Fakta Unik: Cold Storage Dharma Jaya Berkapasitas 5.000 Ton Siap Amankan Pangan Jakarta Mulai Tahun Depan

Perumda Dharma Jaya akan mengoperasikan cold storage berkapasitas 5.000 ton tahun depan. Fasilitas Cold Storage Dharma Jaya ini krusial untuk menjaga stabilitas pangan Jakarta, bagaimana dampaknya?

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Fakta Unik: Cold Storage Dharma Jaya Berkapasitas 5.000 Ton Siap Amankan Pangan Jakarta Mulai Tahun Depan
Perumda Dharma Jaya akan mengoperasikan cold storage berkapasitas 5.000 ton tahun depan, menjadi penopang utama stabilitas pangan Jakarta. Bagaimana dampaknya? (AntaraNews)

Perumda Dharma Jaya mengambil langkah strategis dengan menyiapkan gudang berpendingin atau cold storage berskala besar di Jakarta. Fasilitas ini memiliki kapasitas mencapai 5.000 ton dan bertujuan utama untuk menjaga kestabilan pasokan pangan di Ibu Kota.

Direktur Utama Perumda Dharma Jaya, Raditya Endra Budiman, menjelaskan bahwa proyeksi operasional cold storage ini akan dimulai pada tahun depan. Keberadaan fasilitas ini diharapkan menjadi penopang utama cadangan pangan strategis Jakarta di masa mendatang.

Raditya menambahkan, kapasitas besar ini akan memungkinkan Dharma Jaya menyerap lebih banyak stok daging dari berbagai sumber. Selain itu, sistem penyimpanan terintegrasi ini juga akan memperpanjang umur simpan produk, menekan potensi kelangkaan, dan menjaga stabilitas harga pangan.

Pembangunan cold storage berkapasitas 5.000 ton ini menjadi sangat penting mengingat kondisi geografis Jakarta. Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta, Hasudungan Sibalok, mengungkapkan bahwa Jakarta memiliki kerentanan tinggi terhadap pasokan pangan.

Berdasarkan kajian, Jakarta hanya mampu memenuhi sekitar dua persen kebutuhan pangannya dari sumber daya lokal. Sisanya, 98 persen, harus didatangkan dari luar daerah, menjadikan Ibu Kota sangat bergantung pada pasokan eksternal.

Oleh karena itu, pengadaan cold storage skala besar di beberapa titik dinilai dapat membantu menjaga kestabilan pangan di Jakarta. Hasudungan Sibalok menyebutkan, "Sempat kami berdiskusi dengan Pak Dirut bagaimana Darma Jaya akan membangun atau membuat suatu cold storage yang berkapasitas besar."

Fasilitas cold storage yang sudah ada antara lain berlokasi di Cakung dengan kapasitas 1.000 ton dan di Pulogadung berkapasitas 2.000 ton. Penambahan cold storage Dharma Jaya 5.000 ton akan semakin memperkuat infrastruktur penyimpanan pangan di Jakarta.

Selain pembangunan cold storage, Dharma Jaya juga memperkuat pasokan pangan melalui pola kemitraan dengan daerah lain. Strategi ini dilakukan melalui skema kontrak pertanian atau farming.

Melalui kemitraan ini, sentra-sentra peternakan di berbagai daerah dapat menyuplai hewan atau daging mentah ke Jakarta. Hal ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan protein hewani bagi masyarakat Ibu Kota secara berkelanjutan.

Raditya Endra Budiman menjelaskan, "Khusus untuk hewan kami sudah berkoordinasi atau berkolaborasi dengan Provinsi Lampung, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Timur, sebagai daerah pemasok hewan ternak." Kolaborasi ini memastikan ketersediaan pasokan dari berbagai wilayah.

Dharma Jaya juga memperluas akses distribusi produk pangan melalui "Meat Shop" atau toko daging di sejumlah lokasi seperti Cakung dan Mampang. Selain itu, armada pangan keliling menggunakan mobil dan motor pendingin juga dikerahkan untuk menjangkau masyarakat lebih luas, bahkan hingga kantor wali kota, kantor kecamatan, dan kelurahan. Dengan dukungan cold storage Dharma Jaya, kontrak pertanian, dan distribusi yang luas, BUMD DKI Jakarta ini diharapkan mampu menjaga stabilitas harga pangan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi