Fakta Unik: Polri Gunakan 29 Bodycam Canggih untuk Pantau Keamanan MotoGP Mandalika 2025

Polri mengerahkan 29 Bodycam untuk memantau keamanan dan lalu lintas MotoGP Mandalika 2025. Penasaran bagaimana teknologi ini membantu pengamanan event internasional?

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Fakta Unik: Polri Gunakan 29 Bodycam Canggih untuk Pantau Keamanan MotoGP Mandalika 2025
Polri mengerahkan 29 Bodycam untuk memantau keamanan dan lalu lintas MotoGP Mandalika 2025. Penasaran bagaimana teknologi ini membantu pengamanan event internasional? (AntaraNews)

Mabes Polri mengambil langkah inovatif dalam memastikan kelancaran dan keamanan ajang balap motor internasional MotoGP Mandalika 2025. Acara bergengsi ini akan berlangsung di Sirkuit Mandalika, Nusa Tenggara Barat, pada tanggal 3 hingga 5 Oktober 2025 mendatang. Untuk mendukung pengamanan, kepolisian akan menggunakan kamera pengintai atau yang dikenal dengan sebutan Bodycam Polri.

Pemasangan Bodycam Polri ini bertujuan untuk memantau secara real-time situasi keamanan di lapangan serta arus lalu lintas di sepanjang jalur menuju sirkuit. Teknologi ini diharapkan dapat mempermudah koordinasi antarpetugas dan pengambilan keputusan cepat. Sebanyak 29 unit bodycam akan dikenakan oleh personel kepolisian yang bertugas di berbagai titik strategis.

AKBP Pol Ariakta Gagah Nugraha, selaku Kepala Posko Command Center Polda NTB di Sirkuit Mandalika, menjelaskan pentingnya penggunaan alat ini. Menurutnya, bodycam akan sangat membantu dalam mengidentifikasi dan merespons gangguan keamanan maupun kemacetan lalu lintas. Hal ini menjadi kunci sukses pengamanan event berskala global seperti MotoGP.

Strategi Pengamanan Inovatif dengan Bodycam Polri

Penggunaan Bodycam Polri merupakan bagian dari strategi pengamanan komprehensif yang diterapkan Mabes Polri untuk MotoGP Mandalika 2025. Sebanyak 29 unit kamera pengintai ini dipasang langsung di tubuh personel kepolisian yang bertugas di lapangan. Tujuannya adalah untuk mendapatkan gambaran langsung kondisi di lokasi.

AKBP Pol Ariakta Gagah Nugraha menegaskan bahwa fungsi utama bodycam ini adalah untuk memudahkan pemantauan. "Ada 29 yang kita pasang di badan petugas. Gunanya untuk memudahkan pemantauan ketika terjadi gangguan keamanan dan kemacetan di jalan," ujarnya. Pernyataan ini menunjukkan fokus kepolisian pada respons cepat dan efektif.

Dengan adanya bodycam, setiap pergerakan dan kejadian di area pengamanan dapat terekam dan dipantau secara langsung. Ini memungkinkan petugas di Command Center untuk memiliki visibilitas yang lebih baik. Informasi visual yang akurat menjadi dasar penting dalam mengambil keputusan taktis di lapangan, terutama saat menghadapi situasi dinamis seperti kepadatan massa atau lalu lintas.

Titik Krusial dan Integrasi Teknologi

Personel yang dilengkapi dengan Bodycam Polri ditempatkan di sejumlah titik krusial yang diidentifikasi rawan kepadatan lalu lintas dan potensi gangguan keamanan. Penempatan strategis ini mencakup area-area penting di sekitar Sirkuit Mandalika. Lokasi-lokasi tersebut termasuk bundaran bandara, depan bandara, hingga petugas yang berjaga di Bundaran Sunggung, Mandalika.

Kelebihan utama dari sistem bodycam ini adalah kemampuannya untuk terhubung secara langsung ke Command Center Polda NTB. Command Center ini berlokasi di dalam areal Sirkuit Mandalika, memastikan pemantauan yang terpusat dan respons yang sigap. "Misalkan begitu ada kemacetan, langsung petugas bisa mengambil tindakan," kata Ariakta, menjelaskan efisiensi sistem ini.

Selain Bodycam Polri, pihak kepolisian juga memanfaatkan teknologi pemantauan lainnya secara ekstensif. Sebanyak 188 titik CCTV dipasang, baik di dalam maupun di luar sirkuit. Kamera pengawas ini merupakan kolaborasi antara Polda NTB dan PT ITDC, memperkuat cakupan pengawasan di seluruh area event.

Kekuatan Personel dan Dukungan Teknologi Lainnya

Pengamanan MotoGP Mandalika 2025 melibatkan total 2.580 personel gabungan dari TNI dan Polri, termasuk jajaran Polda NTB. Jumlah personel yang besar ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam mengamankan event internasional. Mereka dibagi ke dalam tiga zona pengamanan utama, yaitu zona barat, tengah, dan timur, yang diorganisir dalam tujuh satuan tugas khusus.

Pembagian zona dan satuan tugas ini dirancang untuk memastikan cakupan pengamanan yang merata dan terkoordinasi di seluruh area. Setiap zona memiliki tanggung jawab spesifik, memungkinkan respons yang lebih terfokus. Koordinasi antar satuan tugas menjadi kunci dalam menjaga stabilitas dan keamanan selama berlangsungnya balapan.

Dukungan teknologi tidak hanya terbatas pada Bodycam Polri dan CCTV. Pengamanan juga diperkuat dengan sistem anti-drone yang canggih untuk mengantisipasi potensi ancaman dari udara. Selain itu, pemantauan udara juga dilakukan menggunakan helikopter, memberikan perspektif luas dan kemampuan respons cepat terhadap situasi yang berkembang di lapangan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi