Tim SAR gabungan menemukan empat korban meninggal dunia akibat banjir bandang dan longsor di desa Kesimpar, Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah. Korban keempat ini ditemukan di pelbagai lokasi setelah dinyatakan hilang, di antaranya bayi umur 5 bulan dan orang dewasa.
Kepala Kantor Basarnas Semarang, Budiono mengatakan empat korban sudah ditemukan setelah dilakukan pencarian sejak selasa (21/1) siang. Pencarian di area sekitar rumah Sekretaris Desa (Carik), sekitar Cafe 'Allo' dan pemancingan pada aliran air dan juga sungai Welo.
"Jadi untuk korban bayi inisial AA umur 5 bulan ditemukan tersangkut di pohon bambu yang berada dibawah tak jauh dari rumahnya. Balita itu ditemukan Rabu 22 Januri pukul 12.05 WIB," kata Budiono dikonfirmasi, Kamis (23/1).
Sedangkan Aisyah ini ditemukan sekitar 4,7 Kilometer dari lokasi kejadian bencana setelah dinyatakan hilang. Korban ketiga Ta'ari ditemukan di sektor 2 di atas rumah Carik pada pukul 10.53 WIB.
Dan terakhir tim SAR gabungan mendapatkan laporan dari warga yang melihat sesosok jasad di bawah jembatan putus. Kemudian pada pukul 18.45 WIB dievakuasi tim SAR gabungan dan teridentifikasi bernama Ta'adi.
"Dengan ditemukannya 4 korban pada pencarian hari kedua Rabu (22/1). Jadi hingga hari ini jumlah korban meninggal yang ditemukan total berjumlah 21 orang, dan yang masih dalam pencarian sebanyak 5 orang," ujar Budiono.
Kapendam IV Diponegoro Semarang, Letkol Inf Andy Sulistyo mengatakan total 600 personel yang terdiri dari Tim SAR dan Kodam IV Diponegoro, Polda Jateng, dan BPBD. Mereka pada hari kedua melakukan pencarian korban di titik lokasi bencana.
Dalam upaya pencarian korban, Polda Jateng dan Polres Pekalongan mengerahkan unit K9 alias anjing pelacak dari Ditsabhara yang tiba di Petungkriyono sejak Selasa malam.
"Tiga anjing pelacak dilibatkan membantu mendeteksi korban di tutupan material longsor," ujarnya.
Upaya ini membuahkan hasil, hingga rabu (22/1) siang menemukan empat korban dalam keadaan meninggal dunia.
"Sejauh ini petugas telah mengevakuasi 20 korban meninggal yang tertimbun material longsoran," tutupnya.
Ditemukan meninggal pada Selasa 21 Januari 2025:
1. Revalina (19), perempuan, warga Sipetung.
2. Suyati, perempuan, warga Tlogohendro.
3. Kiki Pramudita (23), laki-laki, warga Garung, Desa Yosorejo.
4. Sutar (49), warga Tlogopakis.
5. Riyanto (50/L), warga Yosorejo.
6. Ayat (27), warga Desa Kasimpar.
7. Sumeri (30), warga Garung, Desa Yosorejo.
8. Doni (27/L), warga Desa Gumelem.
9. Winarko (27/L), warga Desa Gumelem.
10. Supari (37), warga Desa Kasimpar.
11. Sularso (44/L), warga Desa Kasimpar.
12. Inawati (23/P), warga Desa Kasimpar.
13. Afkar (4/L), warga Desa Kasimpar.
14. Khusnul Cholifah (35/P), warga Desa Kasimpar.
15. Rokhim (40/L), warga Desa Kasimpar.
16. Rahmono (24/L), warga Desa Tlogohendro.
17. Joni Yulianto (45/L), warga Sragi.
Ditemukan meninggal pada Rabu, 22 Januari 2025:
1. Aisah (18/P), warga desa Wonodadi Songgodadi
2. Ta'ari (41/L), warga desa Garung Yosorejo
3. Afkar Arbiyan (5 bulan/L), warga desa Kasimpar.
4. Ta'adi (34/L), warga desa Wonodadi Songgodadi Petungkriyono.
Nama 5 Korban Belum Ditemukan dan dalam pencarian hingga Rabu 22 Januari 2025 Pukul 17.00 WIB :
1. M Teguh Imanto, warga Desa Kayupuring.
2. Giyanto, warga Desa Gumelem.
3. Tegar Hariyanto, warga Batang
4. M Nasrullah Amin, warga Pekalongan
5. Aurel, warga Kasimpar.
Advertisement