Fasilitas Bea Cukai Sulsel Dorong Pertumbuhan Ekonomi dan Serap Ribuan Tenaga Kerja

Fasilitas kepabeanan dan cukai DJBC Sulbagsel berkontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Sulsel, menyerap ribuan tenaga kerja, dan meningkatkan investasi hingga Mei 2026.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Fasilitas Bea Cukai Sulsel Dorong Pertumbuhan Ekonomi dan Serap Ribuan Tenaga Kerja
Fasilitas kepabeanan dan cukai DJBC Sulbagsel berkontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Sulsel, menyerap ribuan tenaga kerja, dan meningkatkan investasi hingga Mei 2026. (AntaraNews)

Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Sulawesi Bagian Selatan (Sulbagsel) mengumumkan kontribusi signifikan dari berbagai fasilitas kepabeanan dan cukai yang diberikan pemerintah. Fasilitas ini terbukti mendorong pertumbuhan ekonomi di Sulawesi Selatan (Sulsel) secara substansial. Dampak positifnya juga terlihat pada penyerapan ribuan tenaga kerja hingga Mei 2026.

Kepala Bidang Kepabeanan Kantor Wilayah DJBC Sulbagsel, Alimuddin Lisaw, menjelaskan bahwa dukungan pemerintah terhadap industri sangat nyata. Fasilitas fiskal dan nonfiskal yang diberikan menunjukkan komitmen kuat. Ini khususnya berlaku untuk sektor pertambangan dan pengolahan yang merupakan penggerak utama ekonomi regional.

Pemberian fasilitas industri dari aspek kepabeanan dan cukai bertujuan untuk meningkatkan nilai ekspor. Sektor pertambangan dan pengolahan menjadi fokus utama. Kedua sektor ini saat ini berhasil menyerap ribuan tenaga kerja, memberikan dampak ekonomi yang luas.

Fasilitas Bea Cukai Sulsel, khususnya di kawasan berikat, telah menunjukkan hasil yang mengesankan. Kanwil DJBC Sulbagsel mencatat ada 10 kawasan berikat yang aktif memanfaatkan fasilitas kepabeanan ini. Program ini memberikan insentif fiskal yang besar kepada para pelaku industri di wilayah tersebut.

Pemerintah telah memberikan pembebasan bea masuk sebesar Rp10,98 miliar melalui fasilitas ini. Selain itu, pajak pertambahan nilai (PPN) tidak dipungut mencapai Rp35,78 miliar. Pajak penghasilan (PPh) juga tidak dipungut sebesar Rp8,52 miliar, meringankan beban perusahaan.

Alimuddin Lisaw menambahkan bahwa keberadaan kawasan berikat ini berdampak besar pada penyerapan tenaga kerja. Total 3.088 orang telah terserap ke dalam berbagai sektor. Hal ini menunjukkan bahwa Fasilitas Bea Cukai Sulsel tidak hanya mendukung industri, tetapi juga kesejahteraan masyarakat lokal.

Selain kawasan berikat, Fasilitas Bea Cukai Sulsel juga mencakup Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE). Terdapat satu perusahaan di Sulawesi Selatan yang telah menerima fasilitas KITE. Fasilitas ini dirancang untuk mendorong kegiatan ekspor dengan memberikan kemudahan impor bahan baku.

Pemerintah memberikan pembebasan bea masuk sebesar Rp15,10 miliar kepada perusahaan pengguna KITE tersebut. Selain itu, PPN tidak dipungut mencapai Rp34,89 miliar. Insentif ini secara langsung mengurangi biaya produksi dan meningkatkan daya saing produk ekspor.

Perusahaan penerima fasilitas KITE ini juga berkontribusi pada penyerapan tenaga kerja. Sebanyak 244 orang telah mendapatkan pekerjaan berkat fasilitas tersebut. Komoditas unggulan ekspor Sulawesi Selatan, seperti fero-nikel dan hasil laut, terus menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi daerah.

Pemberian Fasilitas Bea Cukai Sulsel tidak hanya berdampak pada industri besar, tetapi juga memicu pertumbuhan investasi dan usaha di sekitarnya. Data menunjukkan adanya peningkatan investasi yang signifikan. Hingga Mei 2026, nilai investasi tambahan tercatat mencapai 17,81 juta dolar Amerika Serikat.

Pertumbuhan ekonomi di sekitar kawasan perusahaan pengguna fasilitas juga sangat terasa. Munculnya berbagai unit usaha baru menjadi indikator keberhasilan. Tercatat ada 216 unit usaha rumah tangga, 173 usaha kecil, 51 usaha sedang, dan 25 usaha besar.

Unit-unit usaha ini bergerak di berbagai bidang, termasuk perdagangan, akomodasi, makanan, dan transportasi. Ini menunjukkan efek domino positif dari Fasilitas Bea Cukai Sulsel. Kebijakan ini tidak hanya mendukung ekspor, tetapi juga menciptakan ekosistem ekonomi yang lebih dinamis dan inklusif di Sulawesi Selatan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi