalami logat dan intonasi yang asing baginya demi menghadirkan karakter Maria secara autentik dan meyakinkan di layar lebar.
Advertisement
Advertisement
Tantangan Mendalami Dialek Batak Toba
Femila Sinukaban, yang dikenal luas sebagai penyanyi, harus beradaptasi dengan tuntutan baru di dunia akting untuk film "Wasiat Warisan". Salah satu rintangan terbesarnya adalah menguasai dialek Batak Toba, yang menjadi elemen krusial dalam film tersebut. Meskipun ia berdarah Batak, perbedaan antara Batak Karo dan Batak Toba cukup signifikan dalam hal bahasa.
"Ya aku memang Batak, tapi Batak Karo. Jadi itu beda banget," kata Femila, menjelaskan perbedaan mendasar yang ia hadapi selama proses syuting. Perbedaan ini menuntutnya untuk belajar dari awal mengenai pelafalan dan intonasi yang tepat agar karakter Maria terasa natural dan tidak dibuat-buat.
Untuk mengatasi kesulitan ini, Femila mendapatkan bantuan maksimal dari "acting coach" dan "speech coach" yang mendampinginya selama proses produksi. Sutradara Agustinus Sitorus juga berperan penting dengan arahan yang ramah dan membantu Femila mendalami karakter yang berbeda jauh dari identitas Batak yang ia kenal sehari-hari. Dukungan ini sangat berarti bagi debut akting perdananya.
Advertisement
Proses kreatif ini melibatkan latihan intensif yang berfokus pada detail dialek dan karakterisasi. Femila berupaya serius mendalami setiap nuansa bahasa demi menghadirkan penampilan yang autentik dalam debut layar lebarnya ini, menunjukkan dedikasi tinggi terhadap perannya.
Advertisement
Pengalaman Syuting Berkesan di Samosir
Selain tantangan dialek, Femila Sinukaban juga menyimpan kenangan indah dari lokasi syuting film "Wasiat Warisan" yang berlokasi di Samosir, Danau Toba. Pengalaman ini menjadi momen tak terlupakan baginya, mengingat sudah cukup lama ia tidak mengunjungi daerah tersebut dan merasakan keindahan alamnya.
"Syutingnya kan di Samosir, aku sudah lama banget enggak ke sana. Jadi, oh bener tempat-tempat yang menarik, terus indah banget," tambahnya, menggambarkan kekagumannya. Keindahan alam Danau Toba dan sekitarnya memberikan suasana yang menyenangkan dan kebahagiaan tersendiri bagi aktris yang baru pertama kali berakting di layar lebar ini.
Femila juga menyampaikan kesan positif terhadap atmosfer selama syuting. Ia menggambarkan suasana kerja yang sangat "happy" dan "seru banget", berkat dukungan dari rekan-rekan kerja yang penuh semangat dan profesionalisme. Hal ini turut membantu Femila dalam menjalani debut akting dengan lebih nyaman dan termotivasi.
Advertisement
Lingkungan kerja yang kolaboratif dan pemandangan yang memukau di Samosir menjadi nilai tambah bagi Femila dalam proses kreatifnya. Pengalaman ini tidak hanya mengasah kemampuan aktingnya, tetapi juga memberinya kesempatan untuk kembali menikmati keindahan budaya dan alam Batak yang kaya.
Sumber: AntaraNews