Badan Layanan Umum Daerah Unit Pelaksana Teknis Daerah (BLUD UPTD) KKP Raja Ampat menunjukkan komitmen kuatnya dalam mengembangkan ekonomi kreatif lokal. Inisiatif ini secara khusus menyasar para perempuan Papua, atau yang akrab disapa mama Papua, melalui dukungan penuh terhadap penyelenggaraan Festival Jejak Raja 2025.
Festival yang pertama kali digelar di Raja Ampat ini menjadi momentum penting untuk menggali potensi ekonomi rakyat. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk memperkuat hubungan antara pemerintah dan masyarakat, sekaligus mendukung upaya pelestarian budaya dan lingkungan di wilayah tersebut.
Kepala BLUD UPTD KKP Raja Ampat, Syafri, menjelaskan bahwa festival semacam ini membuka peluang ekonomi yang signifikan. Ia juga menekankan bahwa acara ini menyediakan ruang kreasi yang luas bagi mama Papua untuk menampilkan dan mengembangkan produk-produk unggulan mereka.
Advertisement
Advertisement
Membuka Peluang Ekonomi Melalui Festival
Sebagai wujud dukungan konkret, BLUD UPTD KKP Raja Ampat secara aktif menghadirkan mama Papua dari Kampung Pam dan Kampung Yensawai. Mereka diberikan kesempatan untuk mengisi stand UMKM yang telah disediakan oleh panitia Festival Jejak Raja 2025, menampilkan beragam produk lokal hasil karya mereka.
Selain menampilkan produk-produk khas daerah, BLUD juga menyelenggarakan berbagai kegiatan edukatif yang menarik. Program ini mencakup sosialisasi lingkungan hidup untuk anak-anak sekolah dasar, lomba mewarnai, serta kuis seputar konservasi alam Raja Ampat.
Kegiatan-kegiatan ini dirancang untuk membangun kedekatan antara masyarakat dan pemerintah. Lebih dari itu, inisiatif ini bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran lingkungan sejak dini di kalangan generasi muda, memastikan keberlanjutan alam Raja Ampat.
Advertisement
Advertisement
Pengembangan Produk Lokal dan Pelatihan Berkelanjutan
Tidak berhenti pada festival, BLUD UPTD Raja Ampat juga sedang mengupayakan pelatihan batik bagi mama Papua. Gagasan ini muncul dari usulan langsung masyarakat yang memiliki keinginan kuat untuk belajar membatik secara profesional, memanfaatkan kekayaan flora lokal.
Dalam rangka meningkatkan kualitas dan inovasi, BLUD berencana membawa para mama Papua ke pusat batik nasional di luar Papua. Selain itu, mereka juga akan menghadirkan ahli batik langsung ke Raja Ampat untuk mengembangkan teknik membatik berbasis bahan-bahan lokal yang unik.
Selain batik, BLUD juga telah memberikan pelatihan pembuatan produk turunan lainnya, seperti sampo dan minyak yang berasal dari kelapa lokal. Dengan target jangka panjang, produk-produk ini diharapkan dapat diserap oleh pengelola homestay dan pasar lokal lainnya di Raja Ampat, mendukung ekonomi mama Papua.
Advertisement
Syafri menambahkan bahwa jika kuantitas dan kualitas produk telah memenuhi standar, BLUD akan membantu memasarkan produk-produk ini ke sektor pariwisata. Homestay di Raja Ampat menjadi salah satu target utama untuk penyerapan produk lokal ini, menciptakan sinergi antara pariwisata dan ekonomi kreatif.
Melalui ajang seperti Festival Jejak Raja dan berbagai program pendampingan, BLUD UPTD KKP Raja Ampat berharap semangat dan kreativitas mama Papua dapat terus tumbuh. BLUD pun siap memberikan pendampingan dan solusi agar hasil produksi mereka tidak hanya berhenti pada proses, tetapi juga mampu menembus pasar yang lebih luas dan berkelanjutan.
Sumber: AntaraNews
Advertisement