Fakta Mengejutkan: 51 Persen Siswa SMP di Kota Jambi Tak Bisa Baca Alquran, Gerami dan Pemkot Jambi Bersinergi Atasi Buta Aksara

Miris! Data Gerami menunjukkan 51% siswa SMP di Kota Jambi tak bisa baca Alquran. Kolaborasi Gerami dan Pemkot Jambi kini digalakkan untuk memberantas buta aksara Alquran dan mencetak generasi Qurani.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Fakta Mengejutkan: 51 Persen Siswa SMP di Kota Jambi Tak Bisa Baca Alquran, Gerami dan Pemkot Jambi Bersinergi Atasi Buta Aksara
Miris! Data Gerami menunjukkan 51% siswa SMP di Kota Jambi tak bisa baca Alquran. Kolaborasi Gerami dan Pemkot Jambi kini digalakkan untuk memberantas buta aksara Alquran dan mencetak generasi Qurani. (Merdeka.com)

Gerakan Ayo Mengaji (Gerami) Kota Jambi mengungkap fakta mengejutkan mengenai kemampuan literasi Alquran di kalangan pelajar. Sebanyak 51 persen peserta didik jenjang Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) di Kota Jambi ternyata tidak bisa membaca Alquran. Angka ini menjadi sorotan serius bagi pihak terkait.

Ketua Gerami Kota Jambi, Masturo, menegaskan bahwa persentase tersebut tidak dapat ditoleransi lagi. Identifikasi dilakukan terhadap 4.612 siswa SMPN di Kota Jambi, menunjukkan 51 persen tidak bisa membaca, 31 persen hanya bisa mengeja, dan sisanya baru paham Alquran.

Menanggapi kondisi ini, Pemerintah Kota Jambi telah menjalin kolaborasi strategis dengan Gerami. Sinergi ini bertujuan utama untuk memberantas buta aksara Alquran dan mewujudkan generasi masa depan yang berakhlakul karimah.

Data Mengkhawatirkan dan Komitmen Gerami

Angka 51 persen siswa SMP di Kota Jambi yang tidak mampu membaca Alquran merupakan data yang mengkhawatirkan. Kondisi ini menunjukkan adanya celah besar dalam pendidikan agama di tingkat dasar dan menengah. Gerami, sebagai gerakan yang fokus pada pemberantasan buta aksara Alquran, merasa sangat prihatin dengan temuan ini.

Masturo, Ketua Gerami Kota Jambi, menyatakan bahwa tujuan utama Gerami adalah memberantas buta aksara Alquran, dengan sasaran awal kaum ibu-ibu. Namun, data terbaru ini memperluas fokus mereka ke kalangan pelajar. Gerami berharap kolaborasi dengan pemerintah dapat mempercepat pencapaian tujuan ini.

Program Gerami sejalan dengan visi Pemerintah Kota Jambi dalam menciptakan masyarakat yang religius dan berakhlak mulia. Angka buta aksara Alquran yang tinggi ini tidak bisa dibiarkan terus-menerus. Diperlukan upaya masif dan terstruktur untuk mengatasi permasalahan ini secara komprehensif.

Sinergi Pemerintah Kota Jambi dan Harapan Masa Depan

Kolaborasi antara Pemerintah Kota Jambi dan Gerami telah lama direncanakan sejak tahun 2023, namun sempat tertunda. Kini, berkat kepedulian Wali Kota Maulana dan Wakil Wali Kota Diza Hazra Aljosha, sinergi ini akhirnya terwujud. Inisiatif ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam mencetak generasi Qurani.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Jambi, Mulyadi, menyambut baik kolaborasi ini. Menurutnya, program Gerami sangat selaras dengan sejumlah program keagamaan yang telah ada di Pemkot Jambi, seperti guru tahfiz dan guru pami. Sinergi ini akan memperkuat ekosistem pendidikan agama di Kota Jambi.

Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha, menambahkan bahwa program ini secara tidak langsung akan berdampak positif pada kebiasaan siswa di sekolah negeri. Siswa kini akan lebih terpacu untuk membaca, mempelajari, dan menghafal Alquran. Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya menciptakan generasi berkarakter hebat melalui sarana, prasarana, guru, dan kurikulum berkualitas.

Melalui Gerakan Ayo Mengaji, Pemerintah Kota Jambi berharap dapat mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki akhlak mulia dan karakter Islami. Generasi ini diharapkan mampu menghadapi tantangan zaman dengan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai agama.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi