Fakta Unik: Mensos Dorong Pemberdayaan Masyarakat dalam Revitalisasi Sungai Denpasar, Ubah Kawasan Kumuh Jadi Bersih

Menteri Sosial mendorong program pemberdayaan masyarakat dalam revitalisasi Sungai Denpasar, mengubah kawasan kumuh menjadi bersih dan berkelanjutan. Simak kolaborasi pemerintah dan masyarakat di sini!

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Fakta Unik: Mensos Dorong Pemberdayaan Masyarakat dalam Revitalisasi Sungai Denpasar, Ubah Kawasan Kumuh Jadi Bersih
Menteri Sosial mendorong program pemberdayaan masyarakat dalam revitalisasi Sungai Denpasar, mengubah kawasan kumuh menjadi bersih dan berkelanjutan. Simak kolaborasi pemerintah dan masyarakat di sini! (Merdeka.com)

Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf secara aktif mendorong pemberdayaan masyarakat dalam proyek revitalisasi Sungai Tukad Wang Biga, Desa Pemogan, Kecamatan Denpasar Selatan, Denpasar. Inisiatif ini bertujuan untuk mentransformasi kawasan yang sebelumnya kumuh menjadi wilayah yang lebih tertata, bersih, dan berkelanjutan. Program ini merupakan hasil kolaborasi erat antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan Pemerintah Kota Denpasar, menunjukkan sinergi dalam upaya pelestarian lingkungan.

Program revitalisasi ini telah menunjukkan dampak nyata, terutama dalam penanganan masalah sampah di sungai yang kini lebih tertata sepanjang lebih dari tiga kilometer. Mensos Saifullah Yusuf menekankan bahwa revitalisasi ini bukan hanya sekadar perbaikan fisik, melainkan juga sebuah awal untuk merawat, menjaga, dan mengedukasi masyarakat agar lebih peduli terhadap lingkungan sekitar. Hal ini menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan upaya pelestarian di masa depan.

Proyek revitalisasi Sungai Tukad Wang Biga ini telah melalui proses panjang sejak Februari dan dinilai sebagai prestasi nyata yang akan terus diperluas hingga mencapai enam sampai tujuh kilometer lebih. Keberhasilan ini tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, termasuk DPR RI, Pemerintah Provinsi Bali, serta komitmen kuat dari kepala desa setempat yang konsisten menjaga keberlanjutan program. Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, turut menyampaikan apresiasi atas program ini, yang dinilainya sangat bermanfaat bagi Kota Denpasar.

Kolaborasi Lintas Sektor untuk Lingkungan Berkelanjutan

Program revitalisasi Sungai Tukad Wang Biga di Denpasar merupakan contoh nyata kolaborasi lintas sektor yang efektif. Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengapresiasi dukungan dari berbagai pihak, termasuk DPR RI, Pemerintah Provinsi Bali, serta komitmen kepala desa yang konsisten menjaga keberlanjutan program ini. Sinergi ini memastikan bahwa upaya pelestarian lingkungan tidak hanya menjadi tanggung jawab satu pihak, melainkan gerakan bersama yang melibatkan seluruh elemen masyarakat dan pemerintahan.

Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, menegaskan pentingnya program ini bagi kota. “Program ini tidak hanya memberikan dampak nyata pada kebersihan sungai, tetapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan,” ujarnya. Pemerintah Kota Denpasar siap berkolaborasi untuk memastikan keberlanjutan program revitalisasi Sungai Denpasar ini, menunjukkan komitmen jangka panjang terhadap lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.

Keterlibatan aktif masyarakat Desa Pemogan dalam upaya pemberdayaan melalui rehabilitasi sosial di kawasan yang sebelumnya kumuh menjadi kunci keberhasilan. Dari persoalan sampah di sungai, kini kawasan tersebut menjadi lebih tertata, menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan nyaman bagi penduduk setempat. Hal ini sejalan dengan visi program untuk menciptakan wilayah yang tidak hanya bersih, tetapi juga mandiri dalam pengelolaan lingkungannya.

Transformasi Sungai Tukad Wang Biga: Dari Kumuh Menjadi Bersih

Sungai Tukad Wang Biga di Desa Pemogan, Denpasar Selatan, telah mengalami transformasi signifikan berkat program revitalisasi ini. Kawasan yang sebelumnya dikenal kumuh, terutama akibat penumpukan sampah, kini telah berubah menjadi lebih tertata dan bersih. Perubahan ini tidak hanya terbatas pada estetika, tetapi juga pada kualitas lingkungan hidup masyarakat sekitar. Upaya ini merupakan bagian dari komitmen untuk menjadikan Sungai Denpasar lebih sehat.

Revitalisasi ini telah berhasil menata lebih dari tiga kilometer aliran sungai, dengan rencana ekspansi hingga enam sampai tujuh kilometer lebih di masa mendatang. Angka ini menunjukkan skala ambisius dari program yang bertujuan untuk memberikan dampak luas bagi Denpasar. Keberlanjutan program ini sangat bergantung pada partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan dan kelestarian sungai.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyatakan bahwa revitalisasi sungai ini adalah awal dari upaya yang lebih besar, yaitu merawat, menjaga, dan mengedukasi masyarakat agar lebih peduli terhadap lingkungan. Kesadaran kolektif menjadi faktor krusial dalam mempertahankan hasil revitalisasi ini. Dengan edukasi yang berkelanjutan, diharapkan masyarakat dapat terus berkontribusi dalam menjaga kebersihan Sungai Tukad Wang Biga.

Inovasi dan Bantuan untuk Pemberdayaan Masyarakat

Sebelum peresmian program, Menteri Sosial menyempatkan diri meninjau kelompok keluarga penerima manfaat (KPM) di Rotary, melihat proses pengolahan sampah dengan maggot, serta menyaksikan mesin pencacah sampah plastik karya anak Bali di TPS3R Kubu Lestari, Pemogan. Kunjungan ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam mendukung inovasi lokal dan pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pengelolaan sampah. Inovasi seperti pengolahan maggot dan mesin pencacah sampah plastik menjadi contoh nyata bagaimana teknologi dapat dimanfaatkan untuk solusi lingkungan.

Acara dilanjutkan dengan penyerahan bantuan secara simbolis yang signifikan. Bantuan Pemberdayaan dan Rehabilitasi Sosial Kawasan Kumuh Wilayah Sungai Tukad Wang Biga Desa Pemogan disalurkan senilai Rp1.413.608.349. Dana ini diharapkan dapat mendukung berbagai inisiatif masyarakat dalam menjaga dan mengembangkan kawasan sungai. Penyerahan bantuan ini merupakan bentuk dukungan konkret pemerintah terhadap program revitalisasi Sungai Denpasar.

Selain bantuan finansial, Kementerian Sosial juga menyerahkan mesin pencacah sampah organik kepada kelompok masyarakat melalui TPS3R Desa Pemogan. Bantuan lainnya yang turut disalurkan yakni motor cikar dan kapal pengangkut sampah dari Rotary Club kepada kelompok masyarakat melalui TPS3R, serta bantuan rumah biokonversi maggot yang juga disalurkan melalui TPS3R Desa Pemogan. Seluruh bantuan ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas masyarakat dalam mengelola sampah secara mandiri dan berkelanjutan, sehingga mendukung upaya revitalisasi Sungai Denpasar.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi