Pemerintah Kota Palu, Sulawesi Tengah, baru-baru ini mengumumkan penguatan signifikan dalam pengelolaan lingkungan daerah. Langkah ini diambil melalui serangkaian inovasi komprehensif. Tujuannya adalah menciptakan lingkungan perkotaan yang bersih, hijau, dan berkelanjutan.
Wakil Wali Kota Palu, Imelda Lilin Muhidin, menjelaskan bahwa strategi ini mencakup pembenahan fisik dan penyiapan sumber daya manusia. Selain itu, kerangka regulasi serta dukungan pembiayaan juga menjadi fokus utama. Ini menunjukkan komitmen serius Pemkot Palu.
Inisiatif ini juga bertujuan untuk meraih penghargaan Adipura Kencana pada tahun ini. Penghargaan tersebut merupakan pengakuan nasional atas pengelolaan kebersihan yang berkelanjutan. Kolaborasi semua pihak, termasuk masyarakat, sangat dibutuhkan.
Advertisement
Advertisement
Meningkatkan Partisipasi Masyarakat Melalui Pemilahan Sampah
Salah satu inovasi utama dalam penguatan pengelolaan lingkungan di Palu adalah fokus pada pemilahan sampah. Program ini dimulai langsung dari sumbernya, yaitu rumah tangga dan komunitas. Targetnya adalah mengurangi 50 persen dari total timbunan sampah.
Optimalisasi cakupan pelayanan persampahan juga menjadi prioritas. Dengan strategi ini, Pemkot Palu berharap pengurangan sampah dapat mencapai 30 persen. Sementara itu, 70 persen sisanya akan ditangani sesuai kebijakan dan strategi daerah.
Wakil Wali Kota Imelda Lilin Muhidin menekankan pentingnya kolaborasi. "Meraih Adipura Kencana perlu kolaborasi semua pihak, termasuk masyarakat melalui pemilihan dari tingkat rumah tangga," ujarnya. Ini menunjukkan bahwa peran aktif warga sangat krusial dalam inovasi lingkungan Palu.
Advertisement
Advertisement
Terobosan DLH Palu dan Penguatan Ekonomi Sirkular
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Palu, Moh Arif Lamakarate, memaparkan berbagai terobosan. Inovasi ini meliputi pengurangan timbulan sampah melalui pemilahan dan pembatasan plastik sekali pakai. Edukasi masyarakat juga terus digalakkan untuk meningkatkan kesadaran.
DLH Palu juga aktif membangun kolaborasi dengan pelaku usaha. Sektor perhotelan, restoran, dan kafe menjadi mitra utama dalam pemilahan sampah. Perjanjian kerja sama telah ditandatangani terkait pemanfaatan sampah di sumbernya.
Inovasi menarik lainnya adalah pengelolaan Makanan Bergizi Gratis (MBG). Program ini dirancang untuk menjalankan ekonomi sirkular dan menciptakan "green job" bagi pemuda. Hal ini menunjukkan pendekatan holistik dalam inovasi lingkungan Palu.
Advertisement
Penguatan bank sampah menjadi strategi kunci untuk mencapai kemandirian. Saat ini, hampir 50 bank sampah di Kota Palu sedang didorong agar bisa mandiri dan berkembang. Tujuannya agar mereka mampu mengakses pinjaman perbankan, setelah sebelumnya mendapat pelatihan penyusunan proposal dan pendampingan langsung dari para pakar. "Dengan begitu, ekonomi sirkular di sektor persampahan bisa terus berkembang tanpa terlalu bergantung pada APBD,” demikian Arif.
Sumber: AntaraNews