Dosen UPR Rendy Iqbal Raih Chancellor Award, Lulusan Terbaik Doktoral Kimia di Malaysia

Dosen UPR Rendy Muhamad Iqbal berhasil menjadi lulusan terbaik dan meraih Chancellor Award di Universiti Teknologi Malaysia, memotivasi generasi muda Kalteng.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Dosen UPR Rendy Iqbal Raih Chancellor Award, Lulusan Terbaik Doktoral Kimia di Malaysia
Dosen UPR Rendy Muhamad Iqbal berhasil menjadi lulusan terbaik dan meraih Chancellor Award di Universiti Teknologi Malaysia, memotivasi generasi muda Kalteng. (AntaraNews)

Dosen Universitas Palangka Raya (UPR), Rendy Muhamad Iqbal, berhasil menorehkan prestasi gemilang di kancah internasional. Ia dinobatkan sebagai lulusan terbaik program Doctor of Philosophy (Ph.D.) di bidang kimia dari Universiti Teknologi Malaysia (UTM). Pencapaian membanggakan ini diumumkan di Palangka Raya pada Sabtu (16/11).

Rendy tidak hanya meraih gelar doktor dengan capaian sempurna, tetapi juga menerima Chancellor Award, penghargaan tertinggi dari Canselor UTM. Penghargaan prestisius ini diberikan langsung oleh Kebawah Duli Yang Maha Mulia Seri Baginda Raja Permaisuri Agong Raja Zarith Sofiah. Ia berhasil menyelesaikan studinya dalam waktu kurang dari tiga tahun.

Dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 4.00, Rendy membuktikan dedikasi akademiknya. UTM sendiri merupakan universitas berkelas dunia yang menduduki peringkat 153 global dan 25 terbaik di Asia, menambah bobot prestasinya.

Perjalanan Akademik dan Pengabdian Dosen UPR

Rendy Muhamad Iqbal, yang lahir dan besar di Kota Sampit, Kalimantan Tengah, menunjukkan bahwa lingkungan kota kecil tidak menghalangi ambisi pendidikan. Ia menempuh pendidikan sarjana di Universitas Brawijaya, kemudian melanjutkan magister di Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

Sebelum menuntaskan studi doktoralnya di UTM, Rendy juga menyelesaikan Program Profesi Insinyur di Universitas Lambung Mangkurat. Sejak tahun 2018, alumni SMAN 1 Sampit ini telah mengabdi sebagai dosen di Program Studi Kimia FMIPA UPR. Dedikasinya di UPR menjadi landasan kuat bagi perjalanan akademiknya.

Perjalanan panjang Rendy dari Sampit hingga meraih gelar doktor di universitas internasional menunjukkan semangat juang yang patut dicontoh. Kisahnya menjadi bukti nyata bahwa pendidikan tinggi dapat diraih dengan kerja keras dan tekad kuat.

Kontribusi Riset dan Pengakuan Internasional

Sepanjang masa studi doktoralnya, Rendy Muhamad Iqbal sangat aktif dalam penelitian dan publikasi ilmiah. Ia berhasil menulis tiga artikel sebagai penulis pertama di jurnal internasional bereputasi Q1/Q2. Total impact factor dari publikasi tersebut mencapai 11,7, menunjukkan kualitas risetnya.

Selain publikasi utama, Rendy juga turut berkontribusi sebagai co-author dalam berbagai karya ilmiah lainnya. Prestasinya semakin diperkuat dengan raihan Gold Medal dan Best of the Best Innovation di ITEX 2023. Ia juga meraih Silver Medal di Inatex 2023, serta MyMembrane Award 2023 dari Malaysia Membrane Society.

Selama studi, Rendy menerima beasiswa Program Degree by Research (DBR) dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Ia juga terlibat aktif dalam proyek penelitian Petronas Research Shd Bhd (PRSB) yang berfokus pada teknologi membran desalinasi air laut, memberikan kontribusi nyata pada pengembangan ilmu kimia.

Inspirasi bagi Generasi Muda Kalimantan Tengah

Pencapaian luar biasa Rendy Muhamad Iqbal ini diharapkan dapat menjadi motivasi besar bagi mahasiswa UPR dan generasi muda Kalimantan Tengah. Ia ingin menunjukkan bahwa dengan ketekunan dan kerja keras, impian pendidikan tertinggi dapat diwujudkan.

"Harapan saya, pencapaian ini bisa memberi motivasi bagi mahasiswa dan generasi muda Kalimantan Tengah," kata Rendy. Pesan ini menekankan pentingnya mengejar pendidikan dan berani bermimpi besar, bahkan dari daerah.

Keberhasilan Rendy di UTM, sebuah institusi pendidikan tinggi yang diakui secara global, menjadi bukti nyata kualitas sumber daya manusia Indonesia. Prestasi ini juga mengangkat nama UPR dan Kalimantan Tengah di kancah internasional.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi