Fakta Unik Aitumeiri: Polda Papua Barat Kerahkan 169 Personel Amankan Perayaan 1 Abad Tanah Peradaban Papua

Polda Papua Barat mengerahkan 169 personel untuk pengamanan Aitumeiri, lokasi bersejarah sekolah formal pertama di Papua, dalam perayaan 1 abad Tanah Peradaban Papua. Apa saja persiapan pengamanannya?

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Fakta Unik Aitumeiri: Polda Papua Barat Kerahkan 169 Personel Amankan Perayaan 1 Abad Tanah Peradaban Papua
Polda Papua Barat mengerahkan 169 personel untuk pengamanan Aitumeiri, lokasi bersejarah sekolah formal pertama di Papua, dalam perayaan 1 abad Tanah Peradaban Papua. Apa saja persiapan pengamanannya? (AntaraNews)

Kepolisian Daerah (Polda) Papua Barat akan mengerahkan sebanyak 169 personel untuk mengamankan perayaan 1 abad Tanah Peradaban Papua. Acara bersejarah ini dijadwalkan berlangsung di Bukit Aitumeiri, Wasior, Kabupaten Teluk Wondama, pada 25 Oktober 2025. Pengamanan ini bertujuan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan aman, lancar, dan kondusif.

Kepala Bidang Humas Polda Papua Barat, Komisaris Besar Polisi Ignatius Benny Ady Prabowo, menjelaskan bahwa pengiriman personel bawah kendali operasi (BKO) akan dilakukan dalam dua gelombang. Total 169 personel BKO tersebut akan bertugas mulai 19 hingga 28 Oktober 2025. Mereka akan memfokuskan tugas pada pengamanan tamu-tamu penting (VIP) baik dari dalam maupun luar negeri.

Aitumeiri sendiri merupakan sebuah situs bersejarah dan rohani yang memiliki nilai krusial bagi Papua. Lokasi ini menjadi saksi bisu berdirinya sekolah formal pertama untuk orang asli Papua pada tahun 1925. Perayaan satu abad ini menandai sebuah tonggak sejarah penting bagi peradaban di tanah Papua.

Pengerahan Personel dan Logistik Pengamanan Aitumeiri

Polda Papua Barat telah merencanakan pengerahan personel BKO secara cermat untuk memastikan kelancaran perayaan. Gelombang pertama yang terdiri dari 31 personel telah diberangkatkan pada 18 Oktober, disusul oleh 138 personel pada 19 Oktober. Penugasan mereka di Teluk Wondama akan berlangsung selama sepuluh hari, memastikan cakupan pengamanan yang memadai.

Komisaris Besar Polisi Ignatius Benny Ady Prabowo menyatakan, "Pengiriman personel bawah kendali operasi (BKO) dilakukan dalam dua gelombang." Kehadiran personel BKO ini akan mempertebal pengamanan yang sudah dilakukan oleh jajaran Polres Teluk Wondama. Sistem pengamanan akan dilakukan secara berlapis, dengan dukungan tambahan dari personel TNI dan pemerintah daerah setempat.

Dukungan Polda Papua Barat tidak hanya terbatas pada penambahan jumlah personel untuk pengamanan Aitumeiri. Polda juga mengikutsertakan kendaraan operasional dan perlengkapan taktis guna memaksimalkan upaya pengamanan. Hal ini menunjukkan komitmen penuh dalam menjaga stabilitas dan keamanan selama acara berlangsung.

Beberapa kendaraan operasional dan perlengkapan taktis yang dikirim meliputi 2 unit mobil double cabin, 1 truk box, 2 unit raisa, dan 1 ambulans. Kelengkapan ini sangat penting untuk mendukung mobilitas, logistik, dan kesiapsiagaan medis selama periode pengamanan di Aitumeiri.

Signifikansi Aitumeiri sebagai Tanah Peradaban Papua

Aitumeiri memiliki peran yang sangat vital dalam sejarah dan spiritualitas Papua. Situs ini dikenal sebagai lokasi sekolah formal pertama yang didirikan khusus untuk orang asli Papua pada tahun 1925. Keberadaan sekolah ini menjadi penanda awal dari perkembangan pendidikan modern di wilayah tersebut.

Di Aitumeiri juga terdapat "batu peradaban" yang digunakan oleh misionaris Isak Samuel Kijne, seorang tokoh penting dalam sejarah penyebaran agama dan pendidikan di Papua. Jejak sejarah ini menjadikan Aitumeiri sebagai simbol peradaban dan kemajuan bagi masyarakat Papua.

Mengingat nilai historis dan budayanya yang tinggi, situs Aitumeiri saat ini sedang didorong untuk dijadikan Cagar Budaya Nasional. Penetapan ini diharapkan dapat melestarikan warisan penting tersebut untuk generasi mendatang. Upaya ini juga sejalan dengan pengakuan terhadap peran Aitumeiri dalam membentuk identitas Papua.

Kepolisian mengimbau seluruh masyarakat di Teluk Wondama untuk turut berperan aktif dalam menjaga keamanan dan ketertiban. Masyarakat diminta untuk tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang berpotensi mengganggu stabilitas. Partisipasi aktif masyarakat sangat dibutuhkan demi suksesnya perayaan 1 abad Tanah Peradaban Papua di Aitumeiri.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi