Film berjudul "The Fox King" akan secara resmi membuka perhelatan akbar Jakarta Film Week (JFW) 2025. Karya sinema yang dibintangi oleh selebritas kenamaan Dian Sastrowardoyo ini dijadwalkan tayang perdana pada 22 Oktober mendatang di Jakarta.
Pembukaan festival film bergengsi ini akan berlangsung di Jakarta dan menandai dimulainya rangkaian acara JFW 2025 yang berlangsung hingga 28 Oktober. Kehadiran film ini menjadi sorotan utama karena prestasinya di kancah internasional.
Film kolaborasi antara Malaysia dan Indonesia ini sebelumnya telah berkompetisi di Busan International Film Festival. "The Fox King" juga telah melakukan "world premiere" di Toronto, menunjukkan pengakuan global terhadap kualitas produksinya.
Advertisement
Advertisement
"The Fox King" merupakan buah karya sutradara Wo Ming Jin yang berhasil menyatukan talenta dari dua negara, Malaysia dan Indonesia. Film ini membuktikan bahwa sinema Indonesia memiliki daya saing dan mampu menembus panggung dunia.
Direktur Festival JFW 2025, Rina Damayanti, menyatakan kebanggaannya atas pencapaian ini. "Film karya Wo Ming Jin, merupakan kolaborasi Malaysia dengan Indonesia yang baru saja berkompetisi di Busan International Film Festival dan 'world premiere'-nya kemarin di Toronto," ujarnya di Jakarta.
Rina juga menambahkan bahwa kehadiran Dian Sastrowardoyo dalam film ini menjadi nilai tambah. "Ini juga merupakan suatu kebanggaan kita dengan menghadirkan Dian Sastro di di film ini," kata Rina, menggarisbawahi kontribusi aktris papan atas tersebut.
Advertisement
Film ini tidak hanya sekadar tontonan, tetapi juga menjadi simbol pengakuan internasional terhadap kualitas dan potensi sinema Indonesia. Kolaborasi lintas negara ini membuka pintu bagi lebih banyak produksi film yang mendunia.
Advertisement
Film "The Fox King" mengusung pesan mendalam tentang proses pendewasaan dan ketangguhan dalam menghadapi berbagai tantangan hidup. Tema ini sangat relevan dan sejalan dengan semangat Jakarta Film Week 2025.
JFW 2025 mengusung tema "Reignite", yang berarti menyalakan kembali. Tema ini bertujuan untuk membangkitkan nilai-nilai kemanusiaan dan mengajak penonton menemukan makna yang lebih dalam melalui medium sinema.
Rina Damayanti menjelaskan bahwa sinema memiliki peran lebih dari sekadar hiburan semata. Menurutnya, sinema juga merupakan wadah untuk menyampaikan pesan-pesan kemanusiaan yang universal dan relevan bagi masyarakat.
Advertisement
Melalui "Reignite", JFW 2025 berupaya menciptakan ruang di mana penonton dapat terhubung, terinspirasi, dan bahkan mengalami transformasi pribadi. Film-film yang dipilih diharapkan mampu memprovokasi pemikiran dan emosi penonton.
Advertisement
Jakarta Film Week 2025 menandai perhelatan kelima festival film ini, menunjukkan konsistensinya dalam mendukung industri sinema. Festival ini berkolaborasi erat dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Kerja sama ini memiliki tujuan besar, yaitu menjadikan Jakarta sebagai pusat utama bagi kreativitas sinema di kawasan Asia Tenggara. Visi ini selaras dengan ambisi Jakarta untuk menjadi kota global yang maju dan berbudaya.
Rina Damayanti mengungkapkan bahwa JFW adalah tempat di mana berbagai kisah dari seluruh dunia bertemu. Festival ini juga menjadi platform penting bagi talenta-talenta baru untuk mendapatkan dukungan dan pengakuan.
Advertisement
Tahun ini, JFW 2025 mengalami perluasan signifikan dalam lokasi pemutaran film. Dari sebelumnya beberapa titik, kini festival akan berlangsung di lima lokasi berbeda, yaitu CGV Grand Indonesia, CGV FX Sudirman, Taman Ismail Marzuki (TIM), Mercure Hotel Cikini, dan Galeri Indonesia Kaya. Perluasan ini diharapkan dapat menjangkau lebih banyak penonton dan pegiat film.
JFW 2025 tidak hanya menampilkan pemutaran film, tetapi juga berbagai program menarik lainnya. Ada diskusi panel, lokakarya, serta program industri yang mempertemukan sineas, penikmat film, dan para pegiat industri film. Festival ini menerima total 1.154 film dari 99 negara, menunjukkan jangkauan global dan daya tariknya yang luas.
Sumber: AntaraNews
Advertisement