DPR Minta Menlu Gelar Diplomasi Damai dengan India & Pakistan Soal Konflik Kashmir

Jumat, 23 Agustus 2019 19:18 Reporter : Raynaldo Ghiffari Lubabah
DPR Minta Menlu Gelar Diplomasi Damai dengan India & Pakistan Soal Konflik Kashmir Jazuli Juwaini. ©2018 Merdeka.com/Genan

Merdeka.com - Anggota Komisi I DPR Jazuli Juwaini mengaku prihatin dengan konflik yang terjadi di Kashmir. Dia mendorong agar Pemerintah India menyetop kekerasan terhadap warga Kashmir.

"Kita tahu konflik di Kashmir mengalami eskalasi dalam beberapa pekan ini. Minimnya akses informasi keluar karena pembatasan pemerintah India membuat kita tidak tahu persis yang terjadi di sana. Tapi dari informasi berkembang suasana mencekam dan warga Kashmir bagian India sangat tertekan akibat blokade militer atau paramiliter India. Tentu kita prihatin atas kondisi ini dan meminta India setop kekerasan terhadap warga sipil," kata Jazuli melalui keterangan tertulis, Jumat (23/8).

Dia menyerukan dunia internasional khususnya PBB kembali turun tangan menyelesaikan konflik wilayah antara India dan Pakistan tersebut. Hal tersebut perlu dilakukan demi keselamatan warga sipil agar tidak timbul korban jiwa akibat meluasnya konflik itu.

"Demikian halnya Pemerintah RI harus lebih pro aktif melihat masalah ini atas nama kemanusiaan, keselamatan, dan perlindungan warga sipil. Kepada dua negara yang berkonflik memang semestinya bersikap netral tapi atas nama kemanusiaan dan perdamaian dunia Indonesia tidak boleh tinggal diam," tegasnya.

Selain itu, Jazuli juga meminta Menteri Luar Negeri Retno L Marsudi melakukan diplomasi damai kepada India dan Pakistan agar kondisi Kashmir kembali normal dan warga sipil terlindungi. Apalagi Indonesia saat ini menjabat Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan PBB.

"Kiprah Indonesia bukan saja diuji tapi juga sangat diharapkan dalam mewujudkan perdamaian dunia," tandas Jazuli.

Situasi Kashmir memanas setelah 5 Agustus 2019 India mencabut status otonomi khusus di wilayah Khasmir dan Jammu bagian India. Hal ini menimbulkan reaksi Pakistan dan otoritas Khasmir di bagian Pakistan hingga menyebabkan pecah konflik di perbatasan India-Pakistan. Akibat konflik ini, sekitar 35 orang meninggal dunia dan ratusan luka-luka.

Pencabutan otonomi khusus Kasmir bagian India sendiri membuat militer dan paramiliter India merangsak masuk Kashmir, menerapkan jam malam, memblokir internet dan komunikasi luar, membatasi aktivitas warga Khasmir dan dikabarkan bertindak represif. [ray]

Topik berita Terkait:
  1. DPR
  2. PKS
  3. Konflik Kashmir
  4. Jakarta
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini