Dua anak korban ledakan di Gereja Samarinda alami luka bakar serius
Merdeka.com - Kepolisian memastikan korban ledakan bom berjenis low eksplosif di halaman depan Gereja Oikumene, Jalan Cipto Mangunkusumo, Sengkotek, Samarinda, Kalimantan Timur, Minggu (13/11), lima orang anak-anak. Seorang di antaranya, telah diperbolehkan pulang sedangkan empat lainnya masih dirawat intensif di RSUD IA Moeis.
"Semua korban ledakan ada lima orang, satu orang sudah boleh pulang tadi," kata Kapolda Kalimantan Timur Irjen Pol Safaruddin usai menyambangi korban ledakan, di RSUD IA Moeis.
Safaruddin meminta masyarakat di wilayah hukum Polda Kalimantan Timur tetap tenang, dan menjalankan aktivitas seperti biasa. Safaruddin juga memastikan, Kamtibmas di Samarinda, dan Kalimantan Timur secara umum kondusif dan terkendali.
"Semua saya minta tenang. Polri dan TNI akan meningkatkan keamanan di tempat-tempat yang kita anggap rawan," ujar Safaruddin.
"Sekarang kita kembangkan, apakah ada jaringan lain di Samarinda. Seperti apa pengembangannya, tentu belum bisa saya sampaikan. Kita lakukan penyelidikan secara komprehensif," ujar Safaruddin.
Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang memastikan Pemkot menanggung seluruh biaya pengobatan kelima korban ledakan bom. "Semua dijamin pemerintah kota. Saya sudah beritahukan kepada orangtua korban, manajemen rumah sakit, berikan penyembuhan yang terbaik. Jangan pikirkan biayanya," kata Jaang.
Saat ini dua dari lima dirujuk ke RSUD AW Syachranie Samarinda. Keduanya, mengalami luka bakar cukup serius di tangan dan wajah, terkena ledakan.
Pantauan merdeka.com, kedua pasien anak balita korban ledakan itu adalah Triniti Hutayan (3) dan Intan Marbun (2,5). Keduanya menderita di bagian lengan, badan dan wajah, sehingga petugas medis RSIA Moeis harus bergegas membawanya ke RSUD AW Syachranie, milik Pemprov Kalimantan Timur di Jalan Palang Merah.
Triniti diangkut menggunakan ambulans RSUD IA Moeis KT 1240 BZ serta Intan diangkut menggunakan ambulans bantuan Askes bernomor polisi KT 7058 B. Kedua ambulans berangkat meninggalkan RSUD IA Moeis, sekira pukul 16.15 WITA sore tadi.
"Parah, kondisinya terluka bakar. Ini kita rujuk supaya dapat perawatan lebih intensif," kata petugas medis RSUD IA Moeis kepada merdeka.com, Minggu (13/11).
Salah seorang keluarga Triniti, Anita mengatakan, keponakannya memang harus dirujuk RSUD AW Syachranie, karena menderita luka bakar. "Dia (Triniti) harus kuat, dan dia kuat," kata Anita penuh harap.
Data diperoleh identitas korban, yakni:
1.Intan Marbon, anak perempuan berusia 2,5 tahun tinggal di Kelurahan Harapan Baru, Samarinda.
2. Triniti Hutahayan (3) tinggal di Harapan Baru.
3. Alfaro Sinaga, anak laki-laki berusia 5 tahun, tinggal di asrama polisi kilometer 4 Samarinda-Balikpapan.
4. Anita anak perempuan 4 tahun tinggal di Harapan Baru.
"Ya, salah satu korban adalah anak polisi (Alfaro Sinaga)," kata salah seorang petugas RSUD IA Moeis. (mdk/did)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya