Drama di Banten: Gol Penalti Bruno Moreira Gagalkan Kemenangan Dewa United, Persebaya Imbang Meski Main 10 Orang!

Gol penalti Bruno Moreira di menit akhir laga sukses menggagalkan kemenangan Dewa United atas Persebaya Surabaya. Laga sengit ini berakhir imbang 1-1, meskipun Bajol Ijo bermain dengan 10 pemain sejak menit 38.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Drama di Banten: Gol Penalti Bruno Moreira Gagalkan Kemenangan Dewa United, Persebaya Imbang Meski Main 10 Orang!
Gol penalti Bruno Moreira di menit akhir laga sukses menggagalkan kemenangan Dewa United atas Persebaya Surabaya. Laga sengit ini berakhir imbang 1-1, meskipun Bajol Ijo bermain dengan 10 pemain sejak menit 38. (Merdeka.com)

Drama terjadi di Banten International Stadium (BIS) pada Jumat, 26 September, dalam lanjutan BRI Super League musim 2025/26. Gol penalti krusial dari kapten Persebaya Surabaya, Bruno Moreira, di menit-menit akhir pertandingan menjadi penentu. Aksi heroik ini sukses menggagalkan kemenangan yang sudah di depan mata tim tuan rumah Dewa United.

Pertandingan sengit antara Dewa United dan Persebaya Surabaya berakhir dengan skor imbang 1-1. Hasil ini terasa pahit bagi Dewa United yang sempat unggul dan bermain dengan keunggulan jumlah pemain. Sebaliknya, Persebaya berhasil mencuri satu poin berharga meski harus bermain dengan 10 orang sejak menit ke-38.

Momen krusial tersebut terjadi setelah kiper Dewa United melakukan pelanggaran di kotak terlarang. Wasit kemudian menunjuk titik putih, dan Bruno Moreira dengan tenang menjalankan tugasnya sebagai algojo. Golnya memastikan Persebaya Surabaya pulang dengan satu poin dari kandang lawan.

Jalannya Babak Pertama: Kartu Merah dan Gol Dianulir

Kedua tim langsung tampil ngotot sejak peluit awal dibunyikan. Baik Dewa United maupun Persebaya Surabaya sama-sama berambisi meraih hasil maksimal dalam laga ini. Penguasaan bola didominasi oleh Marukawa dan Egy Maulana dari Dewa United, yang kerap mengancam gawang Ernando Ari.

Dewa United sempat merayakan gol pada menit ke-28 melalui Stefano Lilipaly. Namun, kegembiraan tersebut sirna setelah wasit menganulir gol tersebut usai meninjau VAR. Lilipaly dinyatakan berada dalam posisi offside sebelum mencetak gol.

Laga semakin memanas dan ketat, dengan Dewa United terus menekan pertahanan Persebaya yang dikomandoi Rachmat Irianto. Petaka menghampiri tim tamu pada menit ke-38 ketika Dejan Tumbas diganjar kartu merah. Ia diusir dari lapangan setelah menyikut Marukawa, membuat Persebaya harus bermain dengan 10 pemain.

Meski unggul jumlah pemain, Dewa United belum mampu memanfaatkan situasi tersebut. Upaya dari Jaja (Hugo Gomes) dan Messidoro masih belum membuahkan hasil hingga jeda. Babak pertama berakhir dengan skor kacamata 0-0.

Babak Kedua: Gol Pembuka dan Drama Penalti

Memasuki babak kedua, kedua pelatih melakukan pergantian pemain untuk menambah daya gedor. Dewa United menarik Rafael Struick dan memasukkan Septian Bagaskara. Sementara Persebaya memasukkan M. Risaldi dan Leo Lelis untuk menggantikan Gali Freitas dan M Perovic.

Intensitas pertandingan tetap tinggi, dengan Dewa United terus mengurung pergerakan pemain Persebaya. Marukawa berhasil menerobos pertahanan lawan pada menit ke-59, namun umpan terukurnya gagal dikonversi menjadi gol oleh Messidoro. Persebaya juga tidak menyerah, Bruno Moreira sempat mengancam gawang Sonny Stevens, namun tendangannya masih melebar tipis.

Gol yang dinanti-nantikan Dewa United akhirnya tercipta pada menit ke-70. Sundulan Septian Bagaskara, yang masuk sebagai pemain pengganti, sukses merobek gawang Ernando Ari. Gol ini berasal dari umpan terukur Brian Fatari, membawa Dewa United unggul 1-0.

Jual beli serangan terus terjadi hingga masa perpanjangan waktu. Dewa United sempat menambah keunggulan melalui Messidoro setelah meneruskan umpan Privat Mbarga, namun gol tersebut dianulir karena Mbarga sudah terjebak offside. Petaka datang di penghujung laga ketika kiper Dewa United melakukan pelanggaran terhadap Catur Pamungkas di kotak terlarang. Wasit menunjuk titik putih, dan Bruno Moreira sukses menjalankan tugasnya, mengubah skor menjadi 1-1.

Implikasi Klasemen Sementara

Hasil imbang 1-1 ini memberikan dampak pada posisi kedua tim di klasemen sementara BRI Super League. Dewa United kini berada di posisi ketujuh dengan mengumpulkan 10 poin dari tujuh pertandingan yang telah dijalani. Mereka harus puas berbagi poin di kandang sendiri.

Di sisi lain, Persebaya Surabaya berhasil menempati posisi kelima dalam klasemen. Tim berjuluk Bajol Ijo ini juga mengoleksi 10 poin, namun dengan jumlah pertandingan yang lebih sedikit, yakni enam pertandingan. Hasil ini menunjukkan daya juang Persebaya yang patut diacungi jempol.

Kedua tim masih memiliki peluang besar untuk memperbaiki posisi mereka di tabel klasemen. Pertandingan selanjutnya akan menjadi krusial untuk menjaga momentum dan meraih hasil positif. Performa kedua tim akan terus dipantau oleh para penggemar sepak bola nasional.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi