Dinkes Aceh Tamiang Mendesak Kemenkes Penuhi Kebutuhan Obat Fogging Pascabanjir

Dinas Kesehatan Aceh Tamiang menghadapi lonjakan populasi nyamuk usai banjir bandang, mendesak Kementerian Kesehatan segera bantu penuhi kebutuhan obat fogging dan alat untuk cegah demam berdarah.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Dinkes Aceh Tamiang Mendesak Kemenkes Penuhi Kebutuhan Obat Fogging Pascabanjir
Dinas Kesehatan Aceh Tamiang mendesak bantuan obat dan alat fogging untuk menekan populasi nyamuk pascabanjir. Ancaman demam berdarah meningkat, membuat Aceh Tamiang Fogging menjadi prioritas. (AntaraNews)

Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Tamiang saat ini tengah menghadapi tantangan serius pascabencana banjir bandang yang melanda wilayah tersebut pada akhir November 2025. Peningkatan drastis populasi nyamuk menjadi ancaman kesehatan baru bagi masyarakat.

Untuk mengatasi permasalahan ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Tamiang sangat membutuhkan bantuan berupa alat dan obat fogging. Permintaan ini telah diajukan kepada Kementerian Kesehatan guna menekan laju perkembangbiakan nyamuk.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Tamiang, Mustakim, mengungkapkan bahwa pasokan obat fogging yang ada diperkirakan akan habis dalam dua minggu ke depan. Kondisi ini mendesak respons cepat dari pemerintah pusat untuk mencegah potensi penyebaran penyakit.

Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Tamiang telah mengirimkan surat permohonan bantuan kepada Kementerian Kesehatan terkait kebutuhan mendesak akan obat fogging. Mustakim berharap surat tersebut segera mendapatkan respons positif, memungkinkan 15 puskesmas di Aceh Tamiang untuk segera melaksanakan fogging.

Selain obat, alat fogging juga menjadi kebutuhan krusial karena seluruh perangkat milik Dinkes Aceh Tamiang rusak akibat banjir. Meskipun Kementerian Kesehatan telah memberikan bantuan dua unit alat fogging pada Desember 2025, jumlah tersebut dinilai tidak memadai.

Dua alat fogging tersebut tidak cukup untuk menjangkau 216 desa di Aceh Tamiang yang mengalami peningkatan populasi nyamuk secara signifikan. Keterbatasan ini menghambat upaya pengendalian nyamuk di seluruh wilayah terdampak.

Dalam menghadapi keterbatasan alat fogging, Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Tamiang tidak tinggal diam dan telah berkolaborasi dengan dinas kesehatan di sekitar wilayahnya. Kolaborasi ini bertujuan untuk memastikan upaya fogging tetap dapat dilakukan di area-area prioritas.

Mustakim menegaskan komitmen Dinkes dalam menekan angka populasi nyamuk selama masa tanggap darurat banjir. Upaya ini merupakan bagian dari respons cepat terhadap potensi ancaman kesehatan masyarakat pascabencana.

Untuk memaksimalkan penanganan, Dinkes Aceh Tamiang mengajukan permintaan tambahan 14 unit alat fogging. Satu unit akan digunakan oleh Dinas Kesehatan, sementara 13 unit lainnya akan didistribusikan ke puskesmas-puskesmas di seluruh Aceh Tamiang.

Saat ini, dua puskesmas sudah memanfaatkan alat fogging yang diterima dari Kementerian Kesehatan pada Desember lalu. Penambahan alat ini diharapkan dapat mempercepat dan memperluas cakupan fogging di seluruh wilayah.

Peningkatan populasi nyamuk pascabanjir telah menimbulkan kekhawatiran serius akan penyebaran demam berdarah. Sejak Desember 2025 hingga Februari 2026, tercatat 11 kasus suspect demam berdarah di Aceh Tamiang.

Mustakim menekankan bahwa permintaan alat dan obat fogging sangat penting untuk mengendalikan situasi ini dan mencegah lonjakan kasus demam berdarah. Populasi nyamuk di 35 titik pengungsian yang terdaftar di BPBD juga mengalami peningkatan drastis.

Bupati Aceh Tamiang, Irjen Pol. (Purn) Armia Pahmi, juga menyoroti masalah peningkatan populasi nyamuk ini sebagai prioritas. Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Tamiang telah melakukan koordinasi lintas sektoral sesuai dengan arahan Bupati.

Selain upaya fogging, Mustakim mengimbau masyarakat, khususnya di titik pengungsian, untuk aktif mengelola sampah dengan baik. Pengelolaan sampah yang benar, seperti memasukkan sampah ke dalam plastik, akan mengoptimalkan efektivitas fogging dan penyebaran abate.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi