Fakta Mengejutkan! Jakarta Melonjak 3 Peringkat, Kini ke-71 dalam Peringkat Kota Global Dunia, Kalahkan Kuala Lumpur di Sektor Transportasi

Jakarta kini menduduki peringkat ke-71 dalam Peringkat Kota Global dunia versi Kearney, naik signifikan berkat partisipasi publik. Temukan bagaimana Ibu Kota juga unggul di sektor transportasi!

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Fakta Mengejutkan! Jakarta Melonjak 3 Peringkat, Kini ke-71 dalam Peringkat Kota Global Dunia, Kalahkan Kuala Lumpur di Sektor Transportasi
Jakarta kini menduduki peringkat ke-71 dalam Peringkat Kota Global dunia versi Kearney, naik signifikan berkat partisipasi publik. Temukan bagaimana Ibu Kota juga unggul di sektor transportasi! (AntaraNews)

Gubernur Jakarta Pramono Anung baru-baru ini mengumumkan kabar menggembirakan mengenai posisi Ibu Kota di kancah internasional. Dalam acara Jakarta Innovation Days, beliau memaparkan peningkatan signifikan Jakarta dalam survei kota global. Pengumuman ini disampaikan pada hari Selasa, menyoroti kemajuan pesat yang dicapai.

Menurut Pramono, Jakarta kini berhasil menempati peringkat ke-71 dari 156 kota dalam survei yang dirilis oleh Kearney. Peringkat ini menunjukkan kenaikan tiga posisi dari sebelumnya yang berada di urutan ke-74. Pencapaian luar biasa ini terjadi dalam kurun waktu yang relatif singkat, sekitar lima hingga tujuh bulan terakhir.

Kenaikan peringkat ini tidak lepas dari peran aktif dan partisipasi publik yang tinggi, sebagaimana ditekankan oleh Gubernur Pramono. Selain itu, sektor transportasi Jakarta juga menunjukkan performa impresif, menempatkan Ibu Kota di posisi ke-17 dunia. Hal ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah daerah untuk terus berinovasi.

Partisipasi Publik Dorong Kenaikan Peringkat Global Jakarta

Kenaikan Peringkat Kota Global Jakarta menjadi sorotan utama dalam pidato Gubernur Pramono Anung. Jakarta yang sebelumnya berada di posisi 74 dari 156 kota, kini berhasil melesat ke peringkat 71. Peningkatan tiga posisi ini merupakan pencapaian yang patut diapresiasi dalam waktu kurang dari setahun. Ini menunjukkan dinamika positif yang terjadi di Ibu Kota.

Gubernur Pramono secara tegas menyatakan bahwa partisipasi publik adalah kunci utama di balik lonjakan peringkat ini. Beliau menekankan bahwa tanpa keterlibatan aktif masyarakat, kemajuan seperti ini tidak akan mungkin terwujud. Hal ini menunjukkan bahwa sinergi antara pemerintah dan warga sangat vital bagi perkembangan kota dalam berbagai aspek.

Data dari survei Kearney menunjukkan bahwa Ibu Kota berhasil memperbaiki posisinya di kancah global. "Jakarta sebelumnya nomor 74 dari 156, sekarang menjadi nomor 71. Dalam waktu 5, 6, 7 bulan, kita bisa naik sampai 3, 4 tingkat itu luar biasa," ujar Pramono. Peningkatan ini mencerminkan upaya kolektif yang telah dilakukan untuk menjadikan Jakarta lebih kompetitif.

"Menurut saya, kalau bukan karena partisipasi publik, tidak mungkin terjadi," kata Pramono, menegaskan kembali peranan penting masyarakat. Peringkat Kota Global Jakarta yang terus membaik adalah indikator positif bagi masa depan kota ini. Ini juga menjadi motivasi untuk terus mendorong inovasi dan kolaborasi.

Transformasi Kawasan Strategis dan Konektivitas Transportasi

Selain Peringkat Kota Global Jakarta, Gubernur Pramono juga memaparkan rencana besar untuk membenahi kawasan strategis. Fokus utama adalah pengembangan area Dukuh Atas dan Bundaran Hotel Indonesia. Rencana ini bertujuan untuk meningkatkan kenyamanan dan aksesibilitas bagi warga serta wisatawan, menciptakan lingkungan kota yang lebih modern.

Pada tahun depan, diharapkan Wisma Nusantara di Bundaran HI dapat terhubung langsung dengan Grand Hyatt, Kempinski, Hotel Mandarin, dan stasiun MRT. "Ini merupakan awal dan saya juga merencanakan nanti dari Bundaran HI akan kita persiapkan sampai dengan Dukuh Atas," jelasnya. Konsep konektivitas ini akan diperluas hingga Dukuh Atas, menciptakan sebuah "Hub Dukuh Atas" yang terintegrasi.

Fasilitas baru di Dukuh Atas dirancang untuk memberikan kenyamanan maksimal bagi pengguna transportasi. "Dan yang penting, semua yang selama di Dukuh Atas kehujanan, mudah-mudahan enggak kehujanan lagi," ujar Pramono, menyoroti aspek perlindungan dari cuaca. Ini menunjukkan perhatian terhadap detail dalam perencanaan infrastruktur kota.

Sektor transportasi Jakarta juga menunjukkan kemajuan luar biasa, dengan konektivitas layanan mencapai 91-92 persen. Tingkat pemanfaatan transportasi publik meningkat dari 21-22 persen menjadi lebih dari 25 persen. "Dulu Jakarta ini selalu tidak pernah nomor 50 besar dunia, sekarang kita nomor 17. Bahkan sekarang ini menjadi lebih baik dibandingkan Kuala Lumpur, dibandingkan dengan Manila, dan lain-lainnya," kata Pramono. Perbaikan ini menempatkan Jakarta di posisi ke-17 dunia untuk sarana transportasi.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi